Gelaran PSBM XXVI Berdampak Positif pada Sektor Pariwisata dan Ekonomi
Gelaran Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI telah memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi di Kota Makassar. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya okupansi Hotel Claro Makassar, yang menjadi tempat penyelenggaraan acara tersebut.
Sekitar 500 kamar di hotel tersebut telah dibooking oleh para saudagar yang akan menghadiri forum ini. Tingkat hunian hotel pun melonjak hingga mencapai 85 hingga 90 persen. Marcom Manager Claro Makassar, Richwan Wahyudi, menyebutkan bahwa pemesanan kamar berasal dari panitia pusat maupun perseorangan. Meskipun pemesanan dari panitia pusat lebih besar, jumlah peserta yang datang secara individu juga cukup signifikan.
PSBM XXVI berlangsung selama dua hari, yaitu tanggal 25 hingga 26 Maret 2026, di Hotel Claro Makassar. Ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia mulai berdatangan untuk mengikuti forum ini. Ketua Departemen Humas BPP KKSS, Suwardi Thahir, menyebutkan bahwa target jumlah peserta mencapai 3.000 orang. Peserta terdiri dari pengusaha, profesional, tokoh masyarakat, hingga diaspora Sulawesi Selatan dari dalam dan luar negeri. Selain itu, sejumlah mitra strategis KKSS juga turut serta dalam kegiatan ini.
Kehadiran para saudagar diharapkan dapat memperkuat jejaring dan mendorong kontribusi strategis dalam pembangunan nasional. Hal ini disampaikan oleh Suwardi Thahir, yang menilai bahwa kehadiran mereka akan membawa dampak positif bagi perekonomian.
Dampak Ekonomi yang Signifikan
Ketua KKSS Kalimantan Tengah, Andi Bustan, optimistis pelaksanaan PSBM XXVI 2026 akan memberi dampak ekonomi besar bagi Sulawesi Selatan. Menurutnya, perputaran uang dari kegiatan tersebut berpotensi mencapai miliaran rupiah. Andi Bustan, yang telah 34 tahun merantau di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, menjelaskan bahwa selama masa tersebut ia berprofesi sebagai dosen di Universitas Palangkaraya (UPR).
Selain mengajar, ia juga aktif mendorong masyarakat untuk berwirausaha. Bahkan, rombongan yang datang bersamanya, sekitar 38 orang, semuanya memiliki usaha masing-masing. Andi Bustan sendiri menggeluti berbagai sektor usaha, mulai dari perkebunan kelapa sawit hingga peternakan. Saat ini, ia fokus mengembangkan peternakan ayam petelur dan ayam pedaging.
Usaha ini ingin ia kembangkan di Kabupaten Bone, yang dinilai memiliki potensi besar dari sisi ketersediaan lahan. Namun, pemanfaatannya dinilai belum optimal. Kendala utama, katanya, justru terletak pada sumber daya manusia yang masih ragu berinvestasi.
Peluang di Sektor Kuliner dan UMKM
Andi Bustan menyoroti peluang dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan ayam dalam jumlah besar. Selain itu, sektor kuliner dan UMKM dinilai masih terbuka luas untuk dikembangkan, terutama di wilayah pedesaan. “Selama ini yang berkembang itu kafe-kafe di kota. Padahal di daerah masih banyak peluang yang belum dimanfaatkan,” katanya.
Terkait PSBM, Andi Bustan memperkirakan dampak ekonomi yang signifikan akan dirasakan daerah. Ia menyebut, setiap provinsi diperkirakan mengirim sekitar 50 peserta. Dengan total 37 provinsi, jumlah peserta bisa mencapai ribuan orang. Jika setiap peserta membelanjakan minimal Rp3 juta, maka perputaran uang diperkirakan mencapai Rp6 miliar, bahkan lebih.
Peran KKSS dalam Pembangunan Ekonomi
Pakar ekonomi Sulawesi Tenggara, Syamsir Nur, mengapresiasi KKSS di bawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman. Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Haluoleo Kendari itu menilai, gerakan KKSS saat ini semakin menunjukkan peran strategis dalam mendorong pembangunan ekonomi. Menurutnya, arah pembangunan yang didorong bersifat pro job, pro growth, dan pro poor.
“KKSS mengonsolidasi kekuatan ekonomi personal dan komunal menjadi kekuatan ekonomi bangsa,” ujar Syamsir. Ia menilai Andi Amran Sulaiman memiliki komitmen kuat dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Hal tersebut dinilai penting untuk mempercepat transformasi ekonomi, terutama jika didukung generasi yang cerdas dan berdaya saing.
Tema dan Tujuan PSBM XXVI
Mengusung tema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh”, PSBM XXVI difokuskan memperkuat ketahanan ekonomi. Forum ini juga diarahkan untuk melahirkan pengusaha-pengusaha baru serta mendorong kolaborasi saudagar Bugis-Makassar di tingkat nasional hingga internasional.
Sebagai forum ekonomi berbasis kultural terbesar, PSBM diharapkan mampu menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi. Tidak hanya di daerah, tetapi juga memberikan kontribusi pada perekonomian nasional. Selain itu, forum ini juga mempertegas peran strategis diaspora Bugis-Makassar dalam pembangunan bangsa.
Keberlanjutan dan Inovasi
Pertemuan ini menguatkan identitas diaspora sebagai pelaku ekonomi yang adaptif dan kontributif di berbagai wilayah. Di sisi lain, posisi geografis Sulawesi Selatan juga dinilai strategis dalam menjaga denyut ekonomi nasional. Pengalaman dan keuletan saudagar Bugis-Makassar selama ini berkembang dari sektor pertanian, perikanan, hingga perdagangan.
Kini, peran itu semakin meluas ke sektor industri pengolahan, ekonomi kreatif, hingga digitalisasi. Praktik-praktik usaha adaptif dan inovatif ini dinilai penting untuk terus dibagikan dan diperbarui. Hal itu menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing saudagar Bugis-Makassar di tengah dinamika ekonomi global.
