Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Bisnis

Transformasi Panjang PIHC Mengawal Program Pupuk Subsidi

Rommy Argiansyah
Last updated: December 29, 2025 9:19 am
Rommy Argiansyah
Share
8 Min Read
SHARE

Sejarah dan Perkembangan PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC)

PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) telah menjalani perjalanan panjang sejak didirikan pada 24 Desember 1959. Awalnya, perusahaan ini bernama PT Pupuk Sriwidjaja. Pada tahun 1998, perseroan menjadi Perusahaan Induk (Operating Holding) yang mengelola lima anak usaha, yaitu PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Iskandar Muda, dan PT Mega Eltra.

Contents
  • Sejarah dan Perkembangan PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC)
  • Evaluasi Implementasi Program Pupuk Subsidi
  • Perubahan Regulasi dan Penyempurnaan Program
  • Transformasi dan Inovasi di PT Pupuk Indonesia
  • Integrasi Sistem dan Akuntabilitas
  • Kapasitas Produksi dan Alokasi Pupuk Subsidi
  • Visi Hilirisasi dan Pengurangan Ketergantungan Impor
  • Pekerjaan Rumah yang Masih Ada

Program pupuk subsidi juga telah berjalan selama lebih dari lima dekade, dimulai pada 1969. Sistem penyaluran pupuk subsidi mengalami banyak perubahan seiring dengan perkembangan waktu. Pada masa awal, penyaluran dilakukan melalui program bimbingan massal (Bimas) dan intensifikasi massal (Inmas). Pada periode 1978-1998, pemerintah mengatur penuh program pupuk subsidi. Namun, pada 1998-2002, kebijakan tersebut sempat dihentikan, lalu kembali dilanjutkan pada 2003.

Pada 2009, sistem penyaluran pupuk subsidi menggunakan e-RDKK. Tepat pada 3 April 2012, PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) resmi menjadi holding BUMN pupuk, PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC).

Evaluasi Implementasi Program Pupuk Subsidi

Dokumen Pusat Analisis Anggaran dan Akuntabilitas Keuangan Negara Badan Keahlian Setjen DPR RI 2024 menunjukkan bahwa implementasi program pupuk subsidi masih memiliki beberapa masalah. Pertama, ada masalah penyelewengan distribusi pupuk subsidi. Disparitas harga antara pupuk bersubsidi dan non subsidi menjadi salah satu faktor penyebab penggunaan yang tidak tepat.

Kedua, terdapat kesenjangan antara supply dan demand. Subsidi pupuk dalam APBN 2024 ditetapkan sebesar Rp26,68 triliun, tetapi hanya mampu menyediakan pupuk sebesar 4,8 juta ton. Padahal, kebutuhan pupuk subsidi 2024 mencapai 10,7 juta ton. Tambahan anggaran Rp14 triliun untuk 2,5 juta ton pupuk subsidi di tahun tersebut masih menyisakan gap.

Ketiga, subsidi pupuk belum mampu meningkatkan produksi pertanian. Realisasi anggaran subsidi yang meningkat sepanjang 2018-2023 rupanya masih belum mampu meningkatkan produksi padi, jagung, kedelai, dan kakao. Contohnya, produksi padi 2023 hanya 53,63 juta ton, turun 5,57 juta ton dibanding realisasi 2018.

Perubahan Regulasi dan Penyempurnaan Program

Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2022 memfokuskan komoditas pertanian yang bisa mendapat pupuk subsidi dari 60 jenis tanaman menjadi 9 komoditas. Kemudian, Permentan Nomor 4 Tahun 2025 menambah komoditas ubi kayu. Dengan begitu, komoditas yang bisa mendapat pupuk subsidi adalah padi, jagung, kedelai, ubi kayu (subsektor tanaman pangan); cabai, bawang merah, bawang putih (subsektor hortikultura); tebu rakyat, kakao, kopi (subsektor perkebunan), dengan luas pertanian maksimal 2 hektar.

Jenis pupuk subsidi juga direvisi dari 6 jenis menjadi 2 jenis, yaitu urea dan NPK. Untuk 2025 ini, pemerintah juga memberi alokasi subsidi pupuk organik. Kementerian Pertanian mulai 22 Oktober juga memberlakukan penurunan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20%.

Transformasi dan Inovasi di PT Pupuk Indonesia

PT Pupuk Indonesia telah menerapkan teknologi 4.0 untuk meningkatkan kinerja operasional. Salah satu inovasi yang diluncurkan adalah Production Analytics Center (PAC) di bidang produksi. PAC mampu mengintegrasikan data operasi pabrik dan melakukan analitik data operasi dari 47 pabrik anak perusahaan secara terintegrasi. PAC memberikan visibilitas menyeluruh terhadap kinerja produksi, membantu unit produksi menganalisis dengan lebih akurat dan pengambilan keputusan operasi yang lebih tepat.

