Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Politik

Pertemuan Arus Besar NU

Lani Kaylila
Last updated: April 22, 2026 12:04 am
Lani Kaylila
Share
5 Min Read
SHARE

Pertemuan Kekuatan NU di Pesantren Bina Insan Mulia

Pertemuan yang berlangsung di Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA), Cirebon, pada malam 14 April 2026 bukan sekadar silaturahmi biasa. Di sana, dua tokoh utama Nahdlatul Ulama (NU) bertemu: KH Imam Jazuli Lc., MA dan Prof. KH Asep Saifuddin Chalim. Mereka adalah dua kutub “energi” NU yang saling melengkapi, bukan saling bertentangan.

Menjelang Muktamar NU, resonansi dan aroma “koalisi” dari pertemuan ini terasa sangat kuat. Keduanya adalah prototipe kiai masa depan: mandiri secara ekonomi, progresif secara intelektual, namun tetap merunduk dalam tradisi. Berikut adalah sepuluh benang merah yang menyatukan keduanya:

  • Darah biru dari Gunung Jati

    Keduanya tidak hanya sebagai tokoh spiritual, tapi juga memiliki garis keturunan yang kuat. Mereka sama-sama menyambung ke Trah Sunan Gunung Jati. Inilah modal sosial sekaligus spiritual. Darah dakwah yang moderat namun tegas sudah mengalir di nadi mereka jauh sebelum gelar akademik mentereng itu tersemat.

  • Selesai dengan urusan perut

    Ini adalah hal langka. Banyak orang ingin memimpin organisasi karena mencari hidup, tapi Kiai Imam dan Kiai Asep justru sudah “selesai dengan dirinya sendiri”. Mereka diberikan keberlimpahan kekayaan. Bagi mereka, harta bukan lagi tujuan, melainkan sekadar alat untuk melayani umat. Kalau kiai sudah kaya, ia tidak bisa dibeli, dan itulah awal dari independensi.

  • Tangan di atas yang tak pernah lelah

    Kedermawanan keduanya sudah menjadi buah bibir. Mereka adalah antitesis dari citra kiai yang “menunggu amplop”. Di tangan mereka, uang berubah menjadi beasiswa, gedung sekolah, dan bantuan sosial. Mereka mempraktekkan tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah dalam skala yang kolosal.

  • Dua “imperium” di dua Provinsi utama

    Kiai Imam membangun pendidikan Bina Insan Mulia di Jawa Barat, sementara Kiai Asep dengan Amanatul Ummah di Jawa Timur. Keduanya memegang rekor pesantren berbasis sekolah terbesar di provinsinya masing-masing. Ini bukan soal gagah-gagahan bangunan, tapi soal kapasitas menampung ribuan mimpi santri.

  • Kiblat pesantren progresif

    Inilah “laboratorium” masa depan NU. Jika Amanatul Ummah (AU) dikenal sebagai mesin pencetak santri yang menjebol gerbang PTN favorit, maka BIMA adalah jembatan emas bagi santri untuk meraih beasiswa luar negeri. Keduanya membuktikan bahwa santri tidak boleh hanya jago baca kitab, tapi juga harus menguasai sains dan diplomasi global.

  • Arsitek gagasan di tubuh NU

    Mereka tidak diam di menara gading. Lewat kiprahnya di Pergunu (Kiai Asep) dan RMI (Kiai Imam), keduanya menyuntikkan ide-ide segar untuk memajukan NU. Mereka ingin NU bergerak lebih cepat, lebih profesional, dan lebih berdampak nyata secara sistemik.

  • Akar tradisi yang menghujam

    Meski pemikirannya modern, sanad keilmuan mereka tetap “tua” dan autentik. Kiai Imam adalah produk Lirboyo, sementara Kiai Asep dari Al-Khoziny. Ini adalah jaminan mutu bahwa sehebat apa pun inovasi yang mereka buat, ruhnya tetaplah pesantren. Jaringan alumni kedua pesantren tua ini sangat kuat dan solid di akar rumput.

  • Suara rakyat adalah suara Tuhan

    Hasil survei terbaru menunjukkan fakta yang tak bisa dibantah: keduanya meraih suara terbanyak. Ini adalah bukti otentik bahwa mereka dikehendaki oleh warga Nahdliyin. Elektabilitas ini bukan hasil pencitraan semalam, melainkan akumulasi dari pengabdian bertahun-tahun yang dirasakan langsung oleh umat.

  • Menari di antara Kekuasaan

    Keduanya memiliki kedekatan dengan penguasa dan partai politik. Namun, mereka tidak menjadi alat politik. Sebaliknya, mereka menjadikan politik sebagai alat perjuangan. Mereka duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan para pemangku kebijakan, memastikan aspirasi pesantren tetap menjadi arus utama dalam pembangunan nasional.

  • Rumah bagi semua golongan

    Lihatlah siapa tamu mereka. Dari politisi lintas partai, pejabat tinggi, hingga rakyat jelata, semua diterima dengan hangat. Luasnya pengaruh mereka membuat pesantren keduanya menjadi “titik temu” (common ground) bagi berbagai kepentingan. Mereka adalah pengayom yang bisa berkomunikasi dengan siapa saja tanpa kehilangan identitas keulamaannya.

Pertemuan dua tokoh beda generasi di Bina Insan Mulia kemarin malam adalah sebuah pesan bisu namun tajam: bahwa NU memiliki stok pemimpin yang tangguh secara finansial, intelektual, dan spiritual. Jika dua kekuatan ini bersinergi, Muktamar NU bukan lagi soal perebutan kursi, melainkan soal bagaimana membawa gerbong besar ini menuju kejayaan di abad kedua. Wallahu’alam.



KH Imam Jazuli Lc., MA dan Prof. KH Asep Saifuddin Chalim Pertemuan saat di Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA), Cirebon – (Dok Istimewa)

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByLani Kaylila
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Politik

Rakyat Menolak Pilkada DPRD, Saiful Mujani Sebut Politik Uang dari Politisi

December 31, 2025
Politik

Warga TPU Menteng Pulo Ditempatkan Kembali, Kehidupan di Tengah Makam Berakhir

December 3, 2025
Politik

Trump Ancam Hancurkan Fasilitas Energi Iran Jika Selat Hormuz Ditutup

April 3, 2026
Politik

Golkar Sulsel Siap Musda, Muhidin Pastikan Calon Ketua Diresmikan Bahlil

March 15, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?