Penembakan Pesawat di Bandara Koroway: KKB Diduga Melarikan Diri ke Yahukimo
Insiden penembakan pesawat perintis di Papua Selatan kembali memicu pengamanan dan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Aparat gabungan, termasuk Satgas Damai Cartenz dan TNI, kini fokus pada lokasi yang diduga menjadi tempat pelaku melarikan diri.
Dalam penyelidikan awal, aparat menduga bahwa kelompok yang bertanggung jawab atas tewasnya pilot dan co-pilot pesawat Smart Air telah meninggalkan lokasi segera setelah aksi terjadi. Fokus pengamanan kini berpindah ke wilayah perbatasan Kabupaten Yahukimo, yang berbatasan langsung dengan area bandara. Wilayah tersebut selama ini dikenal sebagai basis aktivitas KKB.
“Hingga saat ini kami masih melakukan pengejaran. Berdasarkan investigasi awal, pelaku diduga melarikan diri ke arah Yahukimo karena posisi bandara berbatasan langsung dengan wilayah tersebut,” ungkap Yusuf, dikutip dari sumber yang tidak disebutkan nama.
Pengamanan Di Perketat Pasca-Insiden
Pascainsiden, pengamanan di Kampung Yaniruma diperketat. Aparat memastikan jalur udara perintis tetap menjadi prioritas karena berfungsi sebagai akses vital distribusi logistik dan mobilitas warga pedalaman.
“Pascainsiden, Satgas Damai Cartenz menerjunkan 29 personel untuk mengamankan area sekaligus menjaga pesawat yang masih berada di lokasi sambil menunggu teknisi maskapai,” kata Kasatgas Humas Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo dalam siaran pers yang diterima Sabtu (14/2/2026).
Pengamanan tidak hanya melibatkan unsur kepolisian. “Selain dari Satgas Damai Cartenz, ada juga Kopasgat TNI AU dan kita sudah koordinasi dengan TNI AD untuk mengirim tambahan pasukan. Kita terus berupaya memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Sterilisasi area bandara dilakukan secara bertahap guna mencegah gangguan susulan.
Nama Elkius Kobak Disebut, Identitas Pelaku Belum Diungkap
Dalam penyelidikan awal, aparat menduga aksi tersebut didalangi kelompok KKB yang berafiliasi dengan Elkius Kobak. “KKB yang dari Yahukimo. KKB Batalyon Kanibal dan Semut Merah,” kata Yusuf kepada wartawan, Kamis (12/2/2026).
Meski demikian, aparat belum mengumumkan identitas individu pelaku yang terlibat langsung dalam penembakan. “Aparat masih melakukan pemburuan terhadap kelompok pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tersebut,” ungkapnya.
Penyelidikan disebut berjalan terukur dan profesional, dengan fokus pada penegakan hukum serta stabilitas keamanan wilayah.
Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air
Pesawat Smart Aviation jenis Cessna Caravan ditembaki saat baru saja mendarat di Bandara Koroway, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 11.30 WIT. Saat roda pesawat menyentuh landasan, terdengar rentetan tembakan.
Pilot, co-pilot, dan penumpang berusaha menyelamatkan diri ke arah hutan di sekitar bandara. Namun pilot Kapten Egon dan co-pilot Baskoro dilaporkan tertangkap dan kemudian dieksekusi oleh pelaku. Keduanya meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Sebanyak 13 penumpang lainnya selamat dan telah kembali ke rumah masing-masing. “Alhamdulillah, pagi ini pasukan sudah masuk dan mengamankan lokasi termasuk pesawat. Evakuasi korban sudah selesai dilaksanakan. Saat ini kami fokus pada sterilisasi area dan memastikan situasi benar-benar kondusif,” ujar Kombes Yusuf.
Pesawat mengalami kerusakan pada sisi kanan jendela dan ditemukan kebocoran pada tangki bahan bakar akibat tembakan.
Negara Tegaskan Hadir Lindungi Warga Papua
Operasi gabungan masih berlangsung di sekitar bandara dan jalur pelarian yang diduga dilalui KKB. Aparat menyatakan komitmennya menjaga keamanan masyarakat serta memastikan aktivitas penerbangan perintis kembali berjalan normal.
Menurut kepolisian, penegakan hukum terus dilakukan secara profesional. Negara disebut hadir bukan hanya untuk menindak pelaku kekerasan, tetapi juga untuk memulihkan rasa aman warga di wilayah pedalaman Papua Selatan.
Jejak KKB yang mengarah ke Yahukimo kini menjadi fokus utama operasi. Aparat memastikan pengejaran terus berlanjut hingga kelompok pelaku berhasil diamankan.
Daftar Kekejaman Elkius Kobak
KKB pimpinan Elkius Kobak telah melakukan sejumlah aksi teror. Berikut diantaranya:
-
Membunuh Bripda Oktovianus Buara
Anggota Polres Yahukimo, Bripda Oktovianus Buara tewas ditikam oleh orang tak dikenal di Distrik Dekai pada Selasa (16/4/2024) subuh. Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)-Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sebby Sambom mengeklaim pihaknya sebagai pelaku, sekaligus bertanggung jawab atas gugurnya Oktovianus. Pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Yahukimo, Elkius Kobak dan pasukannya disebut sebagai aktor di lapangan. -
Membunuh Pendulang Emas
Dandim 1715/Yahukimo Letkol Inf Tommy Yudistyo menyebutkan KKB pimpinan Elkius Kobak dilaporkan melakukan penyerangan dan membunuh pendulang emas di sekitar Kali Silet, perbatasan Kabupaten Yahukimo dengan Kabupaten Asmat pada 6 April 2025. -
Tembaki Pesawat Sipil di Dekai
Elkius Kobak mengaku bertanggung jawab atas aksi penembakan terhadap pesawat sipil di wilayah Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Senin (4/8/2025). Elkius Kobak, bersama jajaran komandan dan pasukan TPNPB di wilayah tersebut melalui siaran pers resmi yang diterbitkan Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB, menyebut penembakan dilakukan karena pesawat diduga membawa aparat militer Indonesia ke daerah konflik. -
Bunuh dan bakar rumah warga
Pada Minggu, 21 September 2025, KKB pimpinan Elkius Kobak menyerang warga sipil di Distrik Kolf Braza. Indra Guru Wardana tewas ditembak, rumahnya dibakar hingga rata dengan tanah. Aksi dilakukan oleh enam orang bersenjata, salah satunya membawa senapan laras panjang dengan teleskop.

