Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Kesehatan

Lula Lahfah Pernah Alami GERD dan Batu Ginjal, Dokter Jelaskan Bahaya Komplikasinya

Denis Arjuna
Last updated: February 4, 2026 11:45 pm
Denis Arjuna
Share
4 Min Read
SHARE



Influencer Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di apartemennya yang berlokasi di Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026). Kondisi ini memicu rasa duka mendalam di kalangan penggemarnya dan warganet. Di tengah rasa sedih tersebut, banyak netizen kembali menyoroti unggahan lama Lula di media sosial, terutama saat ia secara terbuka mengungkapkan kondisi kesehatannya yang disebutnya “borongan”.

Contents
  • GERD bukan penyakit sepele, tetapi tidak berdiri sendiri
  • Dokter: infeksi bisa menjadi faktor paling berbahaya
  • Efek domino dari gangguan saluran cerna
  • Batu ginjal dan ISK bisa saling berkaitan

Dalam sebuah video TikTok, Lula menjawab pertanyaan dari warganet tentang penyakit yang dialaminya. Ia menyebut menderita infeksi saluran kemih (ISK), usus bengkak dan meradang, batu ginjal, serta gastroesophageal reflux disease (GERD). Pertanyaan tersebut ditulis oleh seorang netizen, yang menanyakan apakah Lula sakit. Dengan jawaban singkat, Lula menyebutkan kondisi kesehatannya.

Ungkapan itu kini kembali dibaca publik, memunculkan pertanyaan tentang bagaimana kombinasi penyakit tersebut dapat memengaruhi kondisi tubuh secara medis.

GERD bukan penyakit sepele, tetapi tidak berdiri sendiri

Menurut laman Yayasan Gastroenterologi Indonesia (YGI), GERD merupakan kondisi kronis ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan iritasi. Gejalanya bisa berupa rasa panas di dada, mual, muntah, nyeri ulu hati, hingga rasa asam di mulut.

Secara umum, GERD bukan penyakit yang langsung mematikan. Namun, jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi seperti radang kerongkongan, luka pada saluran cerna, hingga gangguan makan akibat mual dan muntah berkepanjangan.

Dalam konteks ini, para ahli menekankan bahwa GERD sering kali tidak berdiri sendiri, melainkan muncul bersamaan dengan kondisi medis lain yang dapat saling memperberat.

Dokter: infeksi bisa menjadi faktor paling berbahaya

Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, MMB, SpPD, K-GEH, FACP, dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan gastroenterologi, menjelaskan bahwa dari kombinasi kondisi yang pernah disebutkan Lula, infeksi merupakan faktor yang paling perlu diwaspadai.

Infeksi, seperti ISK, dapat berkembang menjadi infeksi sistemik bila tidak tertangani dengan baik. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai sepsis, yakni respons tubuh terhadap infeksi yang menyebar dan dapat mengganggu fungsi organ vital.

“Ketika ada infeksi, apalagi jika lebih dari satu masalah kesehatan terjadi bersamaan, kondisi tubuh bisa memburuk dengan cepat,” jelas Prof. Ari.

Ia menambahkan, penyakit lain seperti GERD, gangguan usus, atau batu ginjal dapat memperlemah kondisi umum pasien, sehingga daya tahan tubuh menurun dan infeksi lebih mudah berkembang.

Efek domino dari gangguan saluran cerna

Prof. Ari juga menjelaskan bahwa pasien GERD sering kali mengalami mual dan muntah, terutama jika keluhan tidak terkontrol atau dipicu oleh obat-obatan tertentu seperti pereda nyeri dan antibiotik.

Kondisi ini dapat menyebabkan pasien: sulit makan, asupan nutrisi terganggu, tubuh semakin lemah. Jika keluhan mual dan muntah berlangsung lama dan tidak membaik meski sudah diberi obat, evaluasi lanjutan sangat diperlukan. Salah satunya melalui pemeriksaan endoskopi untuk melihat kondisi kerongkongan, lambung, hingga usus dua belas jari.

“Dalam beberapa kasus, pasien yang tampak hanya muntah-muntah ternyata memiliki luka serius di saluran cerna,” kata Prof. Ari.

Adanya usus yang meradang juga menandakan bahwa kondisi tersebut bukan keluhan ringan, melainkan sudah masuk tahap komplikasi.

Batu ginjal dan ISK bisa saling berkaitan

Selain gangguan saluran cerna, Lula juga menyebut mengalami batu ginjal dan infeksi saluran kemih. Secara medis, kedua kondisi ini memang sering saling berkaitan. Batu ginjal dapat menghambat aliran urine dan meningkatkan risiko infeksi, sementara infeksi berulang dapat memperparah kerusakan pada saluran kemih.

Jika infeksi tidak tertangani optimal, risikonya tidak hanya lokal, tetapi juga bisa menyebar ke seluruh tubuh.

“Ketika ada keluhan yang menetap, jangan diabaikan. Pemeriksaan yang tepat bisa mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius,” ujar Prof. Ari.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByDenis Arjuna
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Kesehatan

Kondisi Mengharukan Syafiq Ali di Gunung Slamet: Hampir Hipotermia, Tubuhnya Tersungkur

January 19, 2026
Kesehatan

7 Manfaat Teh Hitam untuk Kesehatan yang Wajib Diketahui

January 25, 2026
Kesehatan

Dr. Anesia Tania Beberkan Bahaya Toksin Ilegal dan Pemilihan Toksin Aman

January 29, 2026
Kesehatan

Sindrom Doose: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

March 30, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?