Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Bisnis

Pengusaha Tekstil Khawatir Banjir Produk Cina Saat Harga Bahan Baku Naik

Lani Kaylila
Last updated: April 22, 2026 12:04 am
Lani Kaylila
Share
4 Min Read
SHARE



JAKARTA — Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mulai memperhatikan kemungkinan peningkatan impor produk jadi, terutama dari Tiongkok, dalam situasi kenaikan harga bahan baku yang memberatkan daya saing industri tekstil lokal.

Contents
  • Faktor Penyebab Kenaikan Harga Bahan Baku
  • Ancaman Impor Ilegal
  • Upaya Industri Menghadapi Tantangan
  • Peran Pemerintah dalam Pengawasan Impor

Direktur Eksekutif API, Danang Girindrawardana, mengatakan bahwa kenaikan harga bahan baku tekstil telah mencapai 30% hingga 40%. Hal ini menjadi tantangan besar bagi industri tekstil. Menurutnya, kenaikan harga bahan baku berpotensi memicu lonjakan impor produk tekstil dari Tiongkok, karena biaya produksi dalam negeri meningkat. Ia menilai hal ini membuat produk lokal semakin tidak kompetitif dan membahayakan keberlanjutan industri tekstil nasional.

“Yang kami khawatirkan adalah masuknya barang impor secara berlebihan. Bukan masalah harga yang lebih mahal, tetapi konsumen akan mencari barang yang lebih murah, tanpa memperhatikan asalnya,” ujar Danang saat diwawancarai di sela-sela Pameran Indo Intertex di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).

Dia juga menyampaikan kekhawatiran terhadap kebijakan pengendalian impor yang mungkin tidak efektif jika barang tekstil dan garmen masuk secara ilegal.

“Kita harus mengakui bahwa indeks kompetitif produk tekstil dan garmen lokal masih kalah dengan produk Tiongkok. Mereka bisa masuk ke Indonesia dengan harga sekitar setengah hingga tiga perempat lebih murah dari produksi kita. Itu sangat berbahaya,” katanya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa kenaikan harga bahan baku terjadi pada berbagai komponen kimia seperti mono ethylene glycol (MEG) dan bahan turunan minyak lainnya yang digunakan dalam produksi benang. Kenaikan ini dipicu oleh gangguan pasokan global, termasuk dari kawasan Timur Tengah yang merupakan salah satu sumber utama bahan baku tekstil.

Menurutnya, kondisi ini memaksa industri untuk mencari alternatif pasokan dari negara lain seperti India dan Vietnam. Namun, diversifikasi sumber ini belum sepenuhnya mampu menekan biaya produksi yang terus meningkat, terutama di tengah potensi kenaikan biaya energi.

Dia menambahkan bahwa tekanan biaya produksi diperkirakan akan semakin meningkat pada kuartal II/2026 seiring kebutuhan impor bahan baku baru. Bahkan, jika ketegangan di Selat Hormuz terus berlangsung, kenaikan harga bahan baku berpotensi melampaui 50%.

Di sisi lain, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan pemerintah terus memperketat pengawasan terhadap barang impor ilegal yang masuk ke Indonesia. Meski demikian, ia menilai industri tekstil nasional masih memiliki daya saing, terutama didukung oleh ekosistem industri dari hulu hingga hilir yang cukup kuat di dalam negeri.

“Tadi saya tanya teman-teman, yang itu pameran, bisa enggak bersaing dengan produk impor? Ya, teman-teman bilang enggak ada masalah,” pungkasnya.

Faktor Penyebab Kenaikan Harga Bahan Baku

  • Kenaikan harga bahan baku tekstil mencapai 30%-40%, terutama pada komponen kimia seperti mono ethylene glycol (MEG) dan bahan turunan minyak lainnya.
  • Gangguan pasokan global, termasuk dari kawasan Timur Tengah, menjadi penyebab utama kenaikan harga.
  • Kenaikan biaya produksi memicu kekhawatiran terhadap meningkatnya impor produk tekstil dari Tiongkok.

Ancaman Impor Ilegal

  • Kebijakan pengendalian impor dinilai rentan tidak efektif jika barang tekstil dan garmen masuk secara ilegal.
  • Produk Tiongkok dianggap lebih murah dibandingkan produk lokal, sehingga berpotensi mengurangi daya saing industri tekstil nasional.

Upaya Industri Menghadapi Tantangan

  • Industri tekstil berusaha mencari alternatif pasokan dari negara lain seperti India dan Vietnam.
  • Diversifikasi sumber bahan baku belum mampu menekan biaya produksi yang terus meningkat.
  • Potensi kenaikan biaya energi menambah tekanan terhadap industri.

Peran Pemerintah dalam Pengawasan Impor

  • Pemerintah terus memperketat pengawasan terhadap barang impor ilegal.
  • Daya saing industri tekstil nasional dinilai masih baik, didukung oleh ekosistem industri yang kuat.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByLani Kaylila
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Bisnis

IHSG Diperkirakan Volatil Pekan Ini, Analis Beberkan Peluang dan Dampak Konflik

March 4, 2026
Bisnis

Promo Lebaran Murah: BIG Cola Rp8.500, Imperial Rp21.500 21 Maret 2026

March 26, 2026
Bisnis

7 Tips Cari Uang Tambahan di Jelang Ramadhan: Ibu Rumah Tangga Manfaatkan Live Shopping

February 4, 2026
Bisnis

7 Pekerjaan Baru Indofood Tahun 2026, Cek Kualifikasi & Cara Daftar

April 9, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?