Teknologi tersebut juga dapat menciptakan efisiensi operasional bisnis. PAC memungkinkan pemantauan produksi yang lebih presisi, membantu mengambil langkah optimalisasi kinerja pabrik, dan peningkatan efisiensi secara menyeluruh. PAC juga mampu mendeteksi ketidaksesuaian atau anomali operasi terhadap benchmark secara dini, memproyeksikan sisa umur masa pakai berbagai equipment pabrik, serta merekomendasikan perawatan dilakukan tepat waktu. Dengan fitur ini, PAC mampu mengurangi downtime yang tidak terduga.

Inovasi lainnya adalah aplikasi Sales and Operation Planning (S&OP) Tools, sebuah sistem bantu simulasi optimasi profit dari proses S&OP. Selain itu, Integrated Distribution & Logistics Optimization (INDIGO) atau digital ekosistem yang terintegrasi. Terakhir, Retail Management System (Rekan/Ipubers) Pupuk Indonesia atau open platform retail management system yang dirancang dapat terintegrasi dengan sistem eksternal sebagai single platform sales channel di kios.

Integrasi Sistem dan Akuntabilitas

Untuk memastikan akuntabilitas penyelenggaraan program pupuk subsidi, Pupuk Indonesia juga telah melakukan integrasi sistem menyeluruh. Misalnya, seluruh kios pupuk resmi kini telah terhubung dengan Integrasi Pupuk Bersubsidi (i-Pubers), sebuah sistem digital yang memastikan transaksi, pengawasan harga, dan distribusi pupuk dapat dipantau secara transparan.

Melalui sistem ini, ketentuan HET baru otomatis tercantum pada aplikasi, sehingga petani dan pengelola kios tidak mengalami kebingungan dalam menerapkan harga baru. Selain itu, semua titik serah kini telah memasang stiker resmi HET terbaru yang membuat harga pupuk dapat diawasi secara langsung oleh masyarakat, mencegah penyimpangan, dan memastikan petani mendapatkan pupuk sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.

Kapasitas Produksi dan Alokasi Pupuk Subsidi

Pada Rabu 24 Desember 2025, tepat 66 tahun berdiri Pupuk Indonesia Group telah memiliki dan mengelola 5 pabrik utama yang terbentang dari Sumatera Utara hingga Kalimantan Timur. Secara keseluruhan, kapasitas produksi pupuk Pupuk Indonesia Group mencapai 14,65 juta per tahun, terdiri dari urea sebesar 9,36 juta ton per tahun, NPK 4,50 juta ton per tahun, ZA 750.000 ton per tahun dan ZK 20.000 ton per tahun. Selain itu, ada pula produk non-pupuk dengan kapasitas produksi sebesar 8,69 juta ton per tahun, terdiri dari amoniak 7,09 juta ton per tahun, asam fosfat 400.000 ton per tahun, dan asam sulfat 1,20 juta ton per tahun.

Adapun, untuk penugasan pupuk subsidi, pemerintah pada 2025 ini menetapkan alokasi sebesar 9,5 juta ton. Rinciannya, 4,6 juta ton pupuk urea, 4,2 juta ton pupuk NPK, pupuk NPK khusus komoditas kakao 147.000 ton, dan pupuk organik 500.000 ton.

Visi Hilirisasi dan Pengurangan Ketergantungan Impor

Tidak hanya berperan menyukseskan program pupuk subsidi, Pupuk Indonesia juga ikut andil dalam visi besar hilirisasi. Pada Oktober 2025 lalu, perseroan melalui anak usahanya PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Rekayasa Industri resmi melakukan groundbreaking pembangunan soda ash pertama di Indonesia. Saat beroperasi penuh, pabrik ini akan memiliki kapasitas produksi 300.000 metrik ton per tahun dan diperkirakan mampu memenuhi sekitar 30% kebutuhan soda ash nasional yang selama ini masih bergantung pada impor.

Pekerjaan Rumah yang Masih Ada

Meskipun transformasi dan inovasi yang dilakukan Pupuk Indonesia sudah cukup signifikan, masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar Indonesia bisa mencapai swasembada pangan. Persoalan lahan pertanian yang menyusut dan minimnya adopsi teknologi di sektor pertanian menjadi hal-hal yang ada di luar kewenangan BUMN Pupuk ini.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByRommy Argiansyah
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Bisnis

Galeri 24 Stagnan, UBS Turun, Antam? Cek Harga Emas dan Buyback di Pegadaian Pada Sabtu 3 Januari 2026

January 8, 2026
Bisnis

Asuransi Umum Targetkan Pertumbuhan Premi Konservatif Tahun 2026

January 14, 2026
Bisnis

Lowongan Kerja BPJS Ketenagakerjaan untuk Lulusan D3 dan S1, Cek Persyaratan!

April 15, 2026
Bisnis

BTN Pos Hadirkan Tabungan Milenial dengan Fitur Unggulan

January 19, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?