Perdebatan Kualitas Penjaga Gawang Timnas Indonesia Memanas di Belanda
Perdebatan mengenai kualitas penjaga gawang Timnas Indonesia kembali memanas, terutama setelah seorang jurnalis senior dari De Telegraaf memberikan pernyataan yang mengejutkan. Dalam sebuah wawancara, Valentijn Driessen menyebut bahwa kiper berkepala empat, Remko Pasveer, dinilai lebih unggul dibandingkan Maarten Paes.
Pernyataan ini muncul menjelang pertandingan antara Ajax Amsterdam melawan Heracles Almelo pada Minggu (12/4/2026). Driessen secara blak-blakan menyatakan bahwa Pasveer, yang saat ini berusia 42 tahun, masih memiliki atribut yang lebih baik dibandingkan Paes. Ia menekankan bahwa pengalaman dan ketenangan Pasveer di bawah mistar gawang belum bisa ditandingi oleh Paes.
“Saya rasa dia lebih baik daripada Paes ya,” kata Driessen dalam acara Kick-Off Eredivisie di De Telegraaf. “Itu cukup jelas bagi saya. Pria ini telah menjaga gawang di level tertinggi dan tampil sangat baik di Ajax.”
Driessen menambahkan bahwa faktor usia bukanlah penghalang bagi Pasveer untuk tetap bersaing di level tertinggi. Menurutnya, Paes belum mencapai level kematangan yang serupa saat masih berkarier di Belanda.
Reaksi Netizen Belanda Terhadap Pernyataan Driessen
Berseberangan dengan pendapat Driessen, kolom komentar di berbagai media olahraga Belanda justru dipenuhi oleh pembelaan terhadap Maarten Paes. Netizen Belanda menilai kritik Driessen terlalu subjektif dan tidak melihat perkembangan signifikan Paes sejak hijrah ke Major League Soccer (MLS), lalu kembali ke Eredivisi.
Beberapa komentar netizen yang memicu diskusi panjang antara lain:
- “Driessen selalu hidup di masa lalu,” tulis akun @Sjoerd_030.
- “Paes telah membuktikan kualitasnya di Amerika dan menjadi pahlawan bagi Indonesia.”
- “Membandingkannya dengan Pasveer yang sudah di penghujung karier adalah hal yang konyol.”
- “Pasveer memang stabil, tapi refleks dan jangkauan Paes saat ini jauh lebih modern,” tulis akun @EredivisieLover.
- “Ada alasan mengapa Indonesia sangat mengandalkannya.”
- “Apakah Driessen lupa bagaimana Paes menepis penalti para bintang dunia di MLS? Dia jauh lebih berkembang sekarang,” tulis netizen lainnya.
Performa Maarten Paes di Timnas Indonesia
Di sisi lain, Maarten Paes memang sedang menjadi sorotan global, terutama setelah debut gemilangnya bersama Timnas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia. Di bawah asuhan Shin Tae-yong, Paes menjelma menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus oleh penyerang-penyerang kelas dunia di Asia.
Performa Paes menunjukkan bahwa ia telah berkembang pesat sejak meninggalkan Eropa. Meskipun tidak lagi bermain di level tertinggi, kualitasnya tetap diakui oleh banyak pihak, termasuk publik sepak bola internasional.
Profil Remko Pasveer di Belanda
Sementara itu, Remko Pasveer sendiri tetap menjadi sosok yang dihormati di Belanda karena profesionalismenya yang luar biasa baik saat bersama Ajax maupun kini di Heracles. Namun, perbedaan gaya bermain dan jenjang usia membuat perbandingan ini dianggap banyak pihak tidak lagi relevan.
Diskusi ini membuktikan bahwa meskipun sudah tidak berkarier di Eropa, performa Maarten Paes tetap dipantau secara ketat oleh publik sepak bola Belanda. Hal itu sekaligus menunjukkan betapa besarnya pengaruh sang kiper dalam peta sepak bola internasional saat ini.
