Capaian Program Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2025
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mencatat kinerja positif dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tahun 2025. Hingga akhir tahun, capaian program tersebut melampaui target minimal yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan menempatkan Bangka Selatan sebagai salah satu dari tiga kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang memenuhi target nasional.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan, dr Agus Pranawa, mengungkapkan bahwa target nasional CKG 2025 ditetapkan minimal sebesar 36 persen dari jumlah penduduk menjalani pemeriksaan kesehatan. Dari target tersebut, Bangka Selatan mampu merealisasikan capaian sebesar 38,20 persen, sejajar dengan Kabupaten Bangka 40,38 persen dan Belitung Timur 40,31 persen.
“Alhamdulillah, capaian CKG di Kabupaten Bangka Selatan sudah memenuhi bahkan melampaui target Kementerian Kesehatan,” ujar dr Agus kepada , Senin (9/2/2026).
Secara kuantitatif, jumlah penduduk Kabupaten Bangka Selatan tercatat sebanyak 216.076 jiwa. Dari angka tersebut, target pelaksanaan CKG ditetapkan sebanyak 77.788 jiwa. Namun, antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Data Dinas Kesehatan mencatat jumlah warga yang mendaftar program CKG mencapai 93.205 jiwa atau melampaui target awal. Dari total pendaftar tersebut, tingkat kehadiran masyarakat mencapai 90.770 jiwa.
Sementara itu, sebanyak 8.229 jiwa atau sekitar 9,07 persen masih dalam proses pelayanan. Adapun jumlah warga yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pelayanan CKG tercatat sebanyak 82.541 jiwa atau setara 90,93 persen dari total kehadiran. Berdasarkan data tersebut, persentase kehadiran terhadap target 36 persen penduduk mencapai 116,69 persen. Sementara persentase kehadiran terhadap total jumlah penduduk Kabupaten Bangka Selatan berada pada angka 42,01 persen.
“Adapun persentase penyelesaian pelayanan CKG terhadap target mencapai 106,11 persen,” jelas Agus Pranawa.
Puskesmas dengan Capaian Tertinggi
Puskesmas Tiram mencatat capaian tertinggi penyelesaian pelayanan CKG. Dari jumlah penduduk sebanyak 14.163 jiwa, target CKG 36 persen ditetapkan sebanyak 5.099 jiwa. Hingga periode pelaporan, jumlah masyarakat yang telah menyelesaikan pelayanan mencapai 5.862 jiwa, dengan persentase selesai pelayanan terhadap jumlah penduduk sebesar 41,39 persen.
Di posisi berikutnya, Puskesmas Airgegas menunjukkan kinerja tinggi dengan cakupan CKG yang melampaui target. Dari total 33.223 jiwa penduduk, target CKG 36 persen sebesar 11.960 jiwa. Jumlah masyarakat yang telah menyelesaikan pelayanan tercatat 13.670 jiwa, atau setara 41,15 persen dari total penduduk wilayah kerja.
Selanjutnya, Puskesmas Batu Betumpang juga masuk dalam kelompok capaian tinggi. Dengan jumlah penduduk 10.258 jiwa, target CKG ditetapkan sebanyak 3.693 jiwa. Jumlah masyarakat yang telah menyelesaikan pelayanan CKG mencapai 4.151 jiwa, dengan persentase selesai pelayanan terhadap jumlah penduduk sebesar 40,47 persen.
Puskesmas Simpang Rimba mencatat capaian yang tidak jauh berbeda. Dari total penduduk 26.674 jiwa, target CKG 36 persen berada di angka 9.603 jiwa. Hingga saat ini, jumlah masyarakat yang telah menyelesaikan pelayanan CKG sebanyak 10.710 jiwa, atau 40,15 persen dari jumlah penduduk.
Capaian serupa juga ditunjukkan Puskesmas Pongok. Dari 4.301 jiwa penduduk, target CKG ditetapkan sebanyak 1.548 jiwa. Jumlah selesai pelayanan tercatat 1.727 jiwa, dengan persentase selesai pelayanan terhadap jumlah penduduk sebesar 40,15 persen.
Di bawahnya, Puskesmas Tanjung Labu mencatat penyelesaian pelayanan CKG sebesar 37,34 persen. Dari total penduduk 8.271 jiwa, target CKG 36 persen sebanyak 2.978 jiwa. Jumlah masyarakat yang telah menyelesaikan pelayanan tercatat 3.088 jiwa.
Puskesmas Rias juga berhasil melampaui target minimal nasional. Dari 13.854 jiwa penduduk, target CKG ditetapkan sebanyak 4.987 jiwa. Jumlah masyarakat yang telah menyelesaikan pelayanan mencapai 5.116 jiwa, atau 36,93 persen dari total penduduk.
Berikutnya, Puskesmas Payung mencatat capaian selesai pelayanan CKG sebesar 36,54 persen. Dari jumlah penduduk 22.296 jiwa, target CKG 36 persen sebanyak 8.027 jiwa, dengan jumlah masyarakat yang telah menyelesaikan pelayanan sebanyak 8.148 jiwa.
Puskesmas Airbara mencatat penyelesaian pelayanan CKG sebesar 36,38 persen. Dari total penduduk 11.321 jiwa, target CKG ditetapkan sebanyak 4.076 jiwa, sementara jumlah masyarakat yang telah menyelesaikan pelayanan tercatat 4.119 jiwa.
Sementara itu, Puskesmas Toboali berada pada urutan terakhir dalam persentase selesai pelayanan terhadap jumlah penduduk, meski secara jumlah absolut menjadi penyumbang peserta terbanyak. Dari 71.718 jiwa penduduk, target CKG 36 persen sebesar 25.818 jiwa. Jumlah masyarakat yang telah menyelesaikan pelayanan CKG mencapai 25.950 jiwa, dengan persentase selesai pelayanan terhadap jumlah penduduk sebesar 36,18 persen.
“Untuk Puskesmas Toboali dikarenakan memang jumlah penduduknya lebih banyak dibandingkan dengan sembilan Puskesmas lainnya,” urainya.
Strategi untuk Meningkatkan Capaian CKG
Keberhasilan capaian tahun 2025 kata Agus Pranawa tidak terlepas dari koordinasi intensif yang dilakukan Dinas Kesehatan dengan seluruh Puskesmas di Bangka Selatan. Pertemuan rutin dan evaluasi berkala menjadi bagian dari strategi untuk memastikan target dapat tercapai. Selain evaluasi, Dinas Kesehatan juga menerapkan skema reward serta menekankan komitmen bersama dalam pelaksanaan program CKG.
Ke depan, tantangan pelaksanaan CKG akan semakin besar. Untuk tahun 2026, target pelaksanaan CKG di Bangka Selatan ditingkatkan menjadi 46 persen dari jumlah penduduk. Target tersebut menjadi komitmen Dinas Kesehatan untuk terus meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Target 2026 memang lebih besar, tetapi kami optimistis bisa tercapai dengan kerja sama dan komitmen seluruh Puskesmas,” ucap Agus.
