Penemuan Keterlibatan Yayasan dalam Program Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dikenal sebagai salah satu inisiatif pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi siswa dan kelompok rentan. Program ini berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN) dan melibatkan berbagai yayasan serta unit pelaksana di daerah melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, baru-baru ini muncul isu tentang potensi keuntungan yang diperoleh oleh pihak pengelola program.
Fina Alsifa Fauziah, mantan akuntan SPPG di Sukabumi, mengungkap bahwa yayasan yang mengelola dapur MBG disebut memiliki sumber keuntungan dari pengadaan bahan baku makanan. Dalam sebuah video yang viral di YouTube, Fina menjelaskan bahwa yayasan tersebut mendapatkan keuntungan dari pengadaan bahan baku. Ia juga menyebut adanya insentif sebesar Rp6 juta per hari yang tetap diterima bahkan ketika tidak ada aktivitas operasional.
Temuan Ketidaksesuaian Pengadaan Bahan Makanan
Selain menyinggung keuntungan operasional, Fina juga mengungkap adanya ketidaksesuaian dalam proses pengadaan bahan makanan. Menurutnya, perbedaan antara jumlah bahan yang dipesan dengan barang yang benar-benar diterima sering terjadi. Contohnya, ia pernah menemukan kasus di mana pesanan 11 karung hanya mendapat 9 karung. Hal ini bisa memengaruhi akurasi laporan keuangan program yang bersumber dari dana negara.
Fina juga menyebut bahwa meskipun jumlah barang yang datang tidak sesuai dengan pesanan awal, angka dalam laporan pengajuan dana tetap menggunakan jumlah yang sama seperti dalam dokumen pemesanan. Jika kondisi ini benar, maka bisa memunculkan perbedaan antara realisasi barang yang diterima dengan anggaran yang dilaporkan dalam dokumen administrasi.
Mengaku Kerap Menemukan Kejanggalan
Selama bekerja sebagai akuntan di lingkungan SPPG, Fina beberapa kali menemukan hal-hal yang menurutnya janggal dalam pencatatan bahan pangan. Namun, alih-alih mendapatkan penjelasan yang jelas, ia justru diminta untuk meninggalkan pekerjaannya. Fina mengatakan bahwa ia awalnya diberi insentif, lalu dipanggil dan diminta pindah ke Caringin. Akhirnya, ia disuruh mengundurkan diri.
Dalam percakapan tersebut, Fina juga menirukan ucapan atasannya terkait kemungkinan pemeriksaan oleh pihak berwenang. Ia mengatakan bahwa jika ada kecurigaan, maka akan ada konsekuensi bagi yang terlibat. Fina juga menjelaskan bahwa data bahan tersebut diminta untuk disatukan dalam laporan keuangan.
Viral di Media Sosial dan Picu Reaksi Warganet
Pengakuan Fina tersebut dengan cepat menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu beragam tanggapan dari warganet. Banyak pihak menilai bahwa pernyataan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan lebih mendalam guna memastikan kebenaran informasi yang beredar. Sejumlah pengguna media sosial juga menyoroti pentingnya transparansi dan pengawasan ketat dalam pelaksanaan program MBG, mengingat program tersebut berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
