Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Kesehatan

Kemenkes: Ratusan Ribu Anak Alami Kecemasan dan Depresi, Tanda Bahaya yang Harus Diwaspadai

Rizal Hartanto
Last updated: March 19, 2026 1:45 am
Rizal Hartanto
Share
4 Min Read
SHARE

Tanda-Tanda Anak Mengalami Kecemasan dan Depresi yang Perlu Diwaspadai

Dalam rangka memantau kesehatan anak, sekitar 7 juta anak di Indonesia mengikuti skrining kesehatan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada periode 2025–2026. Hasil dari skrining ini menunjukkan bahwa sebanyak 4,4 persen atau sekitar 338.000 anak menunjukkan gejala kecemasan (anxiety disorder), sedangkan 4,8 persen atau sekitar 363.000 anak menunjukkan gejala depresi (depression disorder). Angka ini menjadi perhatian serius karena kesehatan mental anak sangat berpengaruh terhadap perkembangan mereka secara emosional, sosial, dan akademik.

Orangtua diharapkan lebih peka terhadap perubahan perilaku, emosi, maupun kondisi fisik anak agar masalah kesehatan mental dapat ditangani sejak dini. Berikut beberapa tanda-tanda yang perlu diwaspadai:

  • Perubahan perilaku dan emosi yang drastis

    Psikolog anak dan remaja Gloria Siagian, M.Psi., menjelaskan bahwa perubahan perilaku dan emosi yang ekstrem bisa menjadi salah satu tanda awal anak mengalami gangguan kecemasan atau depresi. Misalnya, anak yang ceria tiba-tiba menjadi tertutup, suka marah, atau menutup diri. Perubahan ini biasanya terlihat cukup jelas bagi orangtua maupun orang-orang di sekitar anak. Anak yang sebelumnya aktif dan mudah bergaul dapat tiba-tiba menjadi lebih pendiam, menarik diri, atau menunjukkan emosi negatif secara berlebihan.

  • Perilaku yang berpotensi melukai diri sendiri

    Tanda lain yang perlu diwaspadai adalah munculnya perilaku yang dapat membahayakan atau melukai diri sendiri. Contohnya, anak bisa melukai diri sendiri dengan cara yang tidak biasa seperti diet ekstrem atau melakukan hal-hal yang berisiko. Perilaku seperti ini sering kali menjadi bentuk ekspresi dari tekanan emosional yang sulit diungkapkan oleh anak. Oleh karena itu, orangtua perlu lebih peka terhadap perubahan kebiasaan anak yang terlihat tidak biasa atau berisiko bagi kesehatannya.

  • Prestasi belajar di sekolah menurun

    Penurunan prestasi akademik juga dapat menjadi salah satu indikator adanya masalah kesehatan mental pada anak. Anak yang mengalami kecemasan atau depresi sering kali mengalami kesulitan berkonsentrasi, kehilangan motivasi, atau merasa tidak bersemangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Hal ini dapat berdampak langsung pada performa mereka di sekolah. Jika penurunan tersebut terjadi terus-menerus dalam waktu sebulan atau berminggu-minggu, maka ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan mental.

  • Keluhan fisik tanpa penyebab yang jelas

    Psikolog klinis anak dan remaja Lydia Agnes Gultom, M.Psi., menjelaskan bahwa tanda kecemasan dan depresi pada anak juga bisa muncul dalam bentuk keluhan fisik. Contohnya, sakit kepala, mual, badan kaku, atau gemetar tanpa adanya penyebab medis yang jelas. Kondisi ini dapat menjadi cara tubuh merespons tekanan emosional yang sedang dialami anak.

  • Perubahan kebiasaan sehari-hari

    Perubahan pola kebiasaan anak juga dapat menjadi sinyal adanya masalah emosional yang sedang mereka alami. Misalnya, anak yang biasanya gampang tidur tiba-tiba kesulitan tidur, atau anak yang sebelumnya tidak pemarah kini gampang tersinggung atau menangis. Gangguan tidur, perubahan suasana hati yang drastis, atau meningkatnya sensitivitas emosional dapat menunjukkan bahwa anak sedang mengalami tekanan psikologis.

  • Anak mulai menarik diri dari lingkungan sosial

    Selain perubahan kebiasaan, orangtua juga perlu memperhatikan apakah anak masih mampu menjalani aktivitas sosial seperti biasa. Anak yang mengalami kecemasan atau depresi sering kali memilih menjauh dari lingkungan sosial karena merasa tidak nyaman, tidak percaya diri, atau kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai. Orangtua perlu memperhatikan durasi dan intensitas perubahan tersebut. Jika berbagai tanda tersebut muncul dan berlangsung dalam waktu lama, orangtua disarankan untuk segera mencari bantuan profesional agar kondisi anak dapat ditangani secara tepat sejak dini.


Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByRizal Hartanto
Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Kesehatan

5 cara menjaga kesehatan mental saat mudik yang tak terdengar

March 23, 2026
Kesehatan

Seberapa Bahaya Flu Sangat Parah? Mengapa Disebut Menakutkan? Ini Penjelasan Kemenkes

January 14, 2026
Kesehatan

7 Manfaat Teh Hitam untuk Kesehatan yang Wajib Diketahui

January 25, 2026
Kesehatan

10 Tanda Kebiasaan Menatap Layar Mengganggu Ketenangan Pikiran

January 4, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?