Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang: Profil dan Perjalanan Karier
Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, adalah seorang politikus yang berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Meskipun masih berusia 32 tahun, ia memiliki kekayaan yang mencapai Rp79 miliar. Sampai saat ini, belum ada informasi jelas mengenai rekam jejaknya sebagai pengusaha atau bisnis apa yang dimilikinya.
Ade Kuswara Kunang dilantik sebagai Bupati Bekasi periode 2025–2030 oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta saat usianya 31 tahun. Ia dilantik bersama wakilnya, dr Asep Surya Atmaja. Pelantikan ini mencetak sejarah baru dalam kepemimpinan daerah, menjadikannya sebagai bupati termuda dalam sejarah pemerintahan Kabupaten Bekasi.
Sejarawan Bekasi, Endra Kusnawan, menyebutkan bahwa Ade Kuswara Kunang menjadi bupati definitif termuda dengan usia 31 tahun 6 bulan saat pelantikan. Rekor ini menjadikannya lebih muda dibandingkan para bupati sebelumnya, termasuk bupati dr Neneng Hasanah Yasin yang menang dalam Pilkada 2012.
Riwayat Pendidikan dan Organisasi
Berikut adalah riwayat pendidikan Ade Kuswara Kunang:
– SD Negeri Sukadami 3
– SMP Negeri 1 Cikarang Selatan
– SMA Negeri 1 Cikarang Selatan
– Sarjana Hukum dari President University
Selain karier politiknya, Ade Kuswara juga aktif berorganisasi. Ia pernah menjabat sebagai Wali Ketua Badan Muslimin Indonesia serta Dewan Pengawas Garda Pasundan.
Harta Kekayaan Bupati Bekasi
Kekayaan Ade Kuswara cukup fantastis. Di usianya yang masih muda, Ade Kuswara mencatatkan kekayaan Rp79 miliar (berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara pada Agustus 2025). Berikut rincian harta kekayaannya:
Rincian Tanah dan Bangunan:
- Tanah 4.326 m² di Bekasi: Rp 600.000.000
- Tanah 809 m² di Bekasi: Rp 609.000.000
- Tanah 480 m² di Bekasi: Rp 408.000.000
- Tanah 51.450 m² di Cianjur: Rp 4.116.000.000
- Tanah dan bangunan 364 m²/364 m² di Bekasi: Rp 3.500.000.000
- Tanah dan bangunan 119 m²/80 m² di Bekasi: Rp 300.000.000
- Tanah 225 m² di Bekasi: Rp 135.000.000
- Tanah 1.100 m² di Bekasi: Rp 3.300.000.000
- Tanah 3.240 m² di Bekasi: Rp 9.720.000.000
- Tanah 1.121 m² di Bekasi: Rp 2.242.000.000
- Tanah 573 m² di Bekasi: Rp 1.146.000.000
- Tanah 268 m² di Bekasi: Rp 536.000.000
- Tanah 4.726 m² di Bekasi: Rp 14.178.000.000
- Tanah 1.435 m² di Bekasi: Rp 4.305.000.000
- Tanah 457 m² di Bekasi: Rp 914.000.000
- Tanah 2.783 m² di Bekasi: Rp 5.566.000.000
- Tanah 556 m² di Bekasi: Rp 1.112.000.000
- Tanah 1.000 m² di Bekasi: Rp 2.000.000.000
- Tanah 310 m² di Bekasi: Rp 620.000.000
- Tanah 34.500 m² di Cianjur: Rp 10.350.000.000
- Tanah 2 m² di Bekasi: Rp 567.000.000
- Tanah 5.000 m² di Bekasi: Rp 1.500.000.000
- Tanah 2 m² di Bekasi: Rp 659.400.000
- Tanah 1.358 m² di Bekasi: Rp 407.400.000
- Tanah 5.164 m² di Bekasi: Rp 1.549.200.000
- Tanah 4.326 m² di Bekasi: Rp 1.096.800.000
- Tanah 4.326 m² di Bekasi: Rp 1.297.800.000
- Tanah 842 m² di Bekasi: Rp 168.400.000
- Tanah 119 m² di Bekasi: Rp 357.000.000
- Tanah 1.120 m² di Karawang: Rp 840.000.000
Kendaraan:
- Mitsubishi Pajero Sport 2.4 L Dakar-L 4×2 AT Tahun 2021: Rp 400.000.000
- Jeep Wrangler 3.8 A/T Tahun 2011: Rp 650.000.000
- Ford Mustang 2.3 A/T Tahun 2022: Rp 1.400.000.000
Harta Lainnya:
- Harta bergerak lainnya: Rp 43.092.000
- Kas dan setara kas: Rp 147.959.653
Kronologi OTT KPK terhadap Bupati Bekasi
Kronologi Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bermula dari operasi senyap yang berlangsung sejak 17–18 Desember 2025. Dikabarkan, Ade Kuswara ditangkap diduga terkait kasus suap proyek.
Kabar penangkapan Bupati Bekasi Ade Kuswara diakui Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. “Benar, salah satunya (Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang),” kata Budi Prasetyo saat dihubungi wartawan, Jumat (19/12/2025) dini hari.
Meski demikian, kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Bekasi tersebut luput dari pantauan awak media di lobi depan. Berdasarkan informasi dari sumber terpercaya, Ade Kuswara sudah diamankan di dalam gedung lembaga antirasuah tersebut, namun tidak dibawa masuk melalui akses utama.
Politikus PDI-P itu ditangkap bersama sang ayah, HM Kunang. Sama seperti anaknya, HM Kunang juga sudah berada di dalam Gedung KPK. Adapun langkah senyap ini diambil lantaran tim penyidik KPK di lapangan masih memiliki target operasi lain yang belum tertangkap, yakni Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) setempat.
