Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Teknologi

OpenAI umumkan GPT-5.2 Codex, AI paling hebat dalam coding dan aman dari serangan

Kaila Azzahra
Last updated: December 29, 2025 9:27 am
Kaila Azzahra
Share
4 Min Read
SHARE

Contents
  • Pengenalan GPT-5.2 Codex
  • Keunggulan dalam Pemrograman
  • Hasil Pengujian yang Mengesankan
  • Fokus pada Keamanan Siber
  • Program Trusted Access Pilot

Pengenalan GPT-5.2 Codex

OpenAI telah resmi meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) terbaru mereka yang diberi nama GPT-5.2 Codex. Berbeda dari versi umum GPT-5.2 yang dirilis sebelumnya, model ini hadir sebagai versi khusus yang dioptimalkan untuk penggunaan di ekosistem Codex. Codex adalah agen rekayasa perangkat lunak berbasis cloud yang dirancang khusus untuk membantu proses pemrograman.

GPT-5.2 Codex disebut telah dioptimalkan untuk pekerjaan pemrograman jangka panjang melalui fitur Context Compaction. Model ini juga memiliki kemampuan yang lebih kuat dalam menangani perubahan kode berskala besar seperti refactor dan migrasi. Selain itu, performa GPT-5.2 Codex meningkat di lingkungan Windows dan memiliki peningkatan signifikan dalam hal keamanan siber.

Keunggulan dalam Pemrograman

OpenAI menjelaskan bahwa GPT-5.2 Codex dibangun berdasarkan kemampuan generasi sebelumnya, yaitu GPT-5.2 dan GPT-5.1-Codex-Max. Model AI anyar ini disebut lebih mumpuni dalam memahami konteks panjang, melakukan tool calling yang lebih andal, meningkatkan akurasi fakta, serta mendukung native compaction.

Menurut perusahaan, rangkaian peningkatan tersebut membuat GPT-5.2 Codex jauh lebih bisa diandalkan untuk mengerjakan tugas pemrograman yang berjalan lama. Codex juga dapat menyelesaikan tugas-tugas kompleks, seperti refactoring besar, migrasi kode, hingga pembuatan fitur baru tanpa mudah kehilangan konteks meski prosesnya berjalan lama atau diulang beberapa kali.

Hasil Pengujian yang Mengesankan

Dari sisi performa, GPT-5.2 Codex menunjukkan peningkatan signifikan ketika diuji menggunakan tolok ukur internal mereka. Model AI ini tercatat meraih skor tertinggi pada SWE-Bench Pro dan Terminal-Bench 2.0, dua tolok ukur yang dirancang untuk mengevaluasi sejauh mana coding agent dapat bekerja layaknya programer di dunia nyata.

Pada pengujian SWE-Bench Pro, sebuah model diberikan repositori dan harus menghasilkan patch untuk menyelesaikan tugas rekayasa perangkat lunak yang realistis. Sementara itu, terminal-Bench 2.0 menguji kemampuan model ketika bekerja di lingkungan terminal sungguhan. Tugas-tugasnya meliputi kompilasi kode, pelatihan model, dan pengaturan server.

Dari pengujian dua tolok ukur tersebut, GPT-5.2 Codex mencapai skor akurasi 56,4 persen dari SWE-Bench Pro, dan 64 persen pada Terminal-Bench 2.0. Selain itu, model ini diklaim mampu membaca data tangkapan layar (screenshot), diagram teknis, grafik, atau antarmuka secara lebih akurat.

Fokus pada Keamanan Siber

Keamanan siber menjadi fokus utama GPT-5.2 Codex. OpenAI menegaskan bahwa perkembangan model AI buatan mereka di bidang keamanan siber meningkat pesat. Mulai dari GPT-5 Codex, lalu melonjak lagi di GPT-5.1 Codex-Max, hingga kini kembali naik pada GPT-5.2 Codex.

Untuk memberikan gambaran peningkatannya, OpenAI memaparkan contoh kasus yang melibatkan seorang peneliti keamanan bernama Andrew MacPherson. Andrew yang menjabat sebagai principal security engineer di Privy (sebuah perusahaan Stripe) mencoba menggunakan GPT-5.1-Codex-Max bersama Codex CLI dan agen pengkodean lainnya untuk mereproduksi dan mempelajari kerentanan React. Namun di tengah proses penyelidikan, Andrew mendapati Codex menunjukkan perilaku sistem yang mencurigakan sehingga, menurut dia, diperlukan penyelidikan lebih dalam.

Kerentanan tersebut kemudian dilaporkan secara bertanggung jawab kepada tim React. Menurut OpenAI, kejadian tersebut justru menunjukkan bagaimana sistem AI dapat secara signifikan mempercepat pekerjaan keamanan defensif dalam perangkat lunak yang banyak digunakan di dunia nyata.

Program Trusted Access Pilot

Seiring dengan sistem keamanan yang semakin kuat, OpenAI kini mulai menerapkan kontrol akses yang lebih ketat lewat program bernama Trusted Access Pilot. Program ini akan diberikan melalui undangan khusus kepada pihak-pihak yang memenuhi kriteria tertentu, meliputi:

  • Profesional keamanan yang telah diverifikasi dan memiliki rekam jejak pengungkapan kerentanan yang bertanggung jawab.
  • Organisasi dengan kasus penggunaan keamanan siber profesional yang jelas.

OpenAI menyebut, pihak yang memenuhi syarat akan mendapatkan akses ke model-model AI mereka yang paling mumpuni untuk keperluan keamanan.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByKaila Azzahra
Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Teknologi

ChatGPT Hadirkan Fitur Grup, AI Bisa Tidak Merespons Saat Dicolek

December 7, 2025
Teknologi

Cuaca Ternate Hari Ini, Selasa 2 Desember 2025 dari BMKG Maluku Utara

December 3, 2025

5 AC Inverter Terbaik 2025: Hemat Listrik dan Canggih

December 3, 2025
Teknologi

Ini alasan laptop harus dikeluarkan saat pemeriksaan X-ray di bandara

March 26, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?