Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Politik

Isu Selat Hormuz: Iran Sebut AS-Israel Penyebab Krisis Energi Global, Dunia Diminta Bertindak

Muhammad Muhlis
Last updated: April 1, 2026 11:47 pm
Muhammad Muhlis
Share
5 Min Read
SHARE

Iran Menuduh AS dan Israel sebagai Penyebab Ketidakamanan di Selat Hormuz

Iran menuding Amerika Serikat (AS) dan Israel sebagai penyebab utama ketidakamanan dan krisis yang terjadi di kawasan Selat Hormuz dan Asia Barat. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam berbagai kesempatan, termasuk dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Armenia, Ararat Mirzoyan. Ia menyerukan dunia internasional untuk meminta pertanggungjawaban atas dugaan serangan dan pelanggaran hukum internasional yang dilakukan oleh AS dan Israel.

Contents
  • Iran Menuduh AS dan Israel sebagai Penyebab Ketidakamanan di Selat Hormuz
  • Tudingan Terhadap AS dan Israel
  • Spekulasi tentang Rebutan Minyak Iran

Ketegangan yang semakin meningkat di kawasan ini dikhawatirkan dapat memicu dampak global, terutama pada stabilitas energi dan ekonomi dunia. Selat Hormuz, yang menjadi jalur strategis bagi hampir seperlima pasokan minyak dan gas dunia, kini berada di pusat konflik yang berpotensi mengguncang perekonomian global. Iran menilai kebijakan dan operasi militer AS-Israel telah memicu eskalasi yang membuat stabilitas maritim dan perdagangan internasional terancam.

Dalam pernyataannya, Iran menyatakan bahwa konflik ini bukan sekadar perselisihan regional, tetapi sudah menjadi ancaman terhadap keamanan energi dan perdamaian dunia. Otoritas Iran bahkan mengeluarkan aturan yang membatasi akses kapal tertentu melalui Selat Hormuz, terutama yang dianggap berafiliasi dengan AS dan Israel, meski tetap menyatakan jalur itu terbuka bagi kapal “non-hostile”.

Langkah ini mempertegas posisi Teheran bahwa tindakan luar negeri yang agresif telah memaksa Iran mengambil sikap tegas demi kedaulatan dan keamanan nasional. Para analis internasional memperingatkan bahwa gangguan di Selat Hormuz bisa memicu lonjakan harga minyak, gangguan pasokan energi, dan dampak ekonomi yang luas.

Tudingan Terhadap AS dan Israel

Menurut Araghchi, serangan tidak hanya menyasar target militer, tetapi juga sekolah, pusat pendidikan dan penelitian, situs sejarah dan budaya, rumah sakit, infrastruktur vital, serta kawasan permukiman. Ia menegaskan bahwa Iran akan mempertahankan kedaulatan, integritas wilayah, dan keamanan nasionalnya dari agresi militer AS dan Israel.

Araghchi juga menekankan bahwa seluruh negara memiliki tanggung jawab untuk mengutuk tindakan yang dinilainya sebagai pelanggaran hukum internasional tersebut. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat merupakan penyebab utama ketidakstabilan di kawasan Asia Barat dan Selat Hormuz. Dunia harus meminta pertanggungjawaban pemerintah AS dan rezim Israel atas perang ilegal yang dipaksakan terhadap Iran dan kawasan.

Sebelumnya, AS dan Israel melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap Iran setelah terbunuhnya Ali Khamenei pada 28 Februari 2026, bersama sejumlah komandan militer dan warga sipil. Serangan tersebut mencakup gempuran udara ke berbagai lokasi militer dan sipil di Iran, yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur secara luas.

Sebagai balasan, Angkatan Bersenjata Iran melancarkan serangan ke sejumlah target milik AS dan Israel di wilayah yang diduduki serta pangkalan-pangkalan di kawasan, menggunakan gelombang rudal dan drone.

Spekulasi tentang Rebutan Minyak Iran

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, secara terang-terangan melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut bahwa AS berpeluang besar untuk “mengambil alih” cadangan minyak Iran. Sasaran utama yang dibidik adalah Pulau Kharg, yang merupakan jantung ekspor minyak mentah Iran.

Langkah ini mencuat bersamaan dengan keputusan Washington yang mengirim ribuan personel militer tambahan ke kawasan tersebut. Trump menyatakan bahwa AS memiliki banyak pilihan dalam menghadapi situasi ini. Ia juga menegaskan bahwa Pulau Kharg mungkin bisa direbut karena dinilai tidak memiliki pertahanan yang kuat.

Sumber-sumber yang dihubungi oleh mitra BBC di AS, CBS News, mengatakan bahwa para pejabat Pentagon telah melakukan persiapan terperinci untuk mengerahkan pasukan darat ke Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pada hari Sabtu (28/3/2026), bahwa 3.500 pelaut dan marinir AS lainnya telah tiba di Timur Tengah sebagai bagian dari unit yang dipimpin oleh kapal perang USS Tripoli.

Menurut analis keamanan Mikey Kay dari Security Brief BBC, merebut pulau itu secara efektif akan memutus jalur ekonomi utama Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), yang akan memengaruhi kemampuannya untuk melakukan perang. Aaron Maclean, pembawa acara podcast School of War dan analis keamanan nasional CBS, mengatakan bahwa pemikiran AS kemungkinan besar adalah pulau itu dapat direbut dan “digunakan sebagai alat tawar-menawar” untuk memaksa Iran agar tetap membuka selat tersebut.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByMuhammad Muhlis
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Politik

Trump Akui Incar Minyak Iran, Pertimbangkan Rebut Pulau Kharg

April 5, 2026
Politik

11 Cabang Olahraga di Banjarbaru Minta Penundaan Musorkot, Soroti Legalitas dan Calon Tunggal

April 5, 2026
Politik

Konsep Khrushchevka di Baku: Pro dan Kontra

December 31, 2025
Politik

Prabowo-Trump Sepakat Perjanjian Dagang, Ini Laporan Neraca Dagang RI-AS 5 Tahun Terakhir

February 27, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?