Presiden Prabowo Subianto Resmi Bergabung dengan Board of Peace (BoP)
Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak membutuhkan waktu lama untuk memutuskan bergabung dengan Board of Peace (BoP) Charter atau Dewan Perdamaian yang dibentuk oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Keputusan ini diambil setelah pertimbangan matang terkait pentingnya peran Indonesia dalam menjaga perdamaian global.
Board of Peace (BoP) adalah sebuah badan internasional baru yang bertujuan untuk mengawasi konflik global, khususnya dalam menjaga gencatan senjata, stabilisasi keamanan, serta proses rekonstruksi Gaza pasca-perang Israel-Hamas. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) juga telah memberikan dukungan resolusi terhadap fungsi BoP di wilayah konflik tersebut.
Selain Indonesia, puluhan negara lainnya juga telah bergabung dalam BoP. Beberapa di antaranya adalah Pakistan, Mesir, Jordania, Uni Emirate Arab, Turki, Saudi Arabia, Qatar, Bahrain, Maroko, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Belgia, Bulgaria, Kazakhstan, Kosovo, Mongolia, dan Paraguay.
Meski keputusan Prabowo diambil secara cepat, Sugiono menegaskan bahwa langkah ini tetap melalui pertimbangan yang matang. “Prosesnya agak cepat, dalam beberapa hari lalu penandatanganan piagam dilakukan dan Bapak Presiden memutuskan Indonesia untuk bergabung dengan berbagai pertimbangan,” ujarnya.
Alasan Indonesia Bergabung dengan BoP
Salah satu alasan utama Indonesia bergabung dengan BoP adalah karena negara ini dikenal sebagai negara yang peduli pada perdamaian. “Kita sejak awal merupakan negara yang peduli pada perdamaian, stabilitas internasional, dan khususnya situasi di Palestina,” kata Sugiono.
BoP dinilai sebagai upaya konkret untuk mencapai perdamaian di Palestina. “Karena BoP ini merupakan bagian dari upaya untuk mencapai perdamaian tersebut, maka kita harus ada di dalamnya,” tambahnya.
Sugiono juga menyampaikan bahwa kehadiran negara-negara anggota BoP bertujuan untuk terus mengawal dan memastikan bahwa upaya perdamaian tetap berorientasi pada kemerdekaan Palestina serta solusi dua negara.
Prabowo Optimis dengan Pembentukan BoP
Presiden Prabowo Subianto resmi menandatangani BoP pada Jumat (23/1/2026) di Davos, Swiss. Ia merasa optimis dengan pembentukan badan internasional ini untuk mencapai perdamaian di Gaza.
“Keterlibatan Indonesia dalam BoP ini merupakan bagian dari komitmen kemanusiaan dan perdamaian dunia,” ujar Prabowo. Ia menilai keterlibatan ini menjadi momentum bersejarah sekaligus peluang nyata untuk mendorong upaya perdamaian, khususnya bagi rakyat Palestina.
“Saya kira ini kesempatan bersejarah, ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza,” katanya.
Prabowo juga menyampaikan perkembangan positif di wilayah konflik Gaza saat ini. “Penderitaan rakyat Gaza sudah berkurang, sangat berkurang. Bantuan-bantuan kemanusiaan begitu deras dan besar masuk, sudah masuk. Saya sangat berharap dan Indonesia siap ikut serta,” tegasnya.
Pernyataan Trump tentang BoP
Donald Trump, dalam sambutannya, menyebut BoP sebagai inisiatif perdamaian paling penting dan berpotensi bersejarah. Ia menekankan bahwa BoP terbentuk dari para pemimpin dunia yang memiliki pengaruh besar untuk mendorong perdamaian global.
“Semua orang di ruangan ini adalah bintang. Ada alasan mengapa kalian di sini dan kalian semua adalah bintang, kalian adalah orang-orang terbesar, orang-orang terpenting di dunia, orang-orang paling berpengaruh di dunia,” ujarnya.
Trump juga menyampaikan rasa senang bisa bersama-sama dengan para pemimpin dunia dalam BoP. “Saya hanya ingin mengatakan bahwa sungguh luar biasa bisa bersama Anda dan saya pikir ini adalah sesuatu yang sangat penting yang kita lakukan, ini yang terpenting. Saya sangat menantikan untuk berada di sini,” ucapnya.
Ia yakin bahwa lembaga yang dibuatnya akan sangat luar biasa ke depannya. Bahkan, Trump menyindir PBB dengan mengatakan bahwa PBB seharusnya bisa berbuat lebih baik, sehingga dunia tidak membutuhkan Dewan Perdamaian.
“Kami baru saja membentuk Dewan Perdamaian, yang menurut saya akan luar biasa. Saya berharap Perserikatan Bangsa-Bangsa dapat berbuat lebih banyak, saya berharap kita tidak membutuhkan Dewan Perdamaian,” ujarnya.
Trump kemudian menyinggung perihal berbagai upayanya yang sudah menyelesaikan sejumlah perang. “Anda tahu, dengan semua perang yang saya selesaikan, Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak pernah membantu saya dalam satu perang pun,” katanya.
