JAKARTA – Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mengumumkan pembentukan Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia (Kupumadu) atau World Peace Parliamentary Caucus (WPPC) di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (6/4).
Anggota DPR dari berbagai fraksi turut hadir dalam acara deklarasi Kupumadu, antara lain Ahmad Doli Kurnia (Golkar), Saleh Partaonan Daulay (PAN), Mardani Ali Sera (PKS), Sofyan Dedi (PDIP), Eva Monalisa (PKB), Ahmad Irawan (Golkar), dan Muhammad Nuh (perwakilan DPD).
Doli menyebut bahwa Kupumadu dibentuk sesuai dengan amanat konstitusi yang menegaskan pentingnya perdamaian.
“Berlandaskan pada amanat konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia khususnya Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945,” kata dia di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4).
Doli menjelaskan bahwa Kaukus membuat sepuluh pernyataan sikap terkait situasi geopolitik, mulai dari perang Rusia vs Ukraina hingga AS-Israel vs Iran, yang mengancam stabilitas global.
“Memicu krisis kemanusiaan serta mengganggu keamanan energi dan pangan dunia,” lanjut dia.
Selain itu, kata Doli, pernyataan sikap dibuat menanggapi eskalasi militer di Lebanon yang mengakibatkan gugurnya tiga prajurit TNI penjaga perdamaian.
“Gugurnya 3 prajurit TNI dalam menjalankan mandat perdamaian dunia merupakan tragedi kemanusiaan sekaligus pelanggaran serius terhadap prinsip perlindungan peacekeepers,” katanya.
Berikut sepuluh pernyataan sikap Kupumadu:
-
Mengecam agresi militer
Parlemen Indonesia, DPR, DPD, MPR RI mengecam keras seluruh bentuk agresi militer yang dilakukan oleh pihak manapun yang memperluas konflik dan menimbulkan korban sipil. -
Menjamin keamanan jemaah haji
Pentingnya mengupayakan deeskalasi di seluruh Timur Tengah untuk menjamin keamanan jemaah haji yang akan segera dilaksanakan. -
Menolak perang sebagai instrumen politik
Menegaskan bahwa perang bukan solusi yang sah dalam penyelesaian konflik internasional dan bertentangan dengan hukum humaniter internasional. -
Menyerukan gencatan senjata dan penghentian perang segera
Mendesak dilakukannya gencatan senjata total dan tanpa syarat di seluruh wilayah konflik termasuk Iran, Israel, dan Lebanon. -
Pentingnya perlindungan warga sipil
Menuntut seluruh pihak menghormati Konvensi Jenewa, menghentikan serangan terhadap warga sipil, tenaga medis, dan fasilitas publik. -
Perlindungan pasukan perdamaian PBB
Mengutuk keras serangan Israel terhadap pasukan UNIFIL yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit TNI dan menuntut jaminan keamanan penuh bagi seluruh peacekeepers. -
Indonesia garda terdepan perdamaian dunia
Mendukung pemerintah untuk mengambil sikap yang lebih tegas serta berperan aktif dalam upaya mengakhiri perang dan menjadi garda terdepan mewujudkan perdamaian dunia melalui berbagai instrumen diplomasi dalam koridor konstitusi dan kebijakan politik luar negeri bebas aktif. -
Mendukung penguatan PBB
Mendorong Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil langkah konkret termasuk resolusi penghentian konflik dan mekanisme perlindungan internasional. -
Menolak intervensi dan meningkatkan eskalasi politik
Menolak segala bentuk intervensi militer yang memperluas perang regional dan meningkatkan risiko konflik global. -
Mendorong diplomasi multilateral
Mendukung penyelesaian melalui jalur diplomasi, dialog konstruktif dan mekanisme multilateral yang inklusif.
