Mazda6e: Kehadiran Mobil Listrik Murni Pertama dari Mazda di Singapura
Mazda6e, mobil listrik murni pertama yang diperkenalkan oleh Mazda, akan hadir dalam pameran Singapore Motorshow 2026. Model ini direncanakan untuk diluncurkan di Indonesia, kemungkinan besar pada GIIAS 2026, yang akan digelar pada pertengahan tahun ini. Meskipun penampilannya masih dalam bentuk perkenalan, dengan posisi setir di sebelah kiri, kehadiran Mazda6e ini menandai kolaborasi antara Mazda dan Changan Deepal.
Pada presentasinya, disebutkan bahwa Mazda6e akan resmi diluncurkan di Singapura pada Juli 2026. Dengan waktu peluncuran yang tidak jauh berbeda dengan Indonesia, ini menjadi indikasi bahwa model ini akan segera hadir di pasar Asia Tenggara.

Desain Kodo yang Menginspirasi
Mazda6e, yang juga dikenal sebagai Mazda EZ-6 di Tiongkok, dibangun di atas platform Changan EPA Platform dan berbagi kesamaan dengan Deepal L07. Meski memiliki beberapa elemen desain yang serupa dengan model yang sudah dipasarkan sejak 2022, Mazda melakukan re-desain untuk mengadaptasi karakternya dalam bahasa desain Kodo.
Bagian depan mobil ini menampilkan garis-garis khas Kodo yang mengalir dari gril hingga bagian samping. Salah satu keunikan desainnya adalah penggunaan lampu utama yang ‘disembunyikan’ di sisi kanan dan kiri gril, mirip dengan ornament. Di bagian atas, terdapat sepasang lampu DRL dan signature light yang memperkuat ciri khas desain modern Mazda.
Desain yang sporty juga ditunjukkan melalui adanya pintu frameless. Selain itu, Mazda merancang mobil ini dengan fokus pada aerodinamika. Bodi mobil dirancang mulai dari fascia depan yang ikonik, atap yang landai, hingga spoiler belakang yang bisa naik-turun untuk mengoptimalkan pengendalian angin. Dengan demikian, mobil ini tidak hanya efisien tetapi juga stabil pada kecepatan tinggi.

Interior yang Menawarkan Aura Sporty
Interior Mazda6e menawarkan aura sporty yang kuat. Bangku semi bucket ditempatkan untuk pengemudi dan penumpang depan. Lapisan kulit suede dapat ditemukan mulai dari bangku hingga trim interior. Pada contoh yang dipajang di pameran Singapura, warna orange dipadukan dengan kelir charcoal, menciptakan paduan kontras yang menarik. Namun, versi produksi kemungkinan akan menggunakan kombinasi warna yang lebih kalem.
Atap panoramic memberikan kesegaran bagi ruang kabin, memungkinkan masuknya cahaya alami. Konsol tengah dengan model ‘floating’ meningkatkan penggunaan ruang secara optimal. Monitor instrument berukuran 14,6 inci ditempatkan di tengah, mudah dilihat dan memiliki konsep serupa dengan Deepal L07.
Namun, Mazda6e memiliki perbedaan pada layar instrumen berukuran 10,2 inci yang dirancang untuk berkomunikasi dengan pengemudi. Layar ini tidak berbentuk kotak, tetapi menyesuaikan dengan desain dasbor yang lebih elegan. Secara keseluruhan, tampilan dasbor terlihat lebih enak dilihat dan menarik.
Mobil ini juga dilengkapi dengan fitur voice command untuk memudahkan interaksi pengemudi dengan sistem.

Jantung Penggerak yang Kuat
Sumber daya Mazda6e berasal dari motor listrik tunggal yang menggerakkan roda belakang. Motor ini mampu menghasilkan daya 190kW atau setara 225 hp dengan torsi puncak 290 Nm. Untuk baterainya, Mazda menggunakan teknologi Lithium Ferro Phosphate (LFP) dengan kapasitas 78 kWh.
Dengan baterai tersebut, jarak tempuh maksimal diklaim mencapai 545 kilometer. Selain itu, mobil ini dilengkapi dengan kemampuan fast-charging DC 194kW, yang memungkinkan pengisian baterai dari 10 hingga 80% dalam waktu 24 menit saja.



