Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Gaya Hidup

9 Pelajaran Hidup dari Orang yang Tenang dengan Kehidupan Mereka Menurut Psikologi

Lani Kaylila
Last updated: February 28, 2026 11:47 pm
Lani Kaylila
Share
6 Min Read
SHARE

Contents
  • Kehidupan yang Tenang dan Damai
  • 1. “Terima kenyataan, tapi jangan berhenti bertumbuh.”
  • 2. “Tidak semua hal harus dimenangkan.”
  • 3. “Harga diriku tidak ditentukan oleh pencapaian.”
  • 4. “Perasaan bukan musuh.”
  • 5. “Aku tidak bisa mengontrol semuanya—dan itu tidak apa-apa.”
  • 6. “Hubungan lebih penting daripada gengsi.”
  • 7. “Masa lalu adalah guru, bukan penjara.”
  • 8. “Kesederhanaan membawa ketenangan.”
  • 9. “Hidup bukan tentang bahagia terus, tapi tentang utuh.”
  • Penutup

Kehidupan yang Tenang dan Damai

Ada orang-orang yang hidupnya tidak selalu mudah, tetapi wajah mereka tetap tenang. Mereka tidak selalu punya segalanya, tetapi hati mereka terasa cukup. Mereka bukan tanpa masalah—mereka hanya sudah berdamai dengan hidupnya. Dalam psikologi, kondisi ini sering dikaitkan dengan konsep psychological well-being yang dipopulerkan oleh Carol Dweck dan juga dikembangkan dalam teori kesejahteraan psikologis oleh Carol Ryff. Selain itu, pendekatan positive psychology dari Martin Seligman juga menjelaskan bahwa kebahagiaan bukan sekadar emosi sesaat, melainkan hasil dari makna, relasi, dan penerimaan diri.

Berdasarkan berbagai penelitian psikologi, terdapat 9 nasihat yang hampir selalu muncul dari orang-orang yang benar-benar berdamai dengan hidup mereka. Berikut adalah beberapa dari mereka:

1. “Terima kenyataan, tapi jangan berhenti bertumbuh.”

Orang yang damai bukan berarti pasrah tanpa usaha. Mereka menerima apa yang tidak bisa diubah, tetapi tetap memperbaiki apa yang bisa mereka kendalikan. Dalam psikologi, ini dikenal sebagai radical acceptance—konsep yang banyak dibahas dalam terapi perilaku dialektis. Penerimaan bukan menyerah, melainkan berhenti melawan realitas agar energi bisa digunakan untuk bertindak. Mereka tidak berkata, “Kenapa ini terjadi padaku?” Mereka berkata, “Ini terjadi. Sekarang aku mau melakukan apa?”

2. “Tidak semua hal harus dimenangkan.”

Orang yang belum berdamai cenderung ingin selalu benar. Orang yang sudah damai lebih memilih hubungan daripada ego. Psikologi hubungan menunjukkan bahwa kebutuhan untuk selalu menang sering berasal dari rasa tidak aman. Sebaliknya, kedewasaan emosional membuat seseorang mampu berkata, “Kali ini aku mengalah, bukan karena aku salah, tapi karena ini tidak sepenting itu.” Damai sering kali lahir dari kemampuan memilih pertempuran.

3. “Harga diriku tidak ditentukan oleh pencapaian.”

Budaya modern sering mengajarkan bahwa nilai diri sama dengan prestasi. Namun penelitian tentang self-worth menunjukkan bahwa harga diri yang sehat bersifat stabil dan tidak tergantung pada validasi eksternal. Konsep self-compassion yang diperkenalkan oleh Kristin Neff menekankan bahwa memperlakukan diri dengan kebaikan saat gagal justru meningkatkan ketahanan mental. Orang yang damai tidak berkata, “Aku gagal, berarti aku tidak berharga.” Mereka berkata, “Aku gagal, tapi aku tetap berharga.”

4. “Perasaan bukan musuh.”

Banyak orang menghindari emosi negatif. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa menekan emosi justru memperburuk stres. Orang yang berdamai memahami bahwa sedih, kecewa, cemas—semua itu bagian dari pengalaman manusia. Mereka tidak membenci emosinya. Mereka mendengarkannya. Kesadaran ini sejalan dengan praktik mindfulness yang dipopulerkan oleh Jon Kabat-Zinn, yang menekankan pengamatan tanpa menghakimi. Damai muncul ketika kita berhenti berperang dengan perasaan sendiri.

