Menjelang Ramadhan 2026, Kota Solo Menyimpan Keajaiban Kuliner yang Harus Dikunjungi
Kota Solo tidak hanya dikenal sebagai kota yang kaya akan sejarah dan budaya, tetapi juga menjadi tempat yang penuh dengan kekayaan kuliner. Di tengah menjelang Ramadhan 2026, banyak orang mencari tempat-tempat yang bisa memberikan pengalaman berbuka puasa yang istimewa. Salah satu cara untuk menikmati momen tersebut adalah dengan berkunjung ke toko-toko roti legendaris yang telah bertahan selama ratusan tahun.
Berikut ini adalah lima destinasi harta karun kuliner yang wajib dikunjungi di Kota Solo:
- Roti Ganep: Warisan Estetik Sejak Era Pakubuwono X
Berdiri sejak tahun 1881, Roti Ganep bukan sekadar toko roti, melainkan saksi bisu sejarah Surakarta. Nama Ganep memiliki makna filosofis yang mendalam, lengkap, utuh, sehat, waras, dan lengkap. Produk ikoniknya, Roti Kecik, terbuat dari beras ketan sangrai dengan sentuhan kayu manis yang menciptakan aroma magis. Teksturnya yang unik dan cita rasanya yang khas menjadikannya primadona yang tak lekang oleh waktu.
Lokasi: Jl. Sutan Syahrir, Setabelan, Banjarsari.
Jam Operasional: 06.00 – 21.00 WIB.
- Babah Setoe: Favorit Keluarga Pura Mangkunegaran
Babah Setoe hadir pada tahun 1882. Toko ini dikenal karena kelembutan tekstur rotinya yang konsisten selama lebih dari satu abad. Kabarnya, toko ini merupakan langganan keluarga Pura Mangkunegaran, terutama di masa pemerintahan Mangkunegara V. Varian paling dicari adalah Roti Semir dengan balutan krim mocca yang lumer di mulut. Selain itu, pilihan seperti roti santan dan roti kayu manis gula jawa menjadi teman yang sempurna untuk membatalkan puasa.
Lokasi: Jl. Adi Sucipto, Kerten, Laweyan.
Jam Operasional: 09.00 – 20.00 WIB.
- Roti Oen: Klasik dan Beragam
Bergeser ke tahun 1910, Roti Oen menawarkan nuansa klasik yang kental. Jika Anda penyukai variasi, di sinilah tempatnya. Mulai dari roti semir yang legendaris hingga roti sobek isi daging yang gurih, semuanya tersedia. Uniknya, Roti Oen memiliki koleksi roti tawar yang sangat variatif, mulai dari rasa asin, manis, hingga varian gandum yang lebih sehat. Jangan lewatkan juga roti krumpul dan roti sisirnya yang autentik.
Lokasi: Jl. Pakel, Kerten, Laweyan.
Jam Operasional: 08.00 – 19.00 WIB.
- Roti Orion: Cahaya Bintang dari Jebres
Nama Orion diambil dari nama sebuah bintang, dan memang benar, toko yang berdiri sejak 1932 ini menjadi bintangnya oleh-oleh khas Solo. Produk yang paling dicari adalah Mandarijn, roti lapis dua warna (kuning dan cokelat) yang disatukan dengan kelembutan selai nanas. Mandarijn Orion bukan sekadar roti; ia adalah identitas kuliner Solo yang hampir selalu mengisi tas belanja para wisatawan sebelum meninggalkan kota ini.
Lokasi: Jl. Jenderal Urip Sumoharjo, Purwodiningratan, Jebres.
Jam Operasional: 07.30 – 20.00 WIB.
- Roti Luwes: Si Lembut yang Tak Kalah Saing
Meski tergolong lebih muda dibandingkan yang lain, Roti Luwes telah mewarnai khazanah kuliner Solo sejak tahun 1962. Keunggulan utamanya terletak pada ragam pilihan yang menyesuaikan selera modern tanpa meninggalkan cara pembuatan tradisional. Roti semir di sini tampil beda dengan sapuan krim putih yang manisnya pas. Selain itu, pilihan seperti lapis legit dan roti pisang cokelat seringkali menjadi incaran warga lokal untuk sajian takjil di rumah.
Lokasi: Jl. Suryo, Jebres.
Jam Operasional: 07.00 – 21.00 WIB.
Menikmati sepotong roti legendaris di waktu berbuka bukan hanya soal mengenyangkan perut, tapi juga merayakan keteguhan tradisi yang masih tersisa di sudut-sudut Kota Solo. Sudah tahu mau mampir ke mana sore ini?
