Perselisihan Rachel Vennya dan Okin tentang Penjualan Rumah
Polemik antara Rachel Vennya dan Niko Al Hakim atau yang dikenal dengan Okin terus menjadi perbincangan publik. Perselisihan ini awalnya hanya terdengar samar, tetapi kini berkembang menjadi isu yang ramai dibicarakan di media sosial. Semua bermula dari tindakan Okin yang ingin menjual sebuah rumah yang sejatinya diperuntukkan bagi anak sulung mereka, Xabiru.
Situasi semakin rumit karena saat ini rumah tersebut masih ditempati oleh adik-adik Rachel Vennya. Rachel mengaku baru mengetahui rencana Okin untuk menjual rumah ketika ada pihak tak dikenal yang datang untuk melakukan pengukuran di rumah. Momen itulah yang kemudian membuka fakta bahwa rumah tersebut diduga tengah dipersiapkan untuk dijual, sehingga memicu reaksi dan kekecewaan dari Rachel.
Rachel menyampaikan keluhannya melalui unggahan di media sosial. Ia mengatakan bahwa di awal perjanjian, ia memberikan rumah tersebut dengan harapan bahwa Okin akan memberikan nafkah dan uang mut’ah. Namun ternyata, hal itu tidak terjadi.
“Di awal perjanjian, aku kasih rumah yang dia bilang #rumahuntukbiru, dia cuma punya kewajiban nafkah dan kasih uang mut’ah. Tapi ternyata ga dikasih, win win solution dia yang kasih itu rumah biar dia ga nafkahin anak2 lagi, pas dateng ke rumah, udah bobrok pas dia pake, akhirnya kita renov buat adek2. Terus sekarang karena ga ada hitam di atas putih mau dia jual notabene adek2 masi tinggal di sana, tanpa ba bi bu langsung ada orang yang mau ngukur dan mau jual rumahnya yang adek2 gue ga tau harus gimana. Yaudah ambil tuh rumah. Orang yang gue fikir bakal jadi sahabat gue turn into nightmare,”
Okin Menyebut Rachel Sudah Tahu Rumah Hendak Dijual
Melalui akun Instagramnya, Okin menyebut bahwa ia dan Rachel telah menemui kesepakatan mengenai rumah tersebut. Bahkan, kata Okin, Rachel sudah mengetahui penjualan rumah tersebut. “Yang gue bingung, kenapa narasi yang ditulis seakan-akan ybs marah mengetahui soal penjualan rumah?” tulis Okin dikutip Kompas.com, Senin (6/4/2026).
Okin juga menyampaikan bahwa beberapa hari lalu, ia dan Rachel telah menemukan titik tengah mengenai rumah tersebut. Sebelumnya, Okin juga buka suara bahwa rumah itu memang dijual karena menimbulkan perselisihan yang sebelumnya banyak terjadi. “Karena semua masalah ini sudah terlalu panjang dan terlalu jauh, gue memutuskan untuk menjual rumah tsb karena gue merasa banyak timbulnya perselisihan,” tulis Okin lagi.
Okin menyebut bahwa ia sempat menawarkan agar rumah tersebut dibalik nama, tetapi tidak terwujud. Terkait kedatangan orang ke rumah tersebut untuk mengecek kondisi rumah, bukan untuk mengukur. Dan hal itu juga diketahui Rachel.

“Pada hari Rabu malam, gue menginfokan kepada ybs bahwa pada hari Kamis siang akan ada orang datang untuk mengecek kondisi rumah. Namun pada hari Kamis, muncullah narasi dari ybs bahwa tanpa babibu ada org ingin mengukur rumah,” tutur Okin.
“Yang mana sebenarnya, ybs sudah mengetahui mengenai akan terjadi pengecekan, bukan pengukuran. Dan mungkin ybs beranggapan bahwa rumah tsb harus dikosongkan pada hari itu juga, padahal tidak,” tambah Okin.
Okin juga menegaskan bahwa penjualan rumah pasti memerlukan proses. “Semua penjualan pasti melewati banyak proses terlebih dahulu,” ucap Okin.
