Diah Permatasari mengaku terkejut saat mengetahui bahwa Roby Tremonti dan Aurelie Moeremans telah menikah. Bagaimana kisah lengkapnya?
Artis senior Diah Permatasari pernah bekerja sama dengan Aurelie Moeremans dalam sebuah sinetron. Informasi ini diungkapkan oleh Diah dalam tayangan Rumpi No Secret pada Selasa (20/1/2026). Ia menceritakan pengalamannya saat bermain dalam sinetron Magic beberapa tahun lalu.
Menurut Diah, ia sempat lupa bahwa dirinya pernah menjadi ibu dari Aurelie dalam sinetron tersebut. Hal ini terjadi karena sudah lebih dari 13 tahun sejak produksi sinetron itu.
“Kadang-kadang kita lupa, tapi ternyata dulu saya jadi mamanya Aurelie dalam Magic. Itu sudah lama sekali,” ujar Diah.
Feni Rose kemudian bertanya apakah Diah merasa ada yang aneh saat bekerja dengan Aurelie. Diah menjelaskan bahwa Aurelie berbeda dari anak-anak lainnya yang ikut syuting Magic.
“Aurelie lebih diam dibanding pemain-pemain lain. Saat itu ada Joshua dan Cut Meyriska, tapi Aurelie paling diam. Dia sangat kalem dan tidak seperti usianya,” tambah Diah.
Selanjutnya, Feni Rose bertanya tentang pernikahan Aurelie dengan Roby Tremonti. Diah mengingat bahwa Roby pernah menyapanya dan memberitahu bahwa mereka sudah menikah.
“Waktu itu dia memperkenalkan diri sambil berkata, ‘Mbak, kami sudah itu (menikah)’. Saya langsung kaget karena Aurelie masih kecil dan polos,” cerita Diah.
Diah memperkirakan usia Aurelie saat itu sekitar 18 atau 19 tahun. Menurutnya, usia tersebut terlalu muda untuk menikah.
“Saya melihat Aurelie masih sangat kecil dan polos. Saya pikir dia belum dewasa,” lanjut Diah.
Sebelumnya, Roby Tremonti mengakui bahwa ia dan Aurelie telah menikah pada tahun 2011. Namun, menurut pengakuan Aurelie sendiri, ia dipaksa menikah di usia 18 tahun.
Pihak Gereja Katolik Paroki Keluarga Kudus Cibinong juga buka suara. Yohanna, perwakilan sekretariat gereja, mengonfirmasi bahwa pernikahan antara Aurelie dan Roby benar-benar terjadi pada tahun 2011. Namun, Romo yang menikahkan keduanya kini sudah dipindahtugaskan.
“Romo yang menikahkan mereka sudah lama pindah tugas dan tidak lagi berada di sini,” kata Yohanna.
Dalam buku “Broken Strings”, Aurelie menulis bahwa Bobby (yang diduga adalah Roby) menjemputnya dan membawanya diam-diam ke gereja. Ia menggambarkan situasi pernikahannya yang dianggap tidak sah.
“Saat terbangun, mobil terparkir di depan gereja. Kecil, tua, dinding krem. Beberapa mobil di dekatnya. Tikus melintas di samping bangunan. Lalu kusadari aku kenal tempat ini. Ini gereja yang sama tempat ia pernah memaksaku mengaku dosa,” tulis Aurelie.
Ia juga menggambarkan momen ketika orang tua tidak hadir dalam prosesi pernikahannya. Menurut Aurelie, hal ini diduga melibatkan sosok orang tua palsu.
“Ia bilang, dalam Gereja Katolik, sebelum pernikahan bisa dilakukan, nama pasangan harus diumumkan di hadapan jemaat selama beberapa Minggu berturut-turut. Itu prosedur wajib, supaya kalau ada yang tahu alasan kenapa pernikahan tidak boleh dilanjutkan, mereka bisa datang dan mencegahnya,” kata ibu Aurelie dalam buku tersebut.
Akhirnya, Aurelie melakukan pembatalan pernikahan sehingga pernikahan itu dianggap tidak sah, baik secara agama maupun hukum.
