Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Kesehatan

Psikolog Analisis Faktor Siswi SD di Demak yang Bunuh Diri, Marah Ibu: Rasa Sakit Tak Pernah Hilang

Dian Sasmita
Last updated: February 17, 2026 12:04 am
Dian Sasmita
Share
4 Min Read
SHARE

Kematian Siswi SD di Demak: Sebuah Peringatan tentang Kesehatan Mental Anak

Kabar duka kembali mengguncang masyarakat Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Seorang siswi SD berinisial SA (12 tahun) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap kesehatan mental anak-anak, terutama yang masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan.

Contents
  • Kematian Siswi SD di Demak: Sebuah Peringatan tentang Kesehatan Mental Anak
  • Faktor Psikologis yang Mungkin Melatarbelakangi Tindakan Bunuh Diri
  • Mengapa Anak Memilih Metode Gantung Diri?
  • Kenali Tanda-Tanda Bahaya pada Anak
  • Kronologi Kejadian

SA ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di rumahnya pada Kamis (12/2/2026). Berdasarkan laporan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Oleh karena itu, dugaan sementara menyebut bahwa korban melakukan bunuh diri. Peristiwa ini memicu refleksi mendalam tentang bagaimana anak-anak merespons tekanan emosional dan lingkungan sekitarnya.

Faktor Psikologis yang Mungkin Melatarbelakangi Tindakan Bunuh Diri

Psikolog Danti Wulan menjelaskan bahwa kasus bunuh diri pada anak di bawah usia 12 tahun sangat kompleks dan memerlukan pemahaman yang mendalam. Menurutnya, ada tiga faktor utama yang mungkin melatarbelakangi tindakan tersebut:

  1. Persepsi Kematian pada Anak

    Anak-anak belum memiliki pemahaman yang matang tentang konsep kematian. Mereka sering kali menganggap kematian sebagai “tidur panjang” atau sesuatu yang bisa dibatalkan. Hal ini disebut magical thinking. Selain itu, otak depan mereka belum berkembang sepenuhnya, sehingga cenderung hidup di masa sekarang. Rasa sakit atau malu yang dirasakan saat ini bisa terasa seperti akan bertahan selamanya.

  2. Faktor Impulsivitas dan Neurobiologi

    Keputusan untuk mengakhiri hidup pada anak-anak biasanya bersifat impulsif. Ini dikaitkan dengan dominasi amigdala (pusat emosi) dibandingkan prefrontal cortex (pusat logika). Anak-anak juga lebih rentan terhadap gangguan seperti ADHD, yang meningkatkan risiko bunuh diri akibat tingginya impulsivitas dan kesulitan mengatur emosi.

  3. Faktor Lingkungan dan Pemicu

    Anak-anak sangat bergantung pada lingkungan sekitar. Beberapa pemicu yang mungkin terjadi antara lain:

  4. Masalah interpersonal, seperti bullying.
  5. Dinamika keluarga, seperti konflik orang tua atau pola asuh yang terlalu keras.
  6. Kehilangan, seperti kematian orang terdekat atau perceraian orang tua.

Mengapa Anak Memilih Metode Gantung Diri?

Pemilihan metode bunuh diri oleh anak-anak bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor:

  • Aksesibilitas: Anak-anak cenderung menggunakan benda-benda rumah tangga seperti tali atau ikat pinggang karena mudah ditemukan.
  • Paparan Media: Konten digital yang mudah diakses bisa memengaruhi cara anak memahami metode bunuh diri.
  • Ketidaktahuan akan Rasa Sakit: Anak-anak sering kali tidak memahami proses biologis dari metode tersebut dan hanya fokus pada hasil akhir, yaitu “berhentinya rasa sakit emosional”.

Kenali Tanda-Tanda Bahaya pada Anak

Danti menjelaskan bahwa depresi pada anak bisa muncul dalam bentuk yang berbeda dari orang dewasa. Beberapa tanda bahaya yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Iritabilitas: Anak menjadi sangat mudah marah atau meledak-ledak.
  • Anhedonia: Kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya disukai.
  • Pertanyaan tentang Kematian: Anak sering bertanya “Apa yang terjadi kalau aku mati?” atau memberikan barang-barang kesayangan kepada orang lain.
  • Perubahan Tidur atau Makan: Pola dasar biologis anak berubah secara drastis.

Kronologi Kejadian

Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Demak, Inspektur Satu Anggah Mardwi Pitriyono, korban dinyatakan meninggal dunia akibat terputusnya oksigen. Ciri-ciri khas kematian gantung diri seperti lidah yang tergigit dan kebiruan di bawah kuku juga ditemukan.

Sampai saat ini, penyebab pasti SA mengakhiri hidupnya belum diketahui. Penyelidikan tidak dilakukan lebih lanjut karena tidak ditemukan indikasi tindak pidana. Tidak ada bukti bullying, dan hubungan SA dengan teman-temannya dinilai baik. Meskipun sempat beredar pesan berantai yang menyebutkan bahwa SA tidak memiliki hubungan baik dengan ibunya, hal itu tidak terbukti. SA sebelumnya dimarahi ibunya, namun hal itu terjadi sebelum peristiwa tersebut.



Warga sekitar pun mengaku tidak pernah mendengar keributan, pertengkaran, atau tangisan dari rumah itu. Dari sisi ekonomi, keluarga SA tergolong berkecukupan.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByDian Sasmita
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Kesehatan

Ketahui Perbedaan Gaslighting dan Playing Victim

December 19, 2025
Kesehatan

10 Kebiasaan Orang yang Tak Pernah Dihargai di Keluarga, Menurut Psikologi

December 8, 2025
Kesehatan

Operasi 8 Jam, Ibu Korban Peluru Nyasar Khawatirkan Anaknya

January 19, 2026
Kesehatan

Berapa Lama Microsleep Terjadi?

March 30, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?