Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Hukum

Pembuat hoaks foto kebakaran MTsN 2 Tanahlaut Kalsel akui kesalahan dengan pernyataan tertulis

Wahyudi
Last updated: December 10, 2025 2:38 am
Wahyudi
Share
8 Min Read
SHARE

Kebakaran Palsu di MTsN 2 Tanah Laut, Memicu Kekacauan dan Penangkapan Tiga Orang

Pada malam hari sekitar pukul 21.15 Wita, terjadi keributan yang cukup besar setelah beredar foto kebakaran yang diklaim terjadi di MTsN 2 Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Informasi palsu ini sempat membuat puluhan petugas dan relawan pemadam kebakaran bergerak menuju lokasi di Jalan Datu Insyad, Pelaihari, namun akhirnya diketahui bahwa kabar tersebut tidak benar atau hoaks.

Contents
  • Kebakaran Palsu di MTsN 2 Tanah Laut, Memicu Kekacauan dan Penangkapan Tiga Orang
  • Berawal dari Candaan dalam Grup WhatsApp
  • Picu Mobilisasi Damkar
  • Tips Terhindar dari Hoaks, Lakukan 4 Langkah Ini!

Tiga orang digelandang ke Mapolsek Pelaihari pada malam tadi juga. Banyak anggota relawan BPK datang karena sangat kesal dengan ulah pelaku. Menurut Kapolres Tala AKBP Ricky Boy Siallagan melalui Kapolsek Pelaihari Iptu Benny Wishnu Wardhany, ketiga pelaku telah diberi kesempatan untuk meminta maaf secara terbuka dan membuat pernyataan tertulis agar tidak mengulangi perbuatan tersebut.

Kronologi kejadian tersebut dimulai sekitar pukul 21.00 Wita ketika sebuah akun (H89TL) mengirim foto yang menampakkan kobaran api dan diklaim sebagai kebakaran di MTsN 2 Tanah Laut. Foto itu dikirim ke grup komunikasi tim penyelamatan IR911TL.

Menerima laporan tersebut, anggota Damkar Tanahlaut dan para relawan segera berangkat menuju lokasi sekolah. Namun, setibanya di tempat kejadian mereka tidak menemukan tanda-tanda kebakaran. Kondisi sekolah aman dan normal.

Situasi tersebut memicu kemarahan petugas yang merasa telah dikerjai dan menganggap tindakan itu sangat merugikan karena mengganggu kesiapsiagaan penanganan darurat.

Usai memastikan kondisi aman, para relawan menelusuri pelaku penyebaran foto. Salah seorang anggota grup (N) memberikan informasi bahwa seorang pengemudi ojek online (A) diduga menyebarkan foto tersebut. Ojol tersebut kemudian dipanggil ke Pos Induk Damkar Tanahlaut untuk memberikan klarifikasi. Dalam keterangannya, A menyebut bahwa pembuat dan penyebar awal foto hoaks itu adalah tiga rekannya yaitu GR (38), MA (37), dan MRA.

GR, wiraswasta, warga Desa Muara Asamasam, Kecamatan Jorong. MA, petani, warga Desa Suka Ramah, Kecamatan Panyipatan. Sedangkan MRA, wiraswasta, warga Kelurahan Pelaihari.

Berawal dari Candaan dalam Grup WhatsApp

Insiden itu bermula ketika MA meminta GR mengedit foto kebakaran untuk bahan candaan di grup WhatsApp OTL (grup ojol). Setelah diedit, foto dibagikan kembali dan menjadi bahan gurauan antara GR, MA, dan MRA. Tidak berhenti di grup, foto itu kemudian diunggah oleh MA ke status WhatsApp (SW). Dari situ foto menyebar ke banyak kontak hingga akhirnya sampai ke anggota damkar dan relawan penyelamatan.

Mengetahui dampak luas dan kegaduhan yang terjadi, anggota damkar dan relawan meminta ketiga pelaku untuk dibawa ke Polsek Pelaihari. Sekitar pukul 22.15 Wita, mereka tiba di Polsek dan diminta memberikan klarifikasi. Ketiganya kemudian membuat video permintaan maaf yang ditujukan kepada anggota damkar, relawan, dan masyarakat Tanahlaut, dengan disaksikan Kasi Kedaruratan Damkar dan BPD Tanahlaut Amrullah, anggota damkar, relawan, serta petugas Polsek Pelaihari.

Dalam video itu mereka menegaskan bahwa foto kebakaran tersebut hanyalah hoaks dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Usai proses tersebut, sekitar pukul 22.30 Wita, para relawan dan petugas damkar membubarkan diri.

Picu Mobilisasi Damkar

Seperti diketahui, sebuah foto kebakaran yang mengatasnamakan MTsN 2 Tanahlaut (Tala) beredar luas di media sosial dan memicu kepanikan, hingga menggerakkan pasukan pemadam kebakaran ke lokasi, malam tadi. Namun ternyata foto itu hoaks. Aparat pun langsung bergerak cepat melacak jejak pembuat dan penyebar foto hoaks tersebut.

