Kematian Politisi Golkar di Maluku Tenggara
Seorang politisi Partai Golkar asal Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, meninggal dunia setelah menjadi korban penikaman oleh orang tak dikenal (OTK) di area pintu masuk bandara. Peristiwa tragis ini terjadi secara tiba-tiba saat korban baru saja tiba dari Jakarta dan hendak melanjutkan perjalanan.
Menurut keterangan saksi di lokasi kejadian, pelaku diduga telah menunggu dan langsung mencegat korban dengan cara yang brutal. Situasi mendadak mencekam ketika pelaku melancarkan aksi penikaman berulang kali, membuat korban tidak sempat menyelamatkan diri. Korban yang mengalami luka serius sempat tersungkur di lokasi kejadian sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Aparat keamanan yang datang ke tempat kejadian perkara langsung melakukan olah TKP dan memburu pelaku yang melarikan diri. Kasus ini memicu kehebohan publik, mengingat lokasi kejadian yang berada di area vital dengan tingkat keamanan tinggi. Hingga kini, motif di balik penyerangan masih didalami, sementara pihak berwenang terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap pelaku.
Detik-Detik Penikaman
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, mengatakan bahwa korban ditusuk orang tidak dikenal di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara sekira pukul 11.25 WIT. Saat itu, kata Rositah, Nus Kei baru saja tiba di Bandara tersebut dari Jakarta.
“Tiba-tiba korban ditikam oleh orang tidak dikenal menggunakan sebilah pisau. Terduga pelaku langsung melarikan diri usai kejadian,” kata Rositah dalam keterangannya, Minggu (19/4/2026). Ketika itu, Nus Kei sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, korban akhirnya meninggal dunia akibat luka yang diterima akibat penikaman tersebut.
Dalam hal ini, Polres Maluku Tenggara langsung melakukan penyelidikan. Alhasil, pelarian pelaku tak lama dan langsung ditangkap 2 jam setelahnya. Adapun dalam kasus ini, sebanyak dua orang pelaku berinisial HR (28) dan FU (36) berhasil ditangkap dan tengah dilakukan pemeriksaan secara intensif.
“Untuk motif, sementara masih dilakukan pendalaman oleh penyidik,” tuturnya. Lebih lanjut, Rosita mengatakan pimpinan Polda Maluku sudah memerintahkan agar kasus tersebut ditangani secara profesional transparan, dan tuntas.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar korban dan simpatisan, untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri. Jangan ada aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi. Saat ini situasi di Maluku Tenggara aman dan kondusif,” ucapnya.
Reaksi Partai Golkar
Dalam siaran pers DPD I Golkar Maluku, Partai Golkar meminta kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Golkar Maluku juga mendorong semua pihak, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, dan elemen pemuda untuk tetap menjaga kondusifitas.
“Untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” tulis Golkar Maluku. Golkar Maluku juga meminta agar kader tidak terpancing dan menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak Kepolisian.
Berikut pernyataan lengkap Golkar Maluku terkait kejadian ini:
- Mengutuk keras tindakan kekerasan dalam bentuk apapun yang terjadi terhadap Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara. Tindakan penikaman ini adalah perbuatan melawan hukum dan tidak dapat ditoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
- Mengimbau seluruh kader Partai Golkar di Maluku, khususnya di Kabupaten Maluku Tenggara, untuk tetap menahan diri, tidak terprovokasi, dan menjaga situasi tetap aman serta kondusif. Solidaritas harus ditunjukkan dalam bentuk sikap dewasa, bukan tindakan yang memperkeruh keadaan.
- Meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas peristiwa ini, menangkap pelaku, serta mengungkap motif di balik kejadian tersebut secara transparan dan profesional.
- Mendorong semua pihak, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, dan elemen pemuda, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
- Menginstruksikan seluruh struktur Partai Golkar di Maluku untuk tetap solid, memperkuat komunikasi internal, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.
- Menegaskan komitmen Partai Golkar dalam menjaga nilai-nilai demokrasi, perdamaian, dan supremasi hukum di seluruh wilayah Provinsi Maluku.
- DPD I Partai Golkar Maluku mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kedamaian dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memecah belah persaudaraan di bumi raja-raja.
