Jenazah Ervina Tiba di Rumah Duka
Jenazah Ervina, korban kebakaran Gedung Terra Drone, tiba di rumah duka di Jagakarsa pada Rabu malam sekitar pukul 19.20 WIB. Suasana haru pecah saat peti jenazah dibawa masuk, dengan keluarga dan kerabat menangis histeris, terutama sang kakak yang tak kuasa menahan duka.
Setelah disemayamkan, jenazah rencananya akan disalatkan di masjid usai salat Isya sebelum dimakamkan di pemakaman keluarga dekat rumah.
Keluarga dan kerabat Ervina yang ada di rumah duka tampak menangis histeris saat melihat langsung peti jenazah dibawa masuk ke dalam rumah duka. Kesedihan mendalam sangat dirasakan, saat keluarga menaruh peti jenazah Ervina di ruang tamu. Tangisan histeris orangtua hingga saudara kandung sangat terdengar jelas. Terlebih saat ayah membuka peti sang anak, para pelayat yang melihat langsung jenazah tersebut adalah Ervina menangis histeris.
“Semoga Tuhan memberi ketenangan bagi keluarga,” ucap salah seorang wanita di dalam rumah duka. “Jangan ditangisi, jangan ada air mata ke jenazah,” jawab salah seorang pria yang berada di dekat peti jenazah. Namun, air mata tak bisa ditahan para pelayat. Hampir semua menangis merasakan kesedihan yang mendalam dari keluarga Ervina.
Kaka Ervina, Anggraini juga terlihat menangis histeris. Ia dirangkul beberapa wanita ke teras rumah dan duduk di sebuah bangku. Wanita yang akrab disapa Ani itu menangis sesugukan. Tangisannya seakan tak percaya bahwa sang adik sudah tiada dan ia hanya bisa melihat Ervina di dalam peti jenazah.
Menurut informasi, jenazah Ervina akan dibawa ke masjid untuk disolatkan usai bada Isya, dan kemudian akan dimakamkan di pemakaman keluarga tak jauh dari rumah.
Identifikasi 22 Korban Kebakaran
Rumah Sakit Polri Kramat Jati menyelesaikan proses identifikasi seluruh jenazah korban kebakaran Gedung Terra Drone, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Hingga Rabu (10/12/2025) sore, total 22 korban telah teridentifikasi melalui rangkaian pemeriksaan forensik.
Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono mengatakan, pihaknya sudah merampungkan seluruh pemeriksaan dan identifikasi jenazah korban kebakaran di Terra Drone. “Dan kami juga minta maaf apabila ada yang kurang berkenan karena kami mengutamakan ketelitian, ketepatan, dan tidak semena-mena ingin cepat,” ucapnya, Rabu (10/12/2025).
Sementara itu, Kabid Yan Dokpol RS Polri Kramat Jati, Kombes Pol Ahmad Fauzi menjelaskan, kantong jenazah nomor 011 cocok dengan data antemortem nomor 010 teridentifikasi sebagai Asifa Mulandar, perempuan 25 tahun warga Babelan, Bekasi berdasarkan sidik jari, catatan medis, dan properti.
Jenazah nomor 012 cocok dengan data antemortem nomor 019 teridentifikasi sebagai Siti Saadah Ningsih, perempuan 24 tahun, alamat Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat berdasarkan sidik jari, catatan medis, dan properti. “Jenazah dengan nomor 013 cocok dengan data antemortem nomor 002. Teridentifikasi sebagai Emilia Salim Tan, perempuan, 43 tahun, alamat Sawah Besar, Jakarta Pusat. Teridentifikasi berdasarkan sidik jari dan catatan medis,” kata Fauzi.
Fauzi melanjutkan, jenazah nomor 014 cocok dengan data antemortem nomor 004 teridentifikasi sebagai Ervina, perempuan 25 tahun, alamat Jagakarsa, Jakarta Selatan, berdasarkan pemeriksaan sidik jari, gigi, catatan medis, dan properti.
Video dan Voice Note dari Ervina
Dari 22 karyawan yang menjadi korban tewas dalam kebakaran di Gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025), salah satunya adalah Ervina (25), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan. Terungkap bahwa sebelum menjadi korban tewas, Ervina mengirimkan video serta voice note atau rekaman suara dirinya ke keluarga. Sehingga keluarga sudah tahu kalau Ervina menjadi korban, saat informasi kebakaran Gedung Terra Drone beredar.
Kakak Ervina, yakni Anggraini alias Ani menyampaikan bahwa adiknya Ervina mengirim rekaman video dan voice note ke keluarga, sebelum meninggal dunia. “Jadi memang pas kebakaran terjadi, Ervina kirim video ke kaka saya yang juga kakanya almarhumah. Dia kasih tau kantornya kebakaran,” kata Anggraini dengan nada bergetar kepada , saat ditemui di rumah duka di Jalan Kecapi III, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025) pagi.
Selain video, kata Ani, Ervina juga mengirimkan voice note suara adiknya yang mengatakan sudah pasrah di dalam gedung saat kantornya kebakaran. “Dia kirim voice note, isinya, ‘Gua gak tau lagi ya, sumpah ini gua udah benar benar gabisa ngapa ngapain ya guys, maap banget. Gua gak tau lagi nih’ gitu,” ucapnya.
Ketika video dan voice note itu dikirimkan Ervina, menurut Ani, kakak mereka langsung mengirimkan voice note itu ke grup keluarga besar. Mereka pun panik dan syok saat tahu kabar itu. “Syok semuanya. Saat itu saya sedang kerja, kaka saya sedang kerja. Di rumah ada adik dan papa mama di rumah, jadi kami semua saling berkabar aja. Syok semua,” jelasnya.
Anggraini mengatakan saat ini keluarga masih menunggu kehadiran jenazah Ervina di rumah duka. Rencananya jenazah akan segera dimakamkan di pemakaman Keluarga, di Gang Langgar 2, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Fakta Baru Tentang Kebakaran Terra Drone
Fakta baru terungkap terkait kebakaran gedung Terra Drone di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat. Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 22 orang meninggal dunia. Gedung itu diketahui berfungsi sebagai tempat servis drone sekaligus kantor.
Hal tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra. “Benar (yang terbakar perusahaan drone). (Di gedung itu) enggak produksi, tapi perbaikan dan kantor,” ucap Roby, saat dikonfirmasi, Rabu (10/12/2025). “Bisa (servis drone). Servisnya memang di sana,” sambungnya.
Ia menjelaskan, Terra Drone adalah perusahaan asal Jepang, tetapi pimpinan perusahaan Terra Drone ini merupakan warga Indonesia. Identitasnya telah diketahui dan polisi tengah memastikan keberadaannya untuk dimintai keterangan. “Perusahaannya perusahaan Jepang. Kalau pemimpin perusahaan yang di situ bukan (orang Jepang),” ucap Roby.
Hingga kini, penyidik telah memeriksa delapan saksi dari pihak manajemen hingga warga sekitar. Sementara pemilik gedung dan pemilik perusahaan belum diperiksa. Kebakaran itu dilaporkan ke petugas pemadam pada pukul 12.43 WIB. Sebanyak 22 orang tewas dalam insiden tersebut, terdiri atas 15 perempuan dan 7 laki-laki.