“Sudah kerangka yang buat foto hoaks kebakaran itu. Malam tadi sudah dibawa ke Polsek Pelaihari,” ucap Kepala Satpol PP dan Damkar Tala Danoe Sulaiman, Senin (8/12/2025). Tiga orang pun digelandang ke mapolsek Pelaihari, malam tadi juga. Ketiganya adalah warga Pelaihari yaitu J, A, dan R. Penyebar konten palsu ini pun akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Foto yang mereka unggah awalnya dibuat hanya sebagai bahan candaan di grup percakapan. Namun tanpa disadari, gambar tersebut menyebar cepat dan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat Tala. “Kami benar-benar menyesal. Tidak terpikir dampaknya sebesar ini dan membuat relawan serta Damkar kerepotan. Kami meminta maaf sebesar-besarnya dan berjanji tidak mengulanginya,” ucap mereka.

Akibat informasi palsu tersebut, dua unit mobil pemadam kebakaran Tanahlaut sempat bergerak menuju lokasi yang disebutkan dalam unggahan. Sejumlah Damkar swasta malam tadi sekitar pukul 23.00 Wita juga ikut merespons panggilan darurat. Namun sesampainya di lokasi, tidak ditemukan adanya kejadian kebakaran.

Kepala Seksi Kedaruratan pada Satpol PP dan Damkar Tanahlaut Amrullah yang malam tadi turut ke Polsek Pelaihari menegaskan bahwa insiden itu menjadi pelajaran penting tentang bahaya mempermainkan isu kebencanaan. Pasalnya saat Damkar bergerak, ada risiko tinggi di jalan raya. Nyawa petugas dan pengguna jalan dipertaruhkan.

Karenanya, informasi palsu seperti itu dikatakannya sangat berbahaya dan merugikan banyak pihak. Ia juga mengungkapkan bahwa hoaks tersebut sempat menjalar hingga ke Damkar Banjarmasin, memperluas kepanikan yang tidak perlu.

Suasana di Polsek Pelaihari sempat dipadati relawan dan personel Damkar yang merasa dirugikan oleh aksi iseng tersebut. Setelah ketiga pelaku menyampaikan permintaan maaf, para relawan membubarkan diri secara tertib.

Amrullah mengimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial, terutama ketika berkaitan dengan informasi darurat. “Cek dulu kebenarannya. Jangan sampai niat bercanda justru berujung pada bahaya dan mengganggu pelayanan publik,” pungkasnya.

Kalangan warga Pelaihari berterimakasih kepada petugas yang bergerak cepat menindaklanjuti foto hoaks itu. “Alhamdulillah sudah ketemu orangnya yang bikin gaduh se-Pelaiharian. Bikin orang panik saja, bikin petugas damkar repot,” ucap Hasani, warga Angsau, Pelaihari, Senin (8/12/2025). Menurutnya perbuatan seperti itu sangat negatif dan berdampak sosial tinggi. Karena itu perlu disikapi secara tegas untuk pembelajaran bersama agar tidak ada lagi yang bermain-main seperti itu.

Tips Terhindar dari Hoaks, Lakukan 4 Langkah Ini!

Perkembangan teknologi dan informasi membuat penyebaran informasi semakin luas dan menjangkau siapa saja. Pesatnya perkembangan ini harus diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang baik. Jika tidak, ada potensi terpapar penyebaran informasi bohong alias hoaks yang sekarang kerap terjadi.

Diberitakan Kompas.com, 15 Oktober 2019, Peneliti Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat, Lintang Setianti, menilai, pemerintah patut mengutamakan literasi digital dalam penanganan disinformasi. Informasi menyesatkan banyak beredar melalui aneka jalur digital, termasuk situs online dan aplikasi pesan percakapan.

Apa saja yang bisa dilakukan agar tak mudah termakan hoaks? Berikut 4 tipsnya:

  1. Hati-hati dengan judul yang provokatif

    Melansir pemberitaan Kompas.com, 9 Januari 2017, hoaks seringkali tersebar dengan menggunakan judul sensasional. Isi tulisan pun terkadang diambil dari berita pada media mainstream, tetapi dengan mengubah narasi untuk menciptakan persepsi tertentu. Oleh karena itu, cermatlah saat menemukan judul yang terkesan provokatif. Misalnya, dengan mencari referensi berupa berita yang sama dari situs tepercaya. Kemudian, bandingkan keduanya. Dengan demikian, Anda dapat memperoleh sumber informasi atau isi berita yang berimbang.

  2. Cermati alamat situs penyedia berita

    Menurut catatan Dewan Pers, di Indonesia terdapat sekitar 43.000 situs yang mengklaim dirinya sebagai portal berita. Namun, belum semuanya terverifikasi. Dari laman-laman tersebut, situs yang terverifikasi sebagai situs berita resmi tidak mencapai 300.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByWahyudi
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Hukum

Satpol PP Nunukan Tindak Badut Jalanan, Selidiki Dugaan Eksploitasi Anak

January 29, 2026

FPPA Belu Minta Proses Hukum Kasus Pemerkosaan Anak di Bawah Umur

January 22, 2026
Hukum

Asisten Bongkar Awal Hubungan Haram Teddy dan Lina, Pernah Digrebek Warga, Sule Diam 9 Tahun

February 9, 2026
Hukum

Pembebasan Junaedi Saibih: Putusan Hakim yang Menggemparkan

March 10, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?