Pertemuan Darurat di Magelang: DPR Papua Tengah Menghadap Panglima TNI
Pada pertemuan darurat yang berlangsung di Magelang, Jawa Tengah, para pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Provinsi Papua Tengah menghampiri Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto. Mereka menyampaikan keluhan terkait masalah kemanusiaan yang diduga melibatkan peluru aparat bersenjata di Kabupaten Puncak.
Pertemuan ini terjadi dalam rangka retret para ketua DPR se-Indonesia. Dalam video yang diperoleh, Minggu (19/4/2026), Panglima TNI terlihat sedang berjalan keluar dari tempat kegiatan retret. Saat itu, para pimpinan wakil rakyat dari Papua Tengah langsung menghampiri panglima.
Dalam video berdurasi 1 menit 23 detik, terlihat para pimpinan DPR dari Papua Tengah yang mengenakan kemeja putih mendekati Panglima TNI. Diantara mereka adalah Wakil Ketua I DPRK Kabupaten Nabire, Imanuel Fredrik Rumbewas, Ketua DPR Papua Tengah, Delius Tabuni, dan Ketua DPRK Puncak, Thomas Tabuni serta beberapa legislator lainnya.
Dalam momen singkat tersebut, Imanuel Fredrik Rumbewas langsung berbicara kepada Panglima TNI. Ia menyampaikan bahwa mereka berasal dari Papua Tengah. Sambil menyampaikan perkenalan, Imanuel juga menundukkan kepalanya lalu sedikit berbicara tentang masalah kemanusiaan yang terjadi di Kabupaten Puncak.
Setelah Imanuel berbicara, Thomas Tabuni juga menyampaikan apa yang terjadi di kabupatennya. Setelah melakukan konfirmasi, salah satu dari mereka, yaitu Imanuel Fredrik Rumbewas, membenarkan adanya perjumpaan tersebut. Menurut dia, langkah ini dilakukan demi kemanusiaan, bukan karena alasan lain.
Imanuel menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, ia meminta Panglima TNI untuk membentuk tim independen penanganan masalah kemanusiaan di Distrik Kemburu, Kabupaten Puncak, yang terjadi pada Senin, 14 April 2026, pukul 05.00 WIT, maupun juga Kabupaten Intan Jaya.
“Tim itu bernama pencari fakta,” kata Imanuel saat dikonfirmasi. Menurut Imanuel, tim yang dibentuk harus melibatkan semua pihak, seperti dari TNI sendiri, Komnas HAM Papua, maupun tokoh-tokoh masyarakat.
Sebagai wakil rakyat, Imanuel berharap masalah kemanusiaan di Papua Tengah dapat diselesaikan secara baik dan transparan.
Insiden Berdarah di Distrik Kemburu
Sekedar informasi, insiden berdarah di Distrik Kemburu, Kabupaten Puncak yang terjadi pada Senin, 14 April 2026, pukul 05.00 WIT, menyebabkan 12 warga sipil meninggal dunia, termasuk anak-anak yang menjadi korban peluru senjata api.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Puncak telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, mulai Jumat (17/4/2026).
Tuntutan Tim Independen
Legislator dari Papua Tengah juga mendesak pembentukan Tim Pencari Fakta yang melibatkan Komnas HAM guna mengusut insiden penembakan warga. Mereka menilai pentingnya pengusutan yang transparan dan objektif agar bisa ditemukan kebenaran dan keadilan bagi korban.
Dalam tuntutan ini, para pimpinan DPR berharap agar semua pihak terlibat dalam proses penyelidikan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap aspek dari insiden tersebut dapat dipahami dan ditangani dengan tepat.
Langkah Bersama untuk Kemanusiaan
Pertemuan darurat ini menunjukkan komitmen para pemimpin daerah untuk menyelesaikan masalah kemanusiaan yang terjadi di wilayah mereka. Dengan mengajak Panglima TNI dan melibatkan berbagai pihak, mereka berharap dapat menciptakan solusi yang berkelanjutan dan adil.
Dalam upaya ini, partisipasi aktif dari masyarakat dan lembaga-lembaga terkait sangat penting. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan dapat tercipta suasana yang lebih aman dan damai bagi semua pihak di Papua Tengah.
