Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Bisnis

UBS Siap Masuk Bisnis Kripto

Denis Arjuna
Last updated: February 4, 2026 11:45 pm
Denis Arjuna
Share
4 Min Read
SHARE



NEW YORK,

– UBS Group AG berencana untuk membuka akses investasi aset kripto bagi sebagian nasabah private banking. Langkah ini bisa menjadi terobosan besar bagi salah satu pengelola kekayaan terbesar di dunia yang selama ini dikenal berhati-hati terhadap aset digital.

Bank raksasa asal Swiss ini, yang hingga 30 September mengelola aset kekayaan sekitar 4,7 triliun dollar AS, saat ini tengah menyeleksi mitra untuk menghadirkan layanan kripto. Beberapa sumber yang mengetahui pembahasan ini menyebutkan bahwa diskusi telah berlangsung selama beberapa bulan, namun UBS belum mengambil keputusan final terkait skema layanan yang akan diterapkan.

Pada tahap awal, UBS disebut akan memungkinkan sejumlah nasabah private bank di Swiss untuk melakukan transaksi jual beli Bitcoin dan Ether. Setelah itu, layanan serupa berpeluang diperluas ke wilayah Asia Pasifik dan Amerika Serikat. Rencana ini menandai perubahan sikap signifikan UBS terhadap aset kripto. Selama bertahun-tahun, UBS cenderung mengambil posisi konservatif terhadap token digital. Namun, dinamika industri mendorong bank tersebut untuk bergerak.

Beberapa pesaing di Wall Street, seperti JPMorgan Chase & Co. dan Morgan Stanley, telah memperluas bisnis aset digital, terutama setelah Donald Trump kembali ke Gedung Putih, yang dinilai memberi tekanan kompetitif bagi UBS. Dorongan UBS masuk lebih dalam ke aset kripto juga dipicu oleh meningkatnya permintaan dari nasabah kaya.

UBS menyatakan terus memantau perkembangan teknologi dan pasar untuk menyesuaikan layanan dengan kebutuhan klien, sekaligus tetap memperhatikan aspek regulasi dan manajemen risiko. “Sebagai bagian dari strategi aset digital UBS, kami secara aktif memantau perkembangan dan menjajaki berbagai inisiatif yang mencerminkan kebutuhan klien, perkembangan regulasi, tren pasar, serta kontrol risiko yang kuat,” ujar juru bicara UBS.

Ia menambahkan, UBS mengakui pentingnya teknologi distributed ledger seperti blockchain yang menjadi fondasi aset digital. Sejauh ini, seperti banyak bank global lainnya, UBS lebih memfokuskan pengembangan aset digital pada infrastruktur berbasis blockchain, misalnya untuk dana ter-tokenisasi dan sistem pembayaran.

Ekspansi ke perdagangan kripto berjalan lebih lambat, terutama karena ketatnya aturan permodalan dalam kerangka Basel III. Ketua UBS, Colm Kelleher, sebelumnya menyatakan perlunya kerangka regulasi yang memungkinkan bank mengakomodasi minat nasabah terhadap token digital.

Dorongan perubahan aturan juga datang dari Amerika Serikat. Basel Committee pada November lalu menyatakan akan mempercepat peninjauan sejumlah ketentuan terkait kepemilikan kripto oleh bank, yang berpotensi membuka ruang bagi inisiatif baru industri perbankan.

Rencana UBS ini mencerminkan keterlibatan institusi keuangan besar yang kian dalam di sektor kripto. Di Amerika Serikat, dana ETF kripto yang dipimpin oleh BlackRock melalui produk iShares Bitcoin Trust telah mengelola hampir 140 miliar dollar AS aset sejak pertama kali disetujui dua tahun lalu. Sementara itu, Morgan Stanley menggandeng ZeroHash untuk memungkinkan nasabah E*Trade memperdagangkan aset kripto populer mulai paruh pertama tahun ini.

JPMorgan juga tengah menjajaki layanan perdagangan kripto bagi klien institusional. Bisnis perdagangan kripto terbukti menguntungkan bagi sejumlah pelaku. Robinhood Markets Inc. mencatatkan pendapatan 626 juta dollar AS dari perdagangan kripto sepanjang 2024, lebih dari tiga kali lipat pendapatan dari perdagangan saham.

UBS sendiri sebelumnya telah membuka akses perdagangan ETF terkait kripto bagi nasabah kaya di Hong Kong pada November 2023, mengikuti langkah pesaing seperti HSBC Holdings Plc. Meski demikian, sikap internal UBS terhadap kripto tidak selalu sejalan. Mantan Ketua UBS, Axel Weber, yang juga mantan bankir sentral, pernah menyatakan pandangan pesimistis terhadap kripto. Pada akhir 2021, tak lama setelah Bitcoin mencetak rekor tertinggi, Weber menilai konsep pembayaran anonim “tidak akan bertahan,” katanya.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByDenis Arjuna
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Bisnis

PLN Selesaikan Proyek ECRL Lebih Cepat

March 14, 2026
Bisnis

Pergerakan Saham Bank Menjelang Penutupan 2025, Beberapa Naik 43%

December 31, 2025
Bisnis

Lender Dana Syariah Indonesia Desak Pindar Susun Rencana Pembayaran Pokok

December 22, 2025
Bisnis

Pembaruan Harga Liontin Batik Antam Seri III, Rp Berapa Per Gram?

January 22, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?