Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Teknologi

Bintang Kala Kembangkan Aplikasi Keuneunong di Tengah Bencana

Wahyudi
Last updated: December 10, 2025 2:38 am
Wahyudi
Share
5 Min Read
SHARE

Kehidupan yang Berjuang di Tengah Bencana

Di tengah hujan deras dan longsoran tanah yang menghancurkan wilayah Aceh, sebuah tim inovator muda asal daerah tersebut berhasil melangkah hingga grand final ajang Budaya GO 2025. Tim yang diberi nama Bintang Kala ini menjadi contoh nyata dari semangat perjuangan dan ketangguhan manusia dalam menghadapi tantangan terberat.

Contents
  • Kehidupan yang Berjuang di Tengah Bencana
  • Empat Hari Tanpa Cahaya
  • Kisah tentang Ketahanan Manusia

Mereka adalah para inovator kategori profesional dalam ajang Budaya GO yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Pengumuman pemenang ajang ini pada Minggu, 7 Desember 2025 di Posblok Jakarta. Meskipun menghadapi banjir besar, longsor, dan isolasi total, Bintang Kala berhasil menyelesaikan demo aplikasi Smart Keuneunong dan mengirimkannya ke babak akhir.

Aplikasi yang mereka kembangkan bernama Smart Keuneunong—sebuah karya berbasis kearifan lokal, yang dirancang untuk membantu para petani dan nelayan memahami alam, cuaca, dan siklus kehidupan yang selama ini hanya diwariskan dari mulut ke mulut.

Tim Bintang Kala terdiri dari beberapa anggota dengan latar belakang berbeda:

  • Nanta Es – Lhokseumawe

    Programmer, Operator SMAN Mosa Arun Lhokseumawe.

  • Syahrul Hamdi – Aceh Selatan

    Ahli Data Sains & Programmer, SMAN Mosa Arun Lhokseumawe.

  • Reny Fharina – Aceh Tengah

    Pegiat Seni & Guru Seni SMPN 3 Bireuen.

  • Abu Rahmat – Aceh Utara

    Pegiat Seni & Guru SMAN 1 Baktiya.

  • Nyakman Lamjamee – Banda Aceh

    Seniman.

Tanggal 26 November 2025, selepas pengumuman tahap dua, mereka masih berdiskusi lewat grup WhatsApp untuk menyempurnakan demo aplikasi. Hujan telah turun tanpa henti selama beberapa hari. Sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, listrik padam di hampir seluruh Aceh. Tak lama kemudian, jaringan komunikasi ikut terputus. Awalnya mereka mengira itu gangguan biasa akibat hujan deras.

Air memasuki rumah-rumah hingga ketinggian satu meter. Desa berubah menjadi lautan lumpur yang menghanyutkan perabot, kenangan, dan rasa aman. Yang tersisa hanya naluri untuk bertahan hidup: menyelamatkan keluarga, menyelamatkan diri.

Beberapa dari mereka tetap mencoba menyelesaikan demo aplikasi di sela gelap dan ketakutan. Dengan daya baterai seadanya, dengan cahaya seadanya. Hingga, dengan perjuangan yang nyaris tak masuk akal, demo itu akhirnya berhasil dikirim.

Yang lain tak lagi memikirkan lomba. Saat itu, yang ada hanya satu tujuan: selamat.

Empat Hari Tanpa Cahaya

Empat hari berlalu tanpa listrik. Tanpa sinyal. Tanpa kabar. Ketika hujan akhirnya reda, mereka berjalan kaki menyusuri tempat-tempat tinggi hanya untuk mencari seberkas sinyal. Dan di sanalah mereka menemukan kabar yang menggetarkan: Nama “Bintang Kala” tercantum dalam daftar undangan grand final.

Perasaan itu bercampur menjadi satu: bahagia, takut, sedih, bimbang. Bagaimana berangkat, jika jalan terputus? Bagaimana berpikir lomba, saat perut lapar dan rumah hancur? Bagaimana meninggalkan keluarga yang masih bertahan di lumpur?

Mereka berasal dari daerah yang terpisah: Lhokseumawe, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Tengah, Banda Aceh. Semua jalur darat terputus. Tiga anggota tim dari Lhokseumawe dan Aceh Utara terpaksa menyeberangi sungai berarus deras menggunakan perahu kecil milik nelayan. Hampir terbalik. Jembatan telah hancur. Mereka meninggalkan keluarga dan rumah yang masih berlumpur.

Satu anggota dari Bireuen berangkat setelah menelepon orang tua, memohon izin, sambil menahan tangis. Anggota tim di Banda Aceh menunggu mereka dengan berjalan kaki berkilometer hanya untuk menemukan jaringan internet demi memastikan komunikasi tetap hidup.

Tanggal 3 Desember 2025, mereka akhirnya tiba di Banda Aceh dalam keadaan selamat. Mereka menumpang di kantor BPK Wilayah I, satu dari sedikit tempat yang masih memiliki listrik. Di sanalah mereka, untuk pertama kalinya, duduk bersama. Tatap muka. Bukan hanya sebagai tim, tapi sebagai saudara seperjuangan.

Malam itu mereka belajar, berdiskusi, dan mempersiapkan diri untuk Jakarta. Paginya, pukul 10.00 WIB, mereka berangkat ke bandara. Sore hari, pukul 18.00 WIB, mereka akhirnya tiba di lokasi Budaya GO Jakarta dan bertemu para finalis lain dari seluruh Indonesia.

Mereka datang bukan dengan pakaian terbaik, tapi dengan luka, air mata, dan tekad yang tak pernah padam. Dari 627 peserta, menjadi 100, lalu 50, hingga akhirnya Bintang Kala 10 besar grand finalis nasional.

Kisah tentang Ketahanan Manusia

Bintang Kala tidak hanya membawa aplikasi. Mereka membawa kisah tentang ketahanan manusia. Tentang mimpi yang bertahan meski dunia runtuh. Tentang cahaya yang tetap hidup di tengah bencana.

Bintang Kala adalah bukti bahwa inovasi lahir bukan dari kenyamanan, tetapi dari keberanian. Bahwa harapan bisa tetap tumbuh, bahkan dari tanah yang baru saja ditelan lumpur.

Kaki harus menyelesaikan mapan yang sudah kami mulai, ” Kata Abu Rahmat saat menerima apresiasi pada malam penutupan. Mereka hadir semua di panggung diiringi latar benacana banjir dan longsor di Aceh. Kampung meteka.


Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByWahyudi
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Teknologi

Jelajahi Masa Depan di 7 Destinasi Edukasi dan Teknologi Indonesia 2026

December 19, 2025
Teknologi

OpenAI umumkan GPT-5.2 Codex, AI paling hebat dalam coding dan aman dari serangan

December 29, 2025
Teknologi

Pandu Vlogmu: 5 HP Terbaik untuk Zoom dan Stabilisasi Video di 2025

December 7, 2025
Teknologi

Cara Menggunakan Prompt Gemini AI untuk Membuat Kartu Ucapan Idul Fitri 2026

March 23, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?