Profil Lengkap Moh. Shalahuddin A. Warits, Pengasuh Ponpes Annuqayah
Moh. Shalahuddin A. Warits atau yang akrab disapa Ra Mamak adalah putra dari KH Warits Ilyas, pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Annuqayah. Ia memiliki latar belakang pendidikan yang kuat, dengan gelar S1 dari Al-Azhar Mesir, Magister dari Universitas Indonesia (UI), dan Doktor dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Pendidikannya mencerminkan dedikasi terhadap ilmu keislaman dan pemahaman mendalam tentang bahasa Arab.
Ra Mamak saat ini menjadi pengasuh aktif di Ponpes Annuqayah, salah satu pesantren terbesar dan tertua di Madura. Selain itu, ia juga mengabdikan diri sebagai dosen di Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) sejak tahun 2015. Kehadirannya di lingkungan pesantren tidak hanya sebagai tokoh spiritual, tetapi juga sebagai pendidik yang berkomitmen pada penguatan nilai-nilai keislaman.
Peran dalam Dunia Politik dan NU
Dalam dunia politik, Ra Mamak pernah maju sebagai calon dalam Pilkada Sumenep. Langkahnya ini bukan semata-mata untuk mengejar jabatan, melainkan sebagai bentuk ijtihad politik untuk memberikan perubahan positif bagi masyarakat. Meskipun dunia politik sering kali penuh tantangan, Ra Mamak tetap menjaga integritasnya sebagai seorang kiai.
Selain itu, ia juga aktif dalam organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, yaitu Nahdlatul Ulama (NU). Ia tercatat sebagai bagian dari kepengurusan NU di Sumenep. Aktivitasnya di NU menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan toleransi.
Pernikahan dengan Inayah Wulandari Wahid
Salah satu peristiwa penting dalam kehidupan Ra Mamak adalah pernikahannya dengan Inayah Wulandari Wahid, putri Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Pernikahan antara Inayah dan Shalahuddin digelar di lingkungan Ponpes Annuqayah, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Menurut informasi yang beredar, acara selamatan pernikahan tersebut berlangsung secara sederhana dan hanya dihadiri oleh keluarga dekat. Salah satu alumni Annuqayah, Fathol Bari, menyebutkan bahwa acara tersebut diadakan di lingkungan pesantren, dengan hadirnya keluarga pesantren dan sebagian keluarga Neng Inayah.
Video acara tersebut sempat diunggah oleh salah satu pengasuh pesantren, Kyai Faizi, sebelum menyebar luas di media sosial. Acara tersebut berupa doa bersama sebagai ungkapan syukur, serta foto bersama untuk dokumentasi. Meskipun pernikahan pasangan ini telah berlangsung sekitar satu tahun lalu, momen perkenalan ke publik dilakukan saat peringatan haul Gus Dur dan selamatan yang digelar beberapa hari lalu.
Riwayat Pendidikan dan Karier
Ra Mamak lahir di Sumenep, 16 April 1982. Pendidikan dasarnya ditempuh di Ponpes Annuqayah, lalu melanjutkan ke MAK Tebuireng. Setelah itu, ia melanjutkan studi di Al-Azhar University, Mesir, dengan mengambil jurusan Bahasa Arab. Ia juga menyelesaikan studi di IAIN Sunan Ampel, meraih gelar Magister dari UI, dan doktoral dari UGM Yogyakarta.
Sebagai dosen, Ra Mamak aktif di Instika sejak 2015. Kombinasi pendidikan dan pengalaman kerja membuatnya menjadi tokoh yang memiliki wawasan luas dan kemampuan akademis yang baik.
Rekam Jejak Organisasi
Selain aktivitas di pesantren dan dunia pendidikan, Ra Mamak juga aktif dalam berbagai organisasi keagamaan. Dalam kancah politik lokal, ia pernah menjadi perbincangan hangat saat maju dalam Pilkada Sumenep. Langkahnya ini menunjukkan komitmen terhadap perubahan sistemik bagi kesejahteraan masyarakat.
Dengan latar belakang yang kuat dan dedikasi terhadap keislaman, Ra Mamak terus menjalani perannya sebagai pengasuh pesantren, dosen, dan tokoh masyarakat yang dihormati.
