Pelantikan dan Pergeseran Jabatan di Lingkup Pemkot Makassar
Pemerintah Kota Makassar kembali melakukan mutasi besar-besaran terhadap pejabat eselon III dan IV. Dalam pelantikan yang berlangsung pada Jumat (6/2/2026), sebanyak 109 pejabat dilantik, termasuk pergeseran jabatan di lingkup kecamatan.
Dari total 15 kecamatan, hanya Camat Kepulauan Sangkarrang Andi Asdhar yang tetap bertahan di posisinya. Sementara itu, 13 camat lainnya mengalami pergeseran jabatan. Salah satu posisi yang kosong adalah Camat Wajo, yang saat ini sedang dalam proses penunjukan pelaksana tugas.
Wali Kota Makassar Munafri ‘Appi’ Arifuddin menyampaikan bahwa rotasi jabatan bukan sekadar pergantian posisi, melainkan bagian dari pembentukan jenjang karier yang terukur dan berkelanjutan bagi aparatur sipil negara. Ia menekankan bahwa rotasi dilakukan untuk memaksimalkan kinerja birokrasi serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Perubahan Struktur Jabatan Camat
Dalam formasi camat, hampir seluruh kecamatan mengalami perubahan. Dua camat lainnya masih tetap menjabat sebagai camat, namun berpindah wilayah tugas. Mereka adalah Andi Husni yang sebelumnya menjabat Camat Ujung Pandang digeser menjadi Camat Tallo, dan Maharuddin yang sebelumnya menjabat Camat Wajo kini menempati posisi Camat Biringkanaya.
Sebanyak 11 camat lainnya digeser ke perangkat daerah lain. Sebagian diantaranya mengisi jabatan sekretaris dinas, kepala bidang, hingga kepala bagian.
Appi menegaskan bahwa pelantikan dan pergeseran jabatan merupakan bagian dari penyegaran organisasi pemerintahan. Menurutnya, rotasi dilakukan untuk membuka ruang pengembangan karier yang lebih luas bagi para pejabat. Ia menilai, 12 camat yang dimutasi merupakan pejabat yang telah bekerja dengan baik di wilayah masing-masing.
Harapan kepada Pejabat Baru
Ia pun menaruh harapan besar kepada camat-camat yang baru saja dilantik agar mampu melampaui kinerja para pendahulunya. Appi menegaskan bahwa camat memiliki peran strategis dalam menjalankan program pemerintah serta menyelesaikan berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Penanganan persoalan sosial harus dilakukan secara tegas, namun tetap mengedepankan pendekatan humanis. “Waktu uji coba hanya enam bulan. Kalau rapornya bagus, silakan lanjut. Kalau kurang bagus, mohon maaf, banyak yang antre di posisi Bapak dan Ibu sekalian,” tegas Munafri.
Posisi Strategis di Bidang Administrasi
Selain jajaran camat, pelantikan juga mengisi sejumlah posisi strategis di bidang administrasi, perencanaan, keuangan, dan urusan umum. Appi menilai, jabatan administrasi memiliki peran krusial dalam menjaga kesinambungan sistem kelembagaan serta memastikan pelaporan berjalan tertib dan tepat waktu.
Ia menekankan pentingnya penerapan manajemen talenta oleh Badan Kepegawaian Daerah dalam proses pengisian jabatan ke depan. “Manajemen talenta harus diterapkan agar ASN memiliki jenjang karier yang jelas dan sesuai dengan kompetensinya,” ujarnya.
Kolaborasi dan Integritas
Appi mengingatkan kompleksitas persoalan perkotaan menuntut kerja sama lintas sektor yang solid. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah menghilangkan ego sektoral dan mengedepankan kolaborasi demi pelayanan publik yang optimal. “Saya tidak mau lagi ada ego sektoral. Orang besar tidak bercerita tentang individu, tapi tentang ide dan gagasan,” katanya.
Ia juga mengingatkan seluruh ASN agar terus meningkatkan kapasitas diri dan tidak berhenti belajar. Menurutnya, integritas sangat penting di tengah sistem pengawasan yang semakin ketat. “Jangan coba bermain-main dengan sistem. Kalau integritas hilang, jangan harap semua bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.
Penyegaran Jabatan di Pemkot Makassar
Di akhir sambutannya, Munafri memastikan rotasi jabatan akan terus berlanjut sesuai kebutuhan organisasi. Saat ini, posisi Camat Wajo sedang dalam proses penunjukan pelaksana tugas setelah Maharuddin dipindahkan ke Camat Biringkanaya.
Kepala BKPSDMD Makassar Kamelia Thamrin Tantu menyatakan, dari 109 pejabat yang dilantik, sebanyak 41 orang mendapatkan promosi. Selebihnya merupakan pergeseran jabatan atau mutasi. Namun, terdapat pula empat pejabat yang mengalami demosi.
Masih terdapat sejumlah jabatan belum terisi di lingkup Pemkot Makassar. Untuk jabatan administrator atau eselon III, kekosongan disebut kurang dari 10 posisi. Sedangkan jabatan pengawas atau eselon IV masih cukup banyak yang kosong, terutama di tingkat kelurahan.
“Kalau pengawas itu masih banyak, apalagi di kelurahan. Kita masih melakukan pemetaan,” jelasnya. Ia menambahkan, ke depan pengisian jabatan akan dilakukan berbasis manajemen talenta sesuai arahan Wali Kota Makassar.
Namun, penerapan sistem tersebut masih terkendala kelengkapan data pegawai. “Data pegawai sebenarnya sudah ada, tapi belum lengkap. Yang terisi kebanyakan data dasar seperti tanggal lahir. Padahal, manajemen talenta membutuhkan data potensi, pelatihan, dan kompetensi,” katanya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot telah menurunkan tim ke seluruh OPD guna membantu pembaruan dan pengisian data kinerja pegawai. “Uji kompetensi tetap harus. Kalau sudah UKom, potensi pegawai akan terlihat jelas dan memudahkan pimpinan dalam menentukan pilihan,” katanya.
Ia memastikan, seluruh jabatan termasuk eselon II akan masuk dalam sistem manajemen talenta. Saat ini, Pemkot Makassar masih berada pada tahap perbaikan dan pemutakhiran data pegawai. “Kemarin kami sudah koordinasi dengan BKN. Tim dari Kanreg juga sudah datang. Minggu depan rencananya pra-ekspos, lalu diekspos di kementerian,” tegasnya.
