Kemenangan Persijap Jepara di Bawah Kepemimpinan Mario Lemos
Kemenangan yang diraih oleh Persijap Jepara dalam pertandingan melawan Persebaya Surabaya pada pekan ke-22 Super League 2025/2026 menjadi bukti bahwa strategi dan taktik yang diterapkan oleh pelatih Mario Lemos mulai menunjukkan hasil. Di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (21/2/2026) malam, Persijap berhasil mengalahkan tim tamu dengan skor akhir 3-1. Hasil ini tidak hanya memberikan tiga poin penting, tetapi juga menjadi sinyal kebangkitan bagi Laskar Kalinyamat.
Permainan yang Rapi dan Agresif
Sejak menit awal, Persijap tampil percaya diri di hadapan pendukungnya sendiri. Tekanan yang terus-menerus dari para pemain membuat Persebaya Surabaya kesulitan untuk mengembangkan permainan. Strategi yang diterapkan oleh Mario Lemos langsung terasa, dengan aliran bola yang lebih sabar dan rapi. Hal ini menunjukkan kelas dan kematangan dari racikan taktik yang dirancang oleh pelatih asal Portugal tersebut.
Gol pembuka lahir pada menit ke-32 lewat kecerdikan Iker Guarrotxena yang memanfaatkan assist Lucas Morelatto. Gol ini menciptakan momentum yang sangat menguntungkan bagi Persijap, sekaligus memicu semangat para pemain dan pendukung di stadion.
Masuknya Alexis Gomez dan Perubahan yang Menentukan
Pada babak kedua, masuknya Alexis Gomez dari bangku cadangan pada menit ke-69 memberikan warna baru dalam serangan tuan rumah. Dengan hanya dua menit berada di lapangan, ia langsung mencetak gol pada menit ke-71. Gol ini dibantu oleh Borja Herrera dan dituntaskan dengan sentuhan presisi yang memperlebar jarak menjadi 2-0.
Persebaya Surabaya coba bangkit, tetapi koordinasi lini belakang Persijap tampil disiplin dan sulit ditembus. Iker Guarrotxena kemudian melengkapi malam istimewanya dengan gol kedua pada menit 90+12. Assist dari Alexis Gomez disambut sepakan terarah yang memastikan skor 3-1.
Kondisi yang Semakin Berat bagi Tim Tamu
Persebaya Surabaya sempat memperkecil ketertinggalan lewat penalti Bruno Moreira pada menit 90+4. Namun, momentum sudah telanjur berpihak kepada Persijap yang bermain lebih efektif sepanjang pertandingan. Situasi makin berat bagi tim tamu setelah Rachmat Irianto menerima kartu merah pada menit ke-86. Bermain dengan sepuluh orang membuat Persebaya Surabaya kehilangan keseimbangan di fase krusial laga.
Kepercayaan Diri dan Energi Suporter
Kemenangan ini terasa spesial karena menjadi pembuktian kebangkitan Persijap di bawah komando Mario Lemos. Ia kembali memimpin tim setelah bertukar posisi dengan Divaldo Alves yang kini menjabat sebagai Direktur Teknik Persijap. Sentuhan pelatih asal Portugal itu langsung mengubah wajah permainan Laskar Kalinyamat. Strategi lebih terstruktur dan respons pemain terhadap instruksi terlihat jauh lebih padu.
Dukungan suporter di Stadion Gelora Bumi Kartini memang menjadi energi tambahan bagi para pemain. Atmosfer kandang terasa seperti dapur panas yang membuat setiap pemain tampil penuh gairah.
Poin yang Mengangkat Klasemen
Tambahan tiga poin membuat Persijap kini mengoleksi 18 poin. Mereka naik satu strip dari posisi 17 ke peringkat 16, meski masih berada di zona merah klasemen. Perolehan poin itu sudah menyamai PSBS Biak yang berada di posisi ke-15. Perasaan di papan bawah pun makin ketat dan setiap laga terasa seperti final.
Tantangan di Pekan Berikutnya
Meski sukses menumbangkan Persebaya Surabaya, Persijap tak mau terlena. Jadwal pekan ke-23 sudah menanti dengan tantangan berat menghadapi Bali United FC pada Sabtu (28/2) mendatang. Laga tandang menjadi pekerjaan rumah bagi Mario Lemos. Dua kekalahan sebelumnya saat melawan Arema FC dengan skor 0-1 dan Malut United FC dengan skor 0-4 masih menjadi catatan evaluasi.
Mario Lemos menegaskan target timnya tetap sama di setiap pertandingan. “Tujuan kami tiap pertandingan yang dijalani adalah mendapatkan poin. Saat main tandang lawan Arema FC (kalah 0-1) dan Malut United FC (kalah 0-4), memang kami tidak mendapatkan hasil yang bagus. Namun harapannya di Bali nanti, kita bisa dapat hasil bagus,” pungkasnya.
Harapan Publik Jepara
Pernyataan itu menunjukkan mentalitas realistis sekaligus optimistis dari sang pelatih. Ia sadar perjalanan keluar dari zona merah membutuhkan konsistensi, terutama saat bermain di kandang lawan. Kini, publik Jepara boleh berharap resep masakan Mario Lemos terus mengeluarkan aroma kemenangan. Jika racikan taktik ini kembali matang di laga tandang, bukan tak mungkin Persijap benar-benar menyajikan menu bintang lima yang menyelamatkan musim mereka.
