Pengalaman Buruk Perwira Polisi dalam Mengurus KTP Elektronik
Seorang perwira polisi di Kabupaten Deli Serdang mengeluh saat mengajukan permohonan KTP elektronik di kantor Camat Tanjung Morawa. Ia harus bolak balik hanya untuk mendapatkan satu keping KTP pengganti yang hilang.
Awalnya, ia datang ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di Lubuk Pakam, namun kemudian diarahkan kembali ke Kantor Camat Tanjung Morawa. Keluhan perwira tersebut kini viral di media sosial setelah ia memvideokan pengalamannya saat masih berada di kantor Camat dan mengunggahnya ke akun media sosialnya.
Banyak akun lain juga ikut memviralkan atau membagikan keluhannya itu. Informasi yang didapat menyebutkan bahwa AKP Nanang Kusumo selain sebagai anggota Polri juga dikenal sebagai Selebgram di Sumatera Utara. Ia tercatat sebagai warga Desa Bangun Sari Baru Kecamatan Tanjung Morawa. Saat ini ia bertugas di Ditlantas Polda Sumut.
Saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, AKP Nanang mengakui sangat kesal saat melakukan pengurusan KTP. Menurutnya, ia datang melakukan pengurusan pada Jumat (27/3/2026) pagi. Pengurusan dilakukan karena KTP lamanya hilang dan untuk keperluan cetak rekening koran di bank.
“Saya datang ke kantor Dinas Capil pertama kali jam 09.30 dan datang pakai baju preman bukan baju dinas (baju biasa), ya sebagai masyarakat biasalah. Tapi sampai kantor dinas ditanya warga mana, karena saya bilang warga Tanjung disuruh ke kantor Camat. Terpaksa balik lagi datanglah ke kantor Camat,” ujar Nanang, Senin (30/3/2026).
Nanang merasa kecewa mengapa di kantor dinas yang dianggap sebagai pusat pelayanan di tingkat Kabupaten tidak mau memberikan pelayanan pencetakan KTP. Padahal untuk administrasi sudah ia upayakan untuk dilengkapi mulai dari surat kehilangan polisi sampai membawa foto copy kartu keluarga.
Ia menyebut tiba di kantor Camat Tanjung Morawa sekitar pukul 10.25 WIB. “Sampai di kantor Camat nggak ada petugas yang mandu atau yang bisa ditanya. Mau kemana pun bingung kita dan tanya-tanya warga jugalah jadinya. Sudah masuk di ruang aula ditanya sama petugas mau ngurus apa, ditanya sudah ada laporan polisi dan KK ya karena memang sudah lengkap saya jawab sudah. Disitu kemudian dibilang tunggu saja nanti namanya dipanggil,” kata Nanang.
Nanang yang juga pernah menjadi Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi ini semakin kesal setelah kira-kira pukul 11.45 WIB. Karena sudah lebih dari satu jam lamanya menunggu dan tidak dipanggil-panggil namanya ia pun mulai kembali bertanya sama petugas.
“Sepengetahuan saya kalau KTP hilang hanya lihat NIK saja kan bisa dan buat untuk dicetak. Saya tanya lagi sama petugas disitu katanya belum siap tunggu saja. Malah gak tau siapnya sampai jam berapa. Disuruh balik lagi 13.30 dan jadi donggol (kesal) lah saya makanya saya buat video itu,” sebut Nanang.
Setelah videonya itu viral, ia kemudian dihubungi pihak Pemkab. Inspektur Pemkab, Edwin Nasution bahkan menghubunginya dan mengatakan KTP sudah siap dan bisa diambil di kantor Camat.
“Alasan pegawai makanya lama siap karena sempat mati lampu paginya. Yang jadi pertanyaan apa kantor Camat itu nggak punya mesin genset. Jadi kalau mati lampu terus apa gak bisa jalan pelayanan?” kata Nanang.
Bukan baru kali ini pihak Kecamatan Tanjung Morawa juga sebelumnya sempat viral akibat pelayanan KTP. Bertahun-tahun KTP sempat ditemukan menumpuk dan tidak dibagikan petugas ke warga. Jumlahnya sempat mencapai ribuan.
