Kekalahan Persija Jakarta, Tanda Bahaya bagi Persebaya Surabaya
Alih-alih merasa puas dengan kemenangan yang baru saja diraih, pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, justru melihat kekalahan Persija Jakarta sebagai tanda bahaya. Dalam laga pekan ke-27 Super League 2025/2026, Persebaya akan menghadapi tim tuan rumah di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada hari Sabtu (11/4/2026).
Laga ini menjadi sangat penting bagi Persebaya jika ingin kembali masuk lima besar klasemen Super League. Saat ini, Persebaya berada di posisi keenam dengan total 42 poin. Mereka hanya tertinggal dua poin dari Bhayangkara FC yang ada di posisi kelima dan empat poin dari Malut United yang menempati posisi keempat.
Untuk mencapai target tersebut, kemenangan menjadi hal yang sangat penting. Namun, misi ini tergolong sulit karena lawan yang dihadapi bukanlah tim sembarangan. Menurut Bernardo Tavares, tim-tim yang berada di papan atas terus bersaing secara ketat, sehingga perjuangan Persebaya tidak akan mudah.
Mental Bertanding yang Kuat
Pelatih asal Portugal ini menilai bahwa Persija Jakarta memiliki mental bertanding yang sangat kuat, terutama saat bermain di kandang sendiri. Hal ini membuatnya yakin bahwa Persebaya akan kesulitan untuk mencuri poin dalam laga ini.
Meski Persija baru saja kalah dari Bhayangkara FC dengan skor 2-3, Bernardo Tavares justru melihat ini sebagai momentum yang bisa dimanfaatkan oleh Macan Kemayoran untuk bangkit. Ia percaya bahwa kekalahan ini akan memicu semangat Rizky Ridho dan rekan-rekannya untuk tampil lebih garang dalam pertandingan melawan Persebaya.
“Tidak ada tim yang suka kalah,” ujarnya. “Saya yakin setelah kekalahan itu, mereka akan beraksi.”
Persiapan yang Matang
Untuk menghadapi laga ini, Bernardo Tavares mengingatkan para pemainnya agar tetap waspada. Ia menekankan pentingnya bermain berani karena Persija memiliki karakter kuat dan mental bertanding yang bagus. Selain itu, laga ini akan digelar di hadapan suporter sendiri, yang tentunya akan memberikan tekanan tambahan.
“Mereka tim kuat dan sedang bersaing di papan atas,” katanya.
Oleh karena itu, ia juga mengingatkan anak asuhnya untuk bermain disiplin sejak awal. Menurutnya, cara terbaik untuk membongkar pertahanan rapat Persija adalah dengan bermain konsisten. Ia juga menegaskan bahwa kesalahan sekecil apa pun tidak boleh terjadi.
Persebaya diharapkan bisa tampil solid saat menguasai bola dan menunjukkan intensitas permainan yang tinggi. Ini penting karena tim ingin bisa mencetak gol lebih cepat. Selain itu, saat tidak menguasai bola, Toni Firmansyah dan rekan-rekannya harus saling menjaga dengan baik untuk mencegah terjadinya gol.
“Kami butuh konsistensi, terutama saat kami tidak menguasai bola,” tuturnya.
