Masalah Kursi yang Tidak Cukup untuk Talent
Ducati kembali menghadapi tantangan ketika jumlah talenta yang ada terlalu banyak dibandingkan dengan kursi yang tersedia. Di sisi lain, tim satelit VR46 memberikan isyarat akan permintaan dukungan untuk memperkuat line-up mereka.
Tahun 2026 akan menjadi tahun penuh komunikasi dan negosiasi di paddock MotoGP karena berakhirnya siklus kontrak bagi kebanyakan pembalap. Dua tahun lalu, Ducati membuat keputusan yang tidak populer ketika merekrut Marc Marquez, meskipun harus meninggalkan para pembalap yang telah dinaungi sejak masa rookie.
Masuknya sosok yang akhirnya sukses dibarengi dengan keluarnya Jorge Martin, disusul oleh Enea Bastianini, Marco Bezzecchi, dan Luca Marini.
Tahun depan, tampaknya pabrikan Borgo Panigale akan melakukan manuver serupa, yaitu memagari sosok andalan dan menjadikan calon musuh sebagai sekutu.
Sebagaimana dikatakan oleh para petinggi Ducati, prioritas utama adalah memperpanjang kontrak Marc Marquez setelah penampilannya yang luar biasa pada tahun lalu. CEO Claudio Domenicali, General Manager Luigi Dall’Igna, dan Manajer Tim Davide Tardozzi sepakat dalam acara peluncuran tim pada 19 Januari lalu.
Musuh yang ingin dijadikan sekutu adalah Pedro Acosta, mantan bocah ajaib MotoGP yang mulai tidak puas dengan situasinya di KTM.
Menariknya, nama Acosta lebih dulu dikaitkan dengan Pertamina Enduro VR46 bahkan sejak musim lalu. Valentino Rossi selaku pemilik tim VR46 sudah bersikap. Bukan dengan mengonfirmasi atau membantah rumor Acosta atau pembalap lainnya, melainkan dengan kalimat pendek.
“Saya sudah tahu, tetapi saya tidak bisa mengatakannya,” ucap Rossi saat dipancing untuk memberi nama setelah peluncuran timnya pada 14 Januari.
Seperti dilansir dari Motorsport.com, kalimat Rossi tersebut diartikan sebagai kode permintaan dukungan kepada Ducati. Hubungan Ducati dengan tim satelit tidak hanya sebatas menyediakan motor tetapi juga menempatkan pembalap rekrutan mereka di dalamnya.
Contohnya sekarang adalah Fabio Di Giannantonio di VR46 dan Fermin Aldeguer di Gresini Racing. Keduanya dikontrak langsung oleh Ducati hingga 2026.
Soal pembalap, VR46 akan mendambakan sosok yang bisa menghadirkan kembali kemenangan bagi tim mereka. Tim asal Tavullia itu belum dapat merasakan kemenangan lomba lagi sejak GP India 2023 melalui Marco Bezzecchi.
Sementara kombinasi saat ini, yaitu Di Giannantonio dan Franco Morbidelli masih sebatas meraih tiga besar dan itu pun tidak rutin dari lomba ke lomba.
Selain alternatif dari Acosta, VR46 kabarnya juga mengincar dua talenta Negeri Matador lainnya yaitu Fermin Aldeguer dan David Alonso yang masih tampil di Moto2.
Sedangkan dari VR46 Riders Academy daftarnya terbatas, mengesampingkan Morbidelli yang ada di dalam skuad mereka. Marco Bezzecchi hendak dipertahankan Aprilia. Luca Marini juga dinilai punya peluang untuk tetap menunggangi Honda setelah kontribusinya dalam pengembangan.
Satu nama yang terancam tergusur adalah Francesco Bagnaia yang kini memperkuat tim pabrikan Ducati. Namun, Bagnaia sedang dikaitkan dengan Yamaha.
Jika melihat ke bawah, hanya ada Celestino Vietti yang sayangnya masih kesulitan untuk tampil secara konsisten di Moto2. Di bawah Vietti? Tiga anggota teranyar VR46 Riders Academy masih berlomba di ajang-ajang pra-Grand Prix seperti European Talent Cup.
Masih menurut Motorsport.com, line-up pembalap musim depan bisa memengaruhi kelanjutan kerja sama VR46 dengan Ducati. Walau VR46 menunjukkan keinginan untuk bertahan, kalimat Rossi tadi diartikan sebagai upaya untuk menggunakan daya tawar untuk mendapatkan pembalap yang diidamkan.
Sementara itu, tidak ada tanda kekhawatiran dari Ducati mengenai hal itu. Seperti dijelaskan di awal, fokusnya sekarang adalah memperpanjang kontrak Marquez.
“Ini soal apakah kami pertama-tama menyelesaikan ‘paket Marc’ dan kemudian mulai berpikir soal pembalap keduanya,” ucap sang CEO, Claudio Domenicali.
