Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Bisnis

Petani Tebu Bongkar Kerugian Besar dari Impor Bioetanol AS

Kaila Azzahra
Last updated: March 10, 2026 12:24 am
Kaila Azzahra
Share
4 Min Read
SHARE



Kebijakan Impor Bioetanol: Dampak pada Petani dan Industri Gula dalam Negeri

Contents
  • Peran Tebu dalam Produksi Etanol
  • Surplus Etanol dan Kebijakan Impor
  • Dampak pada Harga Tetes Tebu
  • Persaingan dengan Impor Molase dari Pakistan
  • Kritik terhadap Kebijakan Pemerintah
  • Ketentuan dalam Kesepakatan Dagang Indonesia-AS
  • Kontradiksi dengan Proyek Bioetanol di Banyuwangi

Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menyampaikan kekhawatiran terkait keputusan pemerintah untuk mengimpor bioetanol dari Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari kesepakatan tarif resiprokal Indonesia-AS atau Agreement on Reciprocal Trade (ART). Keputusan ini dinilai berpotensi merugikan petani tebu dan industri gula nasional.

Peran Tebu dalam Produksi Etanol

Tebu menjadi salah satu bahan baku utama dalam pembuatan etanol. Proses produksi etanol melibatkan pengolahan molase, yang merupakan produk sampingan dari proses pengolahan tebu. Molase kemudian difermentasi untuk menghasilkan etanol.

Menurut Sekretaris Jenderal APTRI M Nur Khabsyin, keputusan impor bioetanol akan memberikan dampak negatif pada sektor pertanian dan industri gula. Dalam catatan APTRI, surplus molase dan etanol di dalam negeri sudah cukup besar. Pada tahun 2025, produksi molase mencapai 1,8 juta ton, sedangkan kebutuhan dalam negeri hanya sebesar 1,1 juta ton. Sementara itu, produksi etanol mencapai 160 ribu kiloliter (kl), namun hanya terserap sebesar 110 kl.

Surplus Etanol dan Kebijakan Impor

Sisanya dari produksi etanol, yaitu sekitar 50 ribu kl, diekspor ke beberapa negara Asia, khususnya Vietnam. Namun, kebijakan impor bioetanol dari AS dinilai tidak sejalan dengan upaya meningkatkan swasembada energi dan pangan.

“Ini ironi karena di tengah upaya meningkatkan swasembada, kita justru dibarter dengan AS,” ujar Khabsyin.

Dalam target pemerintah untuk menerapkan mandatori pencampuran bioetanol sebesar 5% (E5) pada BBM mulai 2028, APTRI menilai bahwa kelebihan molase dan etanol dalam negeri sudah lebih dari cukup. Saat ini, campuran etanol hanya terbatas pada Pertamax dan tidak disubsidi.

Dampak pada Harga Tetes Tebu

Impor bioetanol dari AS juga dikhawatirkan akan menurunkan harga tetes tebu dalam negeri. Hal ini akan berdampak langsung pada pendapatan petani tebu. Sebelum masa giling tebu 2026, harga tetes turun drastis dari Rp 2.500 per kg pada 2024 menjadi hanya Rp 500 per kg.

“Penurunan harga ini sangat signifikan. Untuk 1 hektare tebu, penurunan harganya bisa mencapai Rp 3 juta,” tambah Khabsyin.

Persaingan dengan Impor Molase dari Pakistan

Selain itu, petani tebu juga menghadapi persaingan dengan impor molase dari Pakistan yang telah dimulai sejak 2019. Kebijakan Bea Masuk 0% memungkinkan impor molase dari Pakistan masuk ke Indonesia. Meski sebelumnya masih bisa bersaing, kini kebijakan impor dari AS dikhawatirkan semakin memperparah situasi.

Kritik terhadap Kebijakan Pemerintah

Ketua Umum DPN APTRI Soemitro Samadikoen juga menyampaikan kritik terhadap pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menyebut langkah impor ini sebagai upaya memenuhi kebutuhan etanol nasional sebelum mencapai kemandirian produksi. Menurut Soemitro, Indonesia masih memiliki kebun tebu yang dapat dimanfaatkan.

“Kita masih mengandalkan kebun tebu yang ada saat ini, dengan persaingan impor. Ini disebut hanya untuk menutup kebutuhan dasar selama belum terpenuhi, tapi sampai kapan?” tanya Soemitro.

Ketentuan dalam Kesepakatan Dagang Indonesia-AS

Dalam Annex III dari kesepakatan dagang Indonesia-AS, khususnya Article 2.23, disebutkan bahwa Indonesia tidak boleh menetapkan aturan yang mencegah impor bioetanol dari AS. Selain itu, dalam Annex IV tentang komitmen pembelian, Indonesia wajib memastikan impor etanol dari AS melebihi 1.000 metrik ton (1 juta kl) setiap tahun.

Kontradiksi dengan Proyek Bioetanol di Banyuwangi

Soemitro juga menyebut keputusan ini kontradiktif dengan langkah pemerintah yang baru saja meresmikan proyek bioetanol Glenmore di Banyuwangi, Jawa Timur. Proyek ini digarap oleh PT Perkebunan Nusantara III (Persero) melalui PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) dan Pertamina NRE.

Dengan kapasitas produksi sebesar 30.000 kiloliter per tahun, proyek ini ditargetkan dapat mengurangi impor BBM senilai Rp233,5 miliar per tahun. Namun, kebijakan impor bioetanol dari AS dinilai jauh dari target swasembada energi dan pangan.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByKaila Azzahra
Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Bisnis

Kapan Waktu Tepat Beli Emas? 7 Tips Cerdas untuk Investasi Menguntungkan!

April 22, 2026
Bisnis

Strategi Komunikasi dan Negosiasi Bisnis UMKM di Dunia Global

December 29, 2025
Bisnis

Rusia Berminat Bangun Kilang dan Gudang Minyak di RI, Investor Siap Masuk

April 22, 2026
Bisnis

Garuda Indonesia Membantah Kru Patah Tulang Akibat Turbulensi, Sebut Hanya Luka Ringan

December 29, 2025
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?