Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Bisnis

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Penting untuk Kesejahteraan Pertamina

Kaila Azzahra
Last updated: April 22, 2026 12:03 am
Kaila Azzahra
Share
4 Min Read
SHARE

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi: Dampak dan Perspektif

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menilai bahwa keputusan pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi adalah langkah yang tepat. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan keuangan Pertamina di tengah tekanan global.

Contents
  • Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi: Dampak dan Perspektif
  • Dampak Kenaikan Harga BBM bagi Industri

“Kalau seandainya tidak dinaikkan, ini kan juga menjadi pertanyaan, siapa yang akan menanggung,” ujar Faisal saat dihubungi di Jakarta, Ahad (19/4/2026).

Faisal menilai bahwa neraca yang sehat akan memastikan keberlanjutan penugasan energi nasional. Oleh karena itu, ia mengingatkan bahwa beban Pertamina akan kian membengkak jika tak ada penyesuaian harga BBM nonsubsidi dan memberikan konsekuensi besar terhadap arus kas Pertamina.

“BBM nonsubsidi ini semakin menambah beban Pertamina. Ini memang sudah selayaknya kemudian disesuaikan dengan harga internasional,” ucap Faisal.

Menurut Faisal, kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak akan berdampak signifikan terhadap tingkat inflasi lantaran menyasar kalangan atas. Ia menjelaskan bahwa kontribusi harga BBM nonsubsidi terhadap total inflasi jauh lebih sedikit dibandingkan kontribusi BBM subsidi.

“Untuk kalangan atas, saya rasa dari sisi daya belinya masih relatif kuat untuk bisa menyerap kenaikan harga BBM nonsubsidi,” sambung Faisal.

Dampak Kenaikan Harga BBM bagi Industri

Sementara itu, Founder & Chairman Supply Chain Indonesia (SCI), Setijadi, mengatakan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap industri, terutama karena BBM merupakan komponen biaya utama dalam aktivitas logistik dan distribusi.

Di Indonesia, struktur logistik masih sangat bergantung pada transportasi darat berbasis truk, sehingga perubahan harga BBM langsung memengaruhi biaya pengangkutan barang.

“Secara umum, porsi biaya transportasi dalam total biaya logistik dapat mencapai 40 persen-60 persen dan dari komponen tersebut, biaya bahan bakar bisa menyumbang sekitar 30 persen-40 persen,” ujar Setijadi.

Artinya, kenaikan harga BBM akan secara langsung meningkatkan struktur biaya industri, terutama bagi sektor manufaktur, distribusi, dan pangan. Setijadi memaparkan bahwa kenaikan biaya operasional (cost push) akan membuat industri mengalami peningkatan biaya distribusi, inbound logistics (pengadaan bahan baku), hingga outbound logistics (distribusi produk jadi). Hal ini berpotensi menekan margin, terutama bagi industri dengan margin tipis.

“Dampak kedua ialah efek berantai ke harga barang (inflationary pressure). Kenaikan biaya logistik cenderung diteruskan ke harga jual produk, sehingga berpotensi mendorong inflasi, khususnya pada komoditas sensitif seperti pangan,” ucap Setijadi.



Kenaikan BBM Nonsubsidi juga dirasakan kendaraan logistik. – (/Thoudy Badai)

Dampak berikutnya ialah tekanan pada efisiensi rantai pasok. Setijadi menyampaikan bahwa perusahaan akan terdorong untuk melakukan efisiensi, seperti optimasi rute distribusi, peningkatan load factor, hingga konsolidasi pengiriman.

“Disrupsi pada UMKM dan industri kecil. Pelaku usaha kecil relatif lebih rentan karena keterbatasan skala ekonomi dan kemampuan menyerap kenaikan biaya,” lanjut Setijadi.

Ia menyampaikan kondisi ini sebenarnya juga menjadi momentum untuk melakukan transformasi logistik, antara lain peralihan ke moda transportasi yang lebih efisien, seperti kereta api dan laut (multimoda), digitalisasi supply chain, termasuk penggunaan transport management system (TMS), optimalisasi jaringan distribusi (network redesign), dan penerapan strategi persediaan yang lebih adaptif.

Setijadi menyampaikan empat harapan dari pelaku industri. Pertama, kepastian dan stabilitas kebijakan energi. Setijadi menyebut industri membutuhkan predictability agar dapat merencanakan biaya dan investasi secara lebih akurat. Kedua, pelaku usaha mendorong insentif untuk efisiensi logistik seperti penggunaan moda kereta api, penguatan infrastruktur pelabuhan, serta pengembangan kawasan logistik terpadu.

“Ketiga, percepatan integrasi multimoda dengan mengurangi ketergantungan pada transportasi darat yang sangat sensitif terhadap harga BBM. Keempat, dukungan bagi sektor rentan, terutama UMKM dan sektor pangan agar tidak terlalu terdampak pada sisi harga dan daya saing,” kata Setijadi.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByKaila Azzahra
Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Bisnis

Kepala AWS: AI Berkembang Cepat di ASEAN, 21 Juta Bisnis Sudah Mengadopsi

December 7, 2025
Bisnis

10 Strategi Menyimpan Uang untuk Hadapi Krisis Keuangan

April 4, 2026
Bisnis

Balikpapan Jadi Pusat Industri, IEE Series 2026 Perluas Pasar

March 10, 2026
Bisnis

Mudik Lebaran Aman dengan AHASS Siaga dan AHASS Siaga+

March 23, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?