5. “Aku tidak bisa mengontrol semuanya—dan itu tidak apa-apa.”

Dalam psikologi ada konsep locus of control. Orang yang sehat secara mental fokus pada apa yang bisa mereka kendalikan, bukan pada hal-hal di luar kuasa mereka. Mereka sadar:
– Tidak semua orang akan menyukai mereka.
– Tidak semua rencana akan berhasil.
– Tidak semua harapan akan terwujud.
Dan mereka tetap tenang.

6. “Hubungan lebih penting daripada gengsi.”

Studi panjang tentang kebahagiaan dari Harvard University menunjukkan bahwa kualitas hubungan adalah prediktor utama kebahagiaan jangka panjang. Orang yang berdamai menginvestasikan waktu pada hubungan yang sehat. Mereka belajar meminta maaf. Mereka belajar memaafkan. Mereka belajar hadir. Karena pada akhirnya, yang membuat hidup terasa penuh bukanlah pencapaian, melainkan keterhubungan.

7. “Masa lalu adalah guru, bukan penjara.”

Orang yang belum berdamai sering hidup dalam penyesalan. Orang yang sudah damai menjadikan masa lalu sebagai pelajaran. Pendekatan terapi seperti logotherapy dari Viktor Frankl menekankan bahwa manusia selalu bisa memilih makna, bahkan dari penderitaan. Mereka mungkin pernah terluka. Tapi mereka tidak membiarkan luka itu mendefinisikan seluruh identitas mereka.

8. “Kesederhanaan membawa ketenangan.”

Penelitian dalam psikologi kebahagiaan menunjukkan bahwa setelah kebutuhan dasar terpenuhi, peningkatan materi tidak selalu sebanding dengan peningkatan kebahagiaan. Orang yang berdamai menyederhanakan hidupnya—bukan karena tidak mampu memiliki lebih, tetapi karena mereka tahu apa yang cukup. Mereka mengurangi perbandingan. Mereka membatasi distraksi. Mereka memilih kedalaman daripada keramaian.

9. “Hidup bukan tentang bahagia terus, tapi tentang utuh.”

Konsep eudaimonic well-being menjelaskan bahwa hidup yang baik bukan sekadar hidup yang menyenangkan, tetapi hidup yang bermakna. Menurut teori kesejahteraan dari Martin Seligman, kebahagiaan sejati terdiri dari emosi positif, keterlibatan, relasi, makna, dan pencapaian (PERMA). Orang yang berdamai tidak mengejar kebahagiaan setiap saat. Mereka menerima spektrum penuh kehidupan—naik dan turun, terang dan gelap—sebagai satu kesatuan. Dan di situlah letak kedamaian: bukan pada hidup yang sempurna, tetapi pada hati yang menerima.

Penutup

Berdamai dengan hidup bukan berarti hidup tanpa masalah. Itu berarti berhenti melawan kenyataan dan mulai bekerja sama dengannya. Orang-orang yang benar-benar damai bukan karena mereka paling beruntung. Mereka damai karena cara berpikir mereka berubah. Mungkin pertanyaannya bukan lagi: “Bagaimana caranya hidupku sempurna?” Tetapi: “Bagaimana caranya aku bisa menerima hidup ini—dan tetap bertumbuh di dalamnya?” Karena pada akhirnya, kedamaian bukan sesuatu yang ditemukan di luar. Ia dibangun perlahan di dalam diri.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByLani Kaylila
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Gaya Hidup

Empat menu sempurna untuk sahur, takjil, dan berbuka

March 14, 2026
Gaya Hidup

Orang yang Tetap Cerdas di Usia 80-an Punya 3 Kebiasaan Ini yang Biasanya Ditinggalkan Setelah Pensiun

February 17, 2026
Gaya Hidup

Ingin Ruangan Nyaman? Hindari 6 Dekorasi Ini!

March 26, 2026
Gaya Hidup

Wisata NTT: Keindahan Baru di Labuan Bajo dari Puncak Bukit

February 4, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?