Rencana Relokasi Warga Kampung Bilik Masih Tanda Tanya
Rencana relokasi warga Kampung Bilik, Kalideres, Jakarta Barat untuk dijadikan tempat pemakaman umum (TPU) Pegadungan hingga kini masih menuai tanda tanya. Warga mengaku belum mendapatkan informasi yang jelas dan transparan terkait kepastian relokasi yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Jakarta Barat.
Salah satu warga Kampung Bilik, Lusi, mengatakan hingga saat ini mayoritas warga belum benar-benar memahami rencana relokasi tersebut. Menurutnya, informasi yang diterima warga masih simpang siur dan belum pernah disampaikan secara resmi dalam forum bersama.
“Rencana relokasinya kayaknya sih belum transparan ya. Warga itu masih belum ngerti banget, belum tahu jelasnya seperti apa,” ujar Lusi saat ditemui di kediamannya, Rabu (21/1/2026).
Bantah Pernyataan Wali Kota
Lusi pun membantah pernyataan Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah yang menyebut sudah ada 20 warga Kampung Bilik siap direlokasi ke Rusun sebelum Ramadan tahun ini. Lusi menyebut dari ratusan warga yang terdampak, baru sekitar 10 orang yang menyatakan bersedia direlokasi.
Namun, kata dia, masih sebatas pernyataan lisan dan belum ada kepastian atau konfirmasi resmi dari pihak pemerintah.
“Yang mau itu baru sekitar 10 orang, tapi katanya juga belum ada. Ini cuma ucapan aja, belum ada konfirmasi,” ucapnya.
Asal di Jakarta Barat
Lusi juga menyinggung informasi yang sempat disampaikan bahwa Pemkot Jakarta Barat telah menyiapkan dua rumah susun, yakni Rusun Pesakih dan Rusun Tegal Alur, sebagai lokasi relokasi warga Kampung Bilik. Menurutnya, apabila relokasi benar-benar dilakukan ke Rusun Tegal Alur atau Pesakih, sebagian besar warga bersedia untuk pindah.
“Kalau memang di Tegal Alur atau Pesakih sih oke aja. Warga juga mau,” katanya. Namun, ia menegaskan warga menolak jika harus direlokasi ke wilayah Jakarta Utara, Jakarta Selatan, atau Jakarta Timur. Warga Kampung Bilik berharap tetap direlokasi di wilayah Jakarta Barat.
“Kalau ke utara, selatan, atau timur warga enggak mau. Maunya tetap di Jakarta Barat,” jelas Lusi.
Meski demikian, hingga kini warga mengaku belum menerima kepastian apakah relokasi benar-benar akan dilakukan ke Rusun Tegal Alur atau Pesakih.
“Belum ada kepastian sama sekali,” ujarnya.
Tak Diajak Dialog
Lusi juga membenarkan bahwa Wali Kota Jakarta Barat sempat datang ke Kampung Bilik pekan lalu. Namun, kunjungan tersebut disebut hanya sebatas peninjauan lokasi tanpa berdialog langsung dengan warga yang terdampak.
“Iya memang datang, tapi enggak ketemu warga. Katanya cuma ninjau aja,” ungkapnya. Ia menilai seharusnya pemerintah mengajak warga berdialog dan mengumpulkan masyarakat terdampak agar rencana relokasi bisa dipahami bersama.
“Harusnya warga yang terdampak dikumpulin, diajak bicara,” katanya.
Jangan Mepet Lebaran
Terkait tenggat waktu relokasi yang disebut-sebut sampai setelah Lebaran, Lusi mengatakan warga berharap adanya perpanjangan waktu. Menurutnya, jadwal tersebut terlalu mepet dan memberatkan warga.
“Kalau masyarakat sih maunya ada perpanjangan. Habis Lebaran itu kan ada yang pulang kampung, silaturahmi ke saudara. Terlalu mepet,” tuturnya.
Bakal Jadi TPU
Diketahui, Kampung Bilik nantinya akan dijadikan lahan TPU Pegadungan untuk mengatasi krisis makam di Jakarta Barat. Pemkot Jakarta Barat mengklaim lahan yang ditempati warga Kampung Bilik adalah milik Pemprov DKI Jakarta. Nantinya, warga Kampung Bilik yang ber-ktp Jakarta akan direlokasi ke dua rusun yang ada di Jakarta Barat yakni Rusun Pesakih dan Rusun Tegal Alur.
Relokasi Dua Tahap
Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengatakan, relokasi warga Kampung Bilik akan dilakukan dua tahap yakni untuk warga ber-KTP Jakarta dan luar Jakarta. Saat ini Pemkot Jakarta Barat terus mendata terkait jumlah warga yang tinggal di lahan yang nantinya akan dijadikan TPU Pegadungan.
“Untuk yang ber-KTP DKI, kita akan data kembali. Kemarin kita sudah data berapa banyak anak-anak, berapa banyak lansia, ada juga yang kemarin yang sakit jiwa,” kata Iin kepada wartawan, Rabu (14/1/2026). Sementara itu, untuk warga yang ber-KTP Jakarta, 21 orang di antaranya mengaku sudah setuju untuk direlokasi ke rumah susun. Total ada dua rusun yang disiapkan yakni Rusun Pesakin dan Rusun Tegal Alur. Rencananya, relokasi awal dilakukan sebelum Ramadan tahun ini.
“Kemudian yang kedua, yang terkait dengan ber-KTP DKI, ada 21 orang yang sudah siap akan kita relokasi di awal sebelum bulan Ramadan,” kata Iin. Iin mengatakan, dirinya telah meminta kepada pengelola rusun agar fasilitas unit yang akan ditempati warga eks Kampung Bilik harus berfungsi.
“Kemarin saya lihat ada beberapa yang harus perlu di-follow up ya, tapi kepala UPT Rusun akan melaksanakan tindak lanjuti beberapa poin-poin yang kami lakukan kemarin ada evaluasi,” ujarnya.
127 Keluarga
Diketahui, total ada 127 keluarga yang selama ini menempati lahan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal terdampak penggusuran dalam waktu dekat. Dari total 127 KK, sebanyak 113 KK ber-KTP DKI, sementara sisanya berasal dari luar daerah, seperti Tangerang.
