Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Politik

Perundingan AS-Iran Gagal, Kembali ke Perang?

Rafitman
Last updated: April 15, 2026 11:56 pm
Rafitman
Share
4 Min Read
SHARE

Perundingan AS-Iran di Pakistan Berakhir Tanpa Kesepakatan

Negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berlangsung selama 21 jam di Pakistan pada akhir pekan lalu tidak berhasil mencapai kesepakatan. Kegagalan ini menunjukkan bahwa kedua belah pihak masih memiliki perbedaan pendapat terkait isu nuklir.

Perspektif AS: Iran Menolak Tuntutan Permanen

Pihak AS menganggap bahwa Iran tidak menerima tuntutan mereka, khususnya terkait penghentian permanen program nuklir. Mereka percaya bahwa Iran belum siap untuk menghentikan aktivitas pengayaan uranium secara total. Wakil Presiden AS, JD Vance, menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan proposal akhir untuk menghentikan program nuklir Iran secara permanen. Ia juga menekankan bahwa AS sudah menjelaskan batasan dan kompromi yang bisa diterima.

Namun, Iran menilai syarat-syarat yang diajukan oleh AS tidak masuk akal. Mereka menolak untuk melepaskan hak pengayaan uranium, yang merupakan bagian dari kebijakan nuklir mereka. Pihak Iran mempertahankan bahwa mereka memiliki hak untuk mengembangkan teknologi nuklir, sebagaimana diatur dalam Perjanjian Nonproliferasi Nuklir.

Perspektif Iran: Hak dan Keinginan untuk Bertahan

Di sisi lain, Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan menyerah meskipun menghadapi tekanan militer AS. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa kehilangan banyak nyawa dan kerusakan yang terjadi selama konflik memperkuat tekad mereka untuk melindungi kepentingan bangsa. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menekankan bahwa diplomasi tidak akan berakhir dan akan terus dilakukan. Ia juga menilai bahwa kesepakatan hanya bisa dicapai jika AS menunjukkan itikad baik.

Baqaei juga mengatakan bahwa negosiasi dengan AS tidak bisa diselesaikan dalam satu sesi saja. Ia memprediksi bahwa kontak antara Iran dan negara-negara sekutu seperti Pakistan akan terus berlanjut.

Dilema AS: Negosiasi Panjang atau Kembali Berperang

Setelah perundingan gagal, pemerintahan Trump menghadapi dilema besar. Mereka harus memilih antara melanjutkan negosiasi panjang dengan Iran atau kembali berperang. Kedua opsi ini memiliki risiko strategis dan politik yang signifikan.

Jika negosiasi dilanjutkan, AS akan menghadapi proses yang rumit dan memakan waktu, seperti yang terjadi dalam perjanjian sebelumnya. Sementara itu, kembali berperang dapat memicu gangguan energi global dan persaingan kekuasaan di Selat Hormuz.

Kekuatan Militer AS: Tidak Memengaruhi Tekad Iran

Serangan militer AS sebelumnya, termasuk serangan terhadap lebih dari 13.000 target, tampaknya justru memperkuat tekad Iran untuk tidak menyerah. Meski AS mencoba memperlihatkan kekuatan mereka, Iran tetap bersikeras pada posisi mereka.

Sejarah Perundingan yang Gagal

Perundingan ini tidak jauh berbeda dari perundingan sebelumnya yang berakhir buntu di Jenewa pada akhir Februari lalu. Pada saat itu, Iran menawarkan untuk menangguhkan operasi nuklir mereka selama beberapa tahun, tetapi tidak untuk menyerahkan persediaan uranium tingkat mendekati bom atau secara permanen menyerahkan kemampuan pengayaan uranium di tanah air mereka sendiri.

Perjanjian besar terakhir antara AS dan Iran, yang dicapai pada masa pemerintahan Obama, membutuhkan dua tahun untuk dinegosiasikan. Perjanjian tersebut juga penuh dengan kompromi, termasuk izin bagi Iran untuk mempertahankan sejumlah kecil persediaan nuklir dan secara bertahap mencabut pembatasan aktivitas nuklir hingga 2030.

Tantangan Berikutnya

Kegagalan perundingan ini menunjukkan bahwa jalan menuju perdamaian antara AS dan Iran masih sangat panjang. Keduanya harus menemukan titik temu yang saling menguntungkan, sambil tetap menjaga kepentingan nasional masing-masing.


Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByRafitman
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Politik

Daftar Pejuang yang Memeriahkan Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946 di Manado

February 14, 2026
Politik

Dubes Palestina Abdulfattah AK Al-Sattari Mengunjungi Keluarga Prajurit TNI Gugur di Lebanon

April 12, 2026
Politik

Sekda Terseret, Masih Tunggu Kejelasan ! Klaim JHT P3K Paruh Waktu Mandek

January 14, 2026
Politik

Kezia Syifa Jadi Anggota Tentara AS, Yusril: Tidak Otomatis Kehilangan Status WNI

January 29, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?