Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Politik

Fakta Terkini dan Kronologi Pemimpin BEM UGM Diteror, Istana Kritik Adab Ketimuran

Rommy Argiansyah
Last updated: February 20, 2026 11:35 pm
Rommy Argiansyah
Share
5 Min Read
SHARE

Penelusuran Teror terhadap Ketua BEM UGM

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada, Tiyo Ardianto, mengaku menerima ancaman dan intimidasi melalui pesan WhatsApp dari nomor asing. Hal ini terjadi setelah ia menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah, khususnya terkait kasus anak yang bunuh diri di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, ia juga mengaku diteror dengan dugaan penguntitan oleh dua orang tak dikenal.

Contents
  • Penelusuran Teror terhadap Ketua BEM UGM
  • Respons Istana Kepresidenan
  • Pemilihan Diksi yang Perlu Diwaspadai
  • Penyelidikan atas Ancaman Teror
  • Penggunaan Kata-Kata yang Menuai Polemik
  • Pengiriman Surat ke UNICEF
  • Teror Melalui Pesan WhatsApp
  • Dugaan Penguntitan

Respons Istana Kepresidenan

Istana Kepresidenan merespons berita tersebut dengan menegaskan bahwa kritik merupakan hal yang dijamin konstitusi. Namun, mereka meminta penyampaiannya tetap mengedepankan etika, adab, serta pemilihan diksi yang tepat. Menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, meskipun kebebasan berpendapat adalah hak konstitusi, cara menyampaikannya harus dilakukan dengan tanggung jawab.

“Menyampaikan kritik atau masukan itu selalu kami sampaikan bahwa itu sah-sah saja gitu. Nah, tetapi tentu kita mengimbau kepada semuanya untuk menyampaikan segala sesuatu itu dengan penuh tanggung jawab juga, kemudian juga mengedepankan etika, adab, adat-adat ketimuran gitu lho,” ujarnya dalam pernyataannya.

Pemilihan Diksi yang Perlu Diwaspadai

Sebagai sesama alumni UGM yang pernah aktif di BEM, Prasetyo mengingatkan pentingnya pemilihan diksi dalam menyampaikan pendapat. Ia meminta para aktivis mahasiswa untuk menghindari penggunaan kata-kata yang dianggap tidak sopan.

“Penyampaian pendapatnya enggak ada masalah, tapi caranya itu kan juga itu perlu menjadi pelajaran bagi kita semua kan. Misalnya, hindarilah menggunakan kata-kata yang tidak sopan atau kurang baik. Ini berlaku untuk siapa pun ya, tidak hanya untuk adik saya yang dari BEM UGM,” tambahnya.

Penyelidikan atas Ancaman Teror

Prasetyo mengaku belum mengetahui secara pasti siapa pelaku ancaman teror yang dialami Ketua BEM UGM. Namun, ia menegaskan bahwa konstitusi tetap menjamin kebebasan berpendapat.

“Kalau teror kita enggak tahulah siapa yang meneror ya. Tapi kalau berkenaan dengan apa yang disampaikan konstitusi kan menjamin kebebasan berpendapatnya ya. Maka sekali lagi yang bisa kita sarankan ya sampaikanlah dengan arif caranya, jalurnya yang bijak dan pemilihan diksi mungkin juga itu penting,” ujarnya.

Penggunaan Kata-Kata yang Menuai Polemik

Tiyo menjelaskan alasan penggunaan diksi yang menuai polemik dalam surat yang dikirim ke United Nations Children’s Fund (UNICEF). Ia mengatakan bahwa istilah “stupid” digunakan karena merasa Presiden tidak sadar terhadap realitas sosial yang terjadi di Indonesia.

“Rasanya pak presiden ini tidak sadar bahwa beliau punya ketidaktahuan terhadap realitas ini. Ketidaktahuan itu kita ambil sebagai diksi stupid. Karena dalam KBBI, bodoh itu artinya tidak tahu. Maka kita ingin supaya ada pihak luar yang didengar oleh Presiden, ketimbang publiknya sendiri,” ucapnya.

Pengiriman Surat ke UNICEF

Surat tersebut dikirim sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi sosial di dalam negeri. Isinya menyentil ironi di mana seorang anak di Ngada, NTT, memilih mengakhiri hidup karena tidak mampu membeli pena dan buku, sementara negara menggelontorkan dana Rp 16,7 triliun untuk iuran pada Board of Peace (BoP).

Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1,2 triliun per hari untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Teror Melalui Pesan WhatsApp

Pesan WhatsApp dari nomor asing masuk ke gawai milik Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto. Nomor tersebut terdeteksi berasal dari Inggris Raya, namun pesan disampaikan menggunakan Bahasa Indonesia. Pesan bernada intimidatif itu masuk secara berulang, di antaranya berisi kalimat: “Agen asing”, “Culik mau?”, “Jangan cari panggung jadi tongkosong”, “Cari dosamu entr”, “Banci”, serta “Jangan cari panggung loe ya jual narasi sampah”.

Pesan-pesan tersebut dikirim dari nomor yang sama, namun pada waktu yang berbeda-beda. Teror pertama kali diterima Tiyo pada Senin (9/2/2026). Selain itu, terdapat sekitar enam nomor asing lain yang terus menghubunginya, meski tidak ditanggapi.

Dugaan Penguntitan

Tidak hanya teror pesan singkat, mahasiswa Fakultas Filsafat UGM itu juga mengaku sempat dikuntit oleh dua orang tidak dikenal dan difoto dari kejauhan. Namun, kedua sosok bertubuh tegap tersebut menghilang saat dikejar.


Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByRommy Argiansyah
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Politik

Perang, Kebebasan, dan Masa Depan Kemanusiaan

March 19, 2026
Politik

Dito Ariotedjo Diperiksa KPK Terkait Kuota Haji

February 4, 2026
Politik

ASN Jambi yang Bolos WFH Setiap Jumat Terancam Pemotongan TPP 100 Persen

April 20, 2026
Politik

Batas Waktu Mengancam Perjanjian Media Indonesia-AS

March 23, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?