Perubahan Jabatan di Kejari Kotim
Di tengah penyidikan dugaan korupsi dana hibah senilai Rp 40 miliar, terjadi pergeseran jabatan di Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur (Kejari Kotim). Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) sebelumnya, Budi Kurniawan Tymbas, dipindahkan ke Kejaksaan Negeri Tabalong, Kalimantan Selatan. Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Kotim, Nofanda Prayuda, juga mengalami mutasi ke Kejaksaan Negeri Sekadau, Kalimantan Barat.
Jabatan Kasi Pidsus kini diisi oleh Menahin Kriskana, yang sebelumnya menjabat sebagai Kasi Pidsus di Kejaksaan Negeri Murung Raya, Kalimantan Tengah. Perubahan ini terjadi saat kasus dana hibah masih dalam tahap penyidikan aktif dan belum ada penetapan tersangka. Hal ini memicu perhatian publik, karena kasus tersebut sedang didalami secara intensif oleh tim jaksa.
Penangkapan Pengedar Sabu di Wilayah PT TASK 3
Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban, anggota Polsek Cempaga melakukan patroli rutin di wilayah hukumnya. Pada malam hari, mereka mencurigai seseorang yang melintas di dekat Pos Satpam PT TASK 3 Km 42, Desa Luwuk Ranggan, Kecamatan Cempaga, Kotim. Tak lama setelah itu, pria berinisial RB (35) ditangkap.
Menurut Kasi Humas Polres Kotim AKP Edy Wiyoko, penangkapan terjadi pada Kamis (29/1/2026) setelah polisi menerima laporan warga tentang aktivitas jual beli sabu di kawasan tersebut. Dari tangan RB, petugas menemukan narkotika jenis sabu dengan berat 100,47 gram.
Karhutla di Kotim Masih Berlangsung
Meski hujan telah turun selama dua hari terakhir, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Bengkuang Makmur, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), masih terjadi. Asap tipis terlihat membumbung dari lahan gambut, meskipun api tidak terlihat secara langsung. Ini menunjukkan bahwa bara api masih bekerja diam-diam di bawah permukaan tanah.
Berdasarkan laporan dari Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, hingga pukul 15.00 WIB, asap masih mengepul dari lokasi kejadian. Ini menjadi indikasi bahwa karhutla belum sepenuhnya padam, meskipun kondisi cuaca cukup mendukung.
Penelitian Buaya Sinyulong di Sungai Arut
Di wilayah Sungai Arut, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), BKSDA Resort Sampit bersama peneliti dari Jambi melakukan penelitian terhadap buaya sapit atau sinyulong. Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan untuk memahami pergerakan dan perilaku hidup buaya sapit yang masih mendiami kawasan sungai dan area bernilai konservasi tinggi.
Proses penelitian melibatkan penangkapan buaya, pemasangan alat pemancar, serta pelepasan kembali ke habitat alaminya. Kegiatan ini dilakukan di daerah yang memiliki nilai konservasi tinggi, sehingga penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem lokal.



