Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Kesehatan

Intervensi nutrisi tepat mengurangi risiko infeksi anak

Harini Umar
Last updated: December 14, 2025 11:16 am
Harini Umar
Share
7 Min Read
SHARE

Contents
  • Penelitian PKMK: Solusi Nutrisi yang Berdampak Ekonomi dan Kesehatan
  • Manfaat Ekