Kembalinya Lagu Tahun 2016 di Tahun 2026
Tahun 2025 berlalu, dan tiba-tiba suasana terasa berubah. Seperti sebuah pergeseran yang instan, ingatan kembali ke tahun 2016, masa ketika musik pop sederhana dan dance challenge menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Nostalgia ini bukan sekadar tren visual, tapi juga terdengar jelas lewat musik. Lagu-lagu pop dari 2016 kembali muncul di timeline media sosial, membangkitkan rasa kangen bagi generasi yang dulu remaja dan menarik perhatian generasi baru.
- Kembalinya Lagu Tahun 2016 di Tahun 2026
- 1. ‘Closer’ – The Chainsmokers feat. Halsey
- 2. ‘Love on the Brain’ – Rihanna
- 3. ‘One Dance’ – Drake feat. Wizkid & Kyla
- 4. ‘Lush Life’ – Zara Larsson
- 5. ‘Sorry’ – Justin Bieber
- 6. ‘We Don’t Talk Anymore’ – Charlie Puth feat. Selena Gomez
- 7. ‘Lean On’ – Major Lazer & DJ Snake feat. MØ
- Kesimpulan
Menariknya, banyak dari lagu tersebut justru terasa lebih kena di 2026. Berikut tujuh lagu tahun 2016 yang viral lagi di 2026, membuktikan bahwa musik punya cara unik untuk hidup kembali.
1. ‘Closer’ – The Chainsmokers feat. Halsey
Di tahun 2016, ‘Closer’ adalah lagu yang nyaris mustahil dihindari. Diputar di mana-mana, dari pesta rumah sampai radio mobil, lagu ini menjadi simbol hubungan yang rumit tapi relatable. Sepuluh tahun kemudian, liriknya tentang mantan, penyesalan, dan nostalgia justru terasa lebih dewasa bagi pendengarnya.
Di 2026, ‘Closer’ sering disebut sebagai soundtrack refleksi generasi yang sudah melewati banyak fase hidup. Bukan lagi soal cinta pertama, tapi tentang hubungan yang gagal tapi membentuk siapa mereka sekarang. Itulah yang membuat lagu ini kembali relevan karena emosinya tumbuh bersama pendengarnya.
2. ‘Love on the Brain’ – Rihanna
Berbeda dari pop ceria lainnya di era itu, ‘Love on the Brain’ selalu terasa emosional. Lagu ini menunjukkan sisi Rihanna yang rapuh, penuh cinta yang menyakitkan tapi jujur. Tak heran jika di 2026, lagu ini kembali masuk chart global.
Pendengar masa kini tampaknya lebih siap menerima emosi seberat ini. Di tengah tren musik yang semakin terbuka soal luka batin dan kesehatan mental, ‘Love on the Brain’ terdengar sangat selaras. Lagu ini bukan sekadar nostalgia, tapi pengingat bahwa cinta memang tak selalu indah.
3. ‘One Dance’ – Drake feat. Wizkid & Kyla
‘One Dance’ dulu adalah anthem musim panas yang tak tergantikan. Beat-nya simpel, ritmenya adiktif, dan langsung mengajak siapa pun untuk bergerak. Di 2026, lagu ini kembali populer sebagai pelarian dari rutinitas yang melelahkan.
Yang membuat ‘One Dance’ bertahan adalah kemampuannya menembus waktu dan suasana. Lagu ini cocok diputar di pesta kecil, perjalanan malam, atau sekadar menemani scroll media sosial. Rasanya tetap segar, seolah dunia memang butuh lagu santai seperti ini lagi.
4. ‘Lush Life’ – Zara Larsson
Kebangkitan ‘Lush Life’ di akhir 2025 menjadi pemicu gelombang nostalgia tahun 2016. Dance challenge di internet membuat lagu ini viral lagi, bahkan Zara Larsson sendiri membawanya ke panggung konser dengan versi baru. Hasilnya, streaming di 2026 justru melampaui masa rilis awalnya.
Pesan hidup bebas dan menikmati momen kecil terasa sangat relevan di era pasca-krisis. Banyak orang merasa lelah dengan tekanan hidup, dan ‘Lush Life’ hadir sebagai pengingat untuk bernapas dan bersenang-senang. Tak heran jika banyak yang berkata, “2026 terasa seperti 2016 lagi.”
5. ‘Sorry’ – Justin Bieber
‘Sorry’ adalah salah satu lagu pop paling ikonik dari era comeback Justin Bieber. Dengan beat tropis dan lirik permintaan maaf yang sederhana, lagu ini dulu mudah diterima semua kalangan. Di 2026, lagu ini kembali naik daun, kali ini dengan makna yang lebih reflektif.
Kini, ‘Sorry’ sering diputar sebagai simbol kedewasaan emosional. Banyak pendengar melihatnya bukan lagi sebagai lagu pop ringan, tapi pengakuan atas kesalahan dan proses bertumbuh. Lagu ini membuktikan bahwa pop sederhana pun bisa bertahan lama.
6. ‘We Don’t Talk Anymore’ – Charlie Puth feat. Selena Gomez
Di tahun 2016, ‘We Don’t Talk Anymore’ menjadi lagu perpisahan yang terasa sangat personal. Kolaborasi Charlie Puth dan Selena Gomez ini menggambarkan jarak emosional setelah hubungan berakhir, tanpa drama berlebihan. Melodinya sederhana, tapi justru itu yang membuat lagunya mudah melekat.
Memasuki 2026, lagu ini kembali relevan karena pendengarnya kini berada di fase hidup yang lebih dewasa. ‘We Don’t Talk Anymore’ kini sering digunakan di media sosial untuk menandai nostalgia dan penerimaan. Lagu ini membuktikan bahwa kesedihan yang tenang justru bisa bertahan paling lama.
7. ‘Lean On’ – Major Lazer & DJ Snake feat. MØ
Sebagai penutup, ‘Lean On’ adalah lagu yang hampir selalu muncul setiap kali nostalgia 2016 dibahas. Lagu ini dulu menyatukan EDM, pop, dan sentuhan global yang terasa baru. Di 2026, pesan tentang saling bergantung dan bertahan bersama terasa semakin relevan.
Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, ‘Lean On’ kembali menemukan maknanya. Lagu ini bukan hanya untuk berdansa, tapi juga tentang koneksi manusia. Mungkin itulah alasan mengapa lagu ini terus kembali, setiap kali orang butuh rasa kebersamaan.
Kesimpulan
Kembalinya lagu tahun 2016 di 2026, membuktikan bahwa musik tidak pernah benar-benar usang. Lagu-lagu ini tumbuh bersama pendengarnya dan mendapatkan makna baru seiring waktu dan pengalaman hidup. Dari ketujuh lagu ini, mana yang paling membuat kamu merasa “ini gue banget” di 2026?
