Timnas Indonesia Siap Berlaga di ASEAN Cup 2026
Tim Nasional (Timnas) Indonesia akan berpartisipasi dalam ASEAN Cup 2026 dengan misi untuk meraih gelar pertama dalam sejarah turnamen sepak bola terbesar di Asia Tenggara tersebut. Dalam ajang ini, Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Timnas Vietnam yang merupakan juara bertahan.
Selain menghadapi Vietnam, Indonesia juga akan menghadapi Singapura, Kamboja, serta pemenang play-off antara Timor Leste dan Brunei Darussalam. John Herdman, pelatih Skuad Garuda, menilai bahwa menghadapi Vietnam menjadi tantangan besar bagi timnya. Ia mengatakan bahwa segrup dengan Vietnam adalah hal yang luar biasa, karena memberikan kesempatan bagi pemain untuk diuji kemampuan mereka.
“[Segrup dengan Vietnam] itu luar biasa. Kita memang harus diuji. Para pemain menginginkan momen-momen seperti ini sekarang,” ujarnya. Menurut Herdman, para pemain telah menjalani pertandingan besar di Kualifikasi Piala Dunia dan meraih beberapa hasil bagus, meskipun pernah mengalami kekalahan. Pembelajaran dari pengalaman tersebut akan diterapkan saat melawan sang juara bertahan.
Pada akhir 2023 hingga awal 2024, Timnas Indonesia berhasil meraih tiga kemenangan beruntun melawan Timnas Vietnam. Masing-masing kemenangan diraih dalam dua pertandingan di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dan satu laga di fase grup Piala Asia 2023. Namun, media Vietnam Thanh Nien menilai bahwa Timnas Vietnam saat ini jauh berbeda dibandingkan saat kalah tiga kali dari Indonesia.
Thanh Nien menyebutkan empat alasan mengapa Vietnam dinilai lebih unggul dari Indonesia dalam perburuan gelar juara ASEAN Cup 2026:
-
Kehadiran pemain naturalisasi baru
Vietnam di bawah asuhan pelatih Kim Sang-sik memiliki skuad pemain naturalisasi berkualitas tinggi. Beberapa nama yang disebutkan adalah Le Giang Patrik (1,88 m), Nguyen Filip (1,92 m), Do Phi Long (1,95 m), Cao Pendant Quang Vinh (1,77 m), Do Hoang Hen (1,81 m), dan Nguyen Xuan Son (1,86 m). Dengan skuad ini, Vietnam tidak kalah dengan lawan mana pun di Asia Tenggara dalam hal kecepatan, kebugaran fisik, dan kemampuan duel udara. -
Lebih kompak dalam kerja sama tim
Para pemain naturalisasi Vietnam dianggap lebih unggul daripada pemain naturalisasi Indonesia atau Malaysia karena mereka lebih terintegrasi ke dalam budaya lokal dan memiliki kerja sama tim yang lebih kuat. Hal ini karena pemain naturalisasi Vietnam setidaknya memiliki setengah keturunan Vietnam (Nguyen Filip, Le Giang Patrik, Cao Pendant Quang Vinh), atau telah tinggal di Vietnam dalam jangka waktu yang cukup lama (lebih dari 5 tahun), dan sepenuhnya terintegrasi ke dalam sepak bola lokal (Phi Long, Hoang Hen, Xuan Son). -
Pemain lokal berkualitas tinggi
Faktor lain yang berkontribusi pada peringkat tinggi Vietnam di ASEAN Cup 2026 adalah para pemain lokal sangat terampil, terlatih dengan baik, dan tingkat keterampilan mereka tidak jauh berbeda dengan pemain naturalisasi. Hal ini memastikan tingkat keterampilan keseluruhan yang sangat konsisten untuk seluruh tim Vietnam. -
Kepercayaan diri tinggi
Selain itu, kepercayaan diri para pemain Vietnam jauh lebih tinggi dibandingkan tim-tim lain di Asia Tenggara, berkat kesuksesan beruntun di turnamen internasional baru-baru ini. Mulai dari ASEAN Cup 2024, ASEAN Cup U-23 2025, SEA Games 2025, dan Piala Asia U-23 2026. Ini adalah sesuatu yang belum pernah dicapai oleh negara sepak bola lain di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
