Ressa Rizky Rossano dan Ketakutan yang Masih Membekas
Ressa Rizky Rossano, yang kini dikenal sebagai putra kandung Denada, mengaku masih merasa canggung dalam menyebut ibunya dengan sebutan “mama”. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara Ressa dan Denada masih penuh ketidakpastian. Meskipun Denada telah mencoba menghubungi Ressa melalui pesan singkat, Ressa tetap merasa takut untuk merespons lebih jauh.
Komunikasi yang Tidak Menenangkan
Denada disebut telah membuka komunikasi untuk mengajak Ressa bertemu, namun Ressa memilih untuk menunggu keputusan Denada sendiri. Ia tidak ingin terburu-buru atau terjebak dalam situasi yang tidak jelas. Pihak Ressa, melalui kuasa hukumnya Ronald Armada, juga meragukan ketulusan dari pengakuan Denada yang diunggah di media sosial.
Ronald Armada mengatakan bahwa hingga saat ini, Ressa belum merasakan adanya kejujuran dari pernyataan Denada. Ia menduga bahwa pengakuan tersebut mungkin hanya dilakukan karena ada agenda tertentu. Misalnya, kemungkinan besar Denada merasa ada kerugian yang nyata akibat pemboikotan di media atau hal-hal lain yang bisa mengancam posisinya.
Keengganan untuk Bertemu
Ressa Rizky Rossano mengaku enggan menawarkan diri lagi untuk bertemu dengan Denada. Ia masih khawatir akan penolakan seperti di masa lalu. Sebab, selama ini ia dan orang tua angkatnya telah berusaha mendekati Denada, tetapi hasilnya selalu mengecewakan.
Ketakutan dan rasa kecewa itu membuat Ressa masih merasa canggung untuk menyebut Denada dengan sebutan “Ibu”. Dalam komunikasinya, Ressa masih menyapa Denada dengan sebutan “Mbak”.
Harapan untuk Pertemuan Langsung
Ronald Armada menegaskan bahwa panggilan Ressa kepada Denada adalah hal yang wajar. Ia menilai bahwa Ressa masih merasa takut, kecewa, dan canggung terhadap Denada. Ronald menilai bahwa selama 24 tahun Ressa dibiarkan begitu saja, sehingga perasaan seperti itu sangat wajar.
Ressa juga menyampaikan pesan kepada Denada agar mereka bisa bertemu secara langsung. Ia berharap Denada datang sendiri, bukan hanya lewat chat. Namun, hingga saat ini, Denada belum memberikan respons yang memuaskan.
Penolakan Pesan dan Kehadiran di Sidang Mediasi
Pihak Denada mengungkapkan bahwa mereka merasa kecewa karena pesan-pesan yang dikirimkan oleh Denada tidak mendapatkan balasan dari Ressa. Kuasa hukum Ressa, Muhammad Iqbal, mengatakan bahwa Denada terus mengirimkan pesan, tetapi tidak pernah mendapatkan respons.
Selain itu, Denada juga tidak hadir dalam sidang mediasi atas gugatan yang diajukan oleh Ressa. Iqbal menyebut bahwa ketidakhadiran Denada membuatnya merasa kecewa.
Gugatan dan Permintaan Maaf
Ressa Rizky Rossano telah resmi mengajukan gugatan terhadap Denada di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. Gugatan ini diajukan atas dugaan penelantaran anak. Ressa menuntut ganti rugi materiil sebesar Rp7 miliar.
Sebelumnya, Denada juga telah mengunggah pengakuan dan permintaan maaf secara terbuka di media sosial. Ia mengakui bahwa Ressa adalah anak kandungnya dan memohon maaf atas penelantaran yang telah dilakukannya sejak bayi.
Pengakuan dan Doa
Denada menjelaskan alasan mengapa ia menitipkan Ressa ke saudara almarhum ibundanya. Ia mengaku kondisi psikisnya pada saat itu belum layak. Ia juga meminta maaf kepada Ressa dan berharap sang anak bisa memaafkannya.
Denada juga menyebut nama almarhumah ibundanya, Emilia Contessa, dan meminta maaf kepada semua keluarga. Ia berdoa agar Allah mengampuni dosa-dosanya.
