Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Bisnis

Saham Perbankan Tumbuh Pasca BI Pertahankan Suku Bunga, Ini Rekomendasi Analis

Hartono Hamid
Last updated: January 25, 2026 12:20 pm
Hartono Hamid
Share
4 Min Read
SHARE



JAKARTA – Setelah Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa suku bunga acuan tetap di tingkat 4,75%, sejumlah saham sektor perbankan terlihat lesu. Mayoritas bank besar terpantau berakhir di zona merah dan ditinggalkan oleh investor asing.

Pada penutupan perdagangan Selasa (21/1/2026), dari jajaran bank besar hanya saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang berhasil menguat secara harian, yaitu sebesar 0,44% ke level Rp 4.590. Sementara itu, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan koreksi paling dalam hingga 3,75% menjadi Rp 7.700. Berikutnya, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun masing-masing 0,78% ke level Rp 3.820 dan 0,70% ke Rp 4.990.

Dari sisi transaksi, hampir semua bank besar juga dilego oleh investor asing. BBRI menjadi satu-satunya bank yang masih mencetak net buy sebesar Rp 121,04 miliar. Sementara BBCA, BMRI, dan BBNI kompak mencatatkan net sell masing-masing sebesar Rp 1,73 triliun, Rp 65,25 miliar, dan Rp 10,82 miliar.

Menurut Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan, keputusan BI menahan suku bunga acuan sebenarnya sudah sejalan dengan konsensus pasar. Hal ini mencerminkan fokus BI dalam menjaga stabilitas, khususnya di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Selain itu, ia menyebut ruang BI untuk menurunkan suku bunga saat ini relatif terbatas. Pasalnya, rupiah sempat mendekati level terendah sehingga penurunan suku bunga justru berisiko memperbesar tekanan pada nilai tukar dan mendorong kenaikan yield Surat Berharga Negara (SBN).

“Penahanan suku bunga ini lebih tepat dibaca sebagai upaya menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar, bukan karena BI tidak pro terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujar Ekky.

Setelah BI mempertahankan suku bunga, Ekky menilai ada tiga sentimen utama yang akan dicermati pasar, khususnya untuk saham perbankan:

  • Arah pergerakan rupiah dan aliran dana asing

    Mengingat saham bank berkapitalisasi besar masih menjadi proxy utama investor asing untuk masuk dan keluar dari pasar Indonesia.

  • Arah yield SBN dan kondisi likuiditas

    Kenaikan yield SBN cenderung menekan valuasi saham bank lebih cepat.

  • Ekspektasi ke depan terkait biaya dana (cost of fund) dan pertumbuhan kredit

    Seiring pelaku pasar menunggu terbukanya kembali ruang penurunan suku bunga setelah rupiah lebih stabil.

Terkait derasnya aliran dana asing keluar dari saham bank besar, Ekky menilai fenomena tersebut erat kaitannya dengan pelemahan rupiah. Investor asing menghitung imbal hasil dalam denominasi dolar AS, sehingga pelemahan rupiah akan menggerus return mereka.

“Karena itu, mereka cenderung mengurangi posisi dan menunggu stabilisasi. Hal ini terlihat dari net sell di mayoritas big banks,” jelasnya.

Meski begitu, Ekky mencatat pengecualian bisa terjadi pada saham seperti BBRI dan BMRI. Di mata investor, ia bilang kedua bank tersebut memiliki profil bisnis yang lebih defensif, potensi dividen yang menarik, serta valuasi yang relatif lebih atraktif, sehingga arus dana asing tidak selalu sejalan dengan bank besar lainnya seperti BBCA.

Ke depan, Ekky memperkirakan tren outflow asing akan mereda seiring stabilisasi rupiah dan menurunnya volatilitas global. “Kuncinya tetap pada stabilitas nilai tukar dan yield,” jelas dia.

Dari sisi strategi investasi, Ekky menilai kondisi pasar saat ini lebih cocok dimanfaatkan sebagai momentum akumulasi bertahap, bukan masuk secara agresif sekaligus. Volatilitas yang masih tinggi membuat strategi masuk bertahap menjadi lebih aman.

BMRI dan BBRI dinilai menarik untuk dicermati karena biasanya lebih cepat pulih ketika risk appetite membaik. Selain itu, Ekky menilai BBCA juga tetap menarik untuk investor jangka menengah hingga panjang. “BBNI Chart by TradingView Justru saat ada tekanan dari asing, karena kualitas aset dan kekuatan franchise-nya sangat solid,” pungkasnya.

Sementara itu, BBNI dinilai bisa menjadi opsi yang lebih agresif, meski pergerakannya cenderung lebih sensitif terhadap sentimen investor asing.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByHartono Hamid
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Bisnis

KFC dan Pizza Hut Bergabung di India, Bagaimana di Indonesia?

January 8, 2026
Bisnis

Indeks saham bahan material siap lanjutkan penguatan

March 4, 2026
Bisnis

Pergerakan Saham Bank Menjelang Penutupan 2025, Beberapa Naik 43%

December 31, 2025
Bisnis

Warren Buffett Jawab Pertanyaan Investasi di Masa Sulit

December 3, 2025
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?