Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Teknologi

Laporan: Rahasia Facebook Sembunyikan Iklan Penipuan

Wahyudi
Last updated: January 14, 2026 1:25 am
Wahyudi
Share
4 Min Read
SHARE

Contents
  • Penipuan Iklan di Facebook dan Instagram, Meta Mengakali Mekanisme Regulator
  • Awalnya Diterapkan di Jepang
  • Dampak Hukum dan Kritik dari Regulator
  • Tindakan yang Diambil oleh Meta

Penipuan Iklan di Facebook dan Instagram, Meta Mengakali Mekanisme Regulator

Meta, perusahaan teknologi raksasa yang mengelola platform seperti Facebook dan Instagram, dilaporkan melakukan tindakan yang mengejutkan terkait iklan penipuan. Menurut laporan khusus dari Reuters, perusahaan ini justru mencoba menyembunyikan iklan berisiko tinggi dari pengawasan regulator, alih-alih menghapusnya secara langsung.

Temuan ini berasal dari dokumen internal Meta yang dianalisis selama empat tahun terakhir. Dokumen tersebut melibatkan berbagai tim, termasuk keuangan, hukum, kebijakan publik, dan keamanan. Laporan ini menunjukkan bagaimana Meta merespons kebijakan pengawasan yang semakin ketat terkait iklan penipuan dari pemerintah di berbagai negara.

Salah satu metode yang digunakan adalah “Ad Library” (Perpustakaan Iklan), sebuah basis data yang bertujuan untuk meningkatkan transparansi iklan Meta. Namun, menurut laporan, Meta memetakan kata kunci yang sering digunakan oleh regulator dalam pencarian iklan. Kata-kata tersebut kemudian digunakan untuk menghapus iklan yang terdeteksi sebagai penipuan. Trik ini berhasil mengurangi jumlah iklan bermasalah di Ad Library, meskipun secara keseluruhan jumlah iklan penipuan di platform Meta tidak mengalami penurunan signifikan.

Sandeep Abraham, seorang konsultan keamanan siber yang pernah bekerja di Meta, menggambarkan trik ini sebagai “sandiwara regulasi”. Menurutnya, tindakan ini bertentangan dengan tujuan awal Ad Library, yaitu transparansi. Meski demikian, Meta membantah tudingan tersebut dan menyatakan bahwa penghapusan iklan penipuan dilakukan sebagai bagian dari upaya penegakan hukum yang sah.

Awalnya Diterapkan di Jepang

Strategi ini pertama kali diadopsi oleh Meta di Jepang, khususnya saat regulator setempat sedang mempertimbangkan aturan verifikasi pengiklan. Saat itu, Jepang menghadapi lonjakan iklan skema investasi palsu yang menggunakan wajah publik figur dengan teknologi AI. Setelah Ad Library “dibersihkan”, aturan verifikasi tersebut akhirnya tidak diberlakukan.

Setelah kejadian tersebut, Meta mulai menyusun dokumen yang disebut “global playbook” untuk menyembunyikan iklan palsu. Strategi serupa kemudian diterapkan di beberapa negara lain, termasuk Amerika Serikat, Eropa, India, Australia, dan Brasil.

Dokumen tersebut juga menjelaskan alasan utama di balik langkah Meta. Berdasarkan analisis internal, penerapan verifikasi pengiklan secara universal bisa mengurangi jumlah iklan penipuan secara signifikan. Namun, biaya yang diperlukan diperkirakan mencapai 2 miliar dolar AS (sekitar Rp 33,4 triliun) dan dapat mengurangi pendapatan hingga 4,8 persen.

Karena risiko tersebut, Meta lebih memilih pendekatan reaktif, yaitu menghapus iklan penipuan setelah muncul laporan. Verifikasi pengiklan hanya diterapkan di negara-negara yang mewajibkannya secara hukum, seperti Singapura dan Taiwan.

Dampak Hukum dan Kritik dari Regulator

Praktik Meta ini mulai menimbulkan masalah hukum. Pemerintah Kepulauan Virgin AS menggugat Meta karena diduga memperoleh keuntungan dari iklan penipuan. Sementara itu, regulator Uni Eropa juga meminta penjelasan lebih rinci mengenai cara Meta menangani iklan penipuan. Juru bicara Komisi Eropa menyatakan keraguan terhadap kepatuhan Meta terhadap aturan yang berlaku.

Laporan Reuters juga menyoroti temuan investigasi sebelumnya yang menyebutkan bahwa iklan berisiko tinggi, sesuai klasifikasi internal Meta, menyumbang pendapatan hingga 7 miliar dolar AS (sekitar Rp 117 triliun) per tahun. Hal ini memberikan gambaran mengapa Meta enggan memperketat verifikasi pengiklan.

Tindakan yang Diambil oleh Meta

Meski ada kritik, Meta tetap mempertahankan pendiriannya. Perusahaan menyatakan bahwa mereka terus memperkuat sistem deteksi iklan penipuan dan bekerja sama dengan regulator. Namun, banyak pihak tetap meragukan komitmen Meta terhadap transparansi dan keamanan pengguna.

Dalam konteks global, kasus ini menjadi peringatan bagi perusahaan teknologi besar untuk lebih proaktif dalam mengatasi isu penipuan online. Kepatuhan terhadap regulasi dan kepentingan pengguna harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar strategi untuk menghindari tekanan hukum.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByWahyudi
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Teknologi

5 iPhone Kamera Terbaik dan Alami 2026, Termasuk iPhone 15 Pro Max

February 23, 2026
Teknologi

Samsung Galaxy A57 5G dan A37 5G resmi dirilis, hadir dengan kamera pro dan AI terkini

March 30, 2026
Teknologi

Waktu Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026 yang Tidak Terlihat di Indonesia

February 17, 2026
Teknologi

Motorola Edge 60 Fusion: Gaya Elegan dengan Fitur Premium, Harga Terjangkau!

December 7, 2025
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?