Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Politik

Ketika Mantan Musuh Menjadi Sahabat

Rafitman
Last updated: January 22, 2026 12:20 am
Rafitman
Share
4 Min Read
SHARE

Poernomo adalah kepala Jawatan PMR Karesidenan Priangan dan Jan Willems adalah sersan Belanda saat Agresi Militer Belanda II. Keduanya yang pernah berhadap di masa revolusi bertemu secara tak sengaja di Amerika Serikat sebagai guru dan murid lalu menjadi sahabat.

Contents
  • Pengalaman Unik dalam Sejarah
  • Pertemuan yang Tidak Terduga
  • Kenangan Masa Lalu
  • Peristiwa Bersejarah
  • Hubungan yang Terjalin
  • Hubungan yang Berlanjut

Pengalaman Unik dalam Sejarah

Pertemuan antara dua orang dari negara yang pernah berseteru selama 3,5 abad ini merupakan kisah yang sangat menarik. Poernomo pernah harus menghadapi Jan Willems, seorang sersan Belanda pada Divisi 7 Desember, untuk membebaskan seorang anak buahnya yang tertangkap pasukan patroli Willems. Tak disangka, keduanya kemudian menjadi sahabat setelah bertemu di AS sebagai guru dan murid pada awal 1960-an.

Pertemuan yang Tidak Terduga

Saat itu, Poernomo sedang menjalani pelatihan di Bank of New York. Pada saat itu, dia diperkenalkan kepada Jan Willems oleh wakil presiden bank tersebut. Jan, yang merupakan kepala subdivisi internasional, menjadi pembimbing Poernomo selama masa pelatihan. Selama proses pelatihan, mereka sering berdiskusi dan saling mengenal lebih dalam.

Pada suatu kesempatan, Poernomo menyadari bahwa wajah Jan mirip dengan seseorang yang pernah ia temui. Ia mencoba mengingat-ingat dan akhirnya mengenali bahwa Jan pernah bertugas di Indonesia. Mereka mulai berbicara dalam bahasa Belanda, dan hal itu membuat suasana semakin hangat.

Kenangan Masa Lalu

Percakapan mereka membawa ingatan Poernomo ke sebuah peristiwa yang terjadi pada 18 April 1948. Saat itu, Poernomo bersama enam bawahan beserta keluarga mereka sampai di Desa Pasir-peuteuy, kurang-lebih 10 km timur laut Ciamis, Jawa Barat, dalam rangka mengungsi menghindari serangan tentara Belanda.

Di desa tersebut, Poernomo dan rombongannya membawa uang Rp40 juta serta kain belacu dan bahan pakaian untuk perempuan. Uang itu dimasukkan ke dalam beberapa besek agar tidak mencolok dan aman dari tangan Belanda maupun pencuri.

Peristiwa Bersejarah

Pada 17 April 1948, Poernomo sedang merayakan ulang tahun ketika tiba-tiba Sastro datang sambil terengah-engah. Ia memberitahu bahwa Sutadi, kepala PMR Kabupaten Tasikmalaya, ditangkap oleh patroli Belanda di Kawali. Poernomo langsung memutuskan untuk menghadap komandan pos Belanda tersebut.

Ia memakai setelan jas tropical wool dan sepatu Robinson untuk tampil prima. Setelah berbicara dalam bahasa Belanda yang lancar, Poernomo berhasil meyakinkan komandan bahwa Sutadi harus dibebaskan. Akhirnya, mereka sepakat bahwa dalam seminggu Poernomo dan anak buahnya akan meninggalkan daerah Kawali dan pergi ke Yogyakarta.

Hubungan yang Terjalin

Setelah 16 tahun, mereka kembali bertemu di Amerika Serikat. Jan mengatakan bahwa pertemuan tersebut seperti Arjuna dari kayangan. Mereka berbagi cerita dan saling mengenal lebih dalam. Selama masa pelatihan, Jan sering mengundang Poernomo makan di rumahnya dan mengajaknya bertamasya bersama keluarganya.

Hubungan yang Berlanjut

Setelah kembali ke tanah air, hubungan Poernomo dan Jan tetap terpelihara. Mereka sering berkomunikasi melalui surat dan ucapan selamat ulang tahun. Bahkan, setelah pensiun, Poernomo masih menjaga hubungan baik dengan Jan.

Kisah ini menunjukkan bahwa persahabatan bisa terjalin meskipun awalnya hanya sebagai musuh. Dalam masa kemerdekaan, anggota tentara yang dulunya menjadi musuh, kini duduk berdampingan sebagai sahabat yang karib.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByRafitman
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Politik

Miliarder Dubai Marah pada Trump, Bawa Negara Teluk ke Perang Iran

March 19, 2026
Politik

Profil Andi Harun, Wali Kota Samarinda yang Disorot dengan Land Rover dan Harta Rp34 Miliar

March 23, 2026
Politik

Analisis Tiga Dosen Unja: PPP Jambi dan Pilgub 2025, Anomali Meningkat

April 1, 2026
Politik

Kontroversi Foto AI: Indira Minta Laporan Dicabut, Ahmad Sahroni: Saya Sudah Maafkan

March 19, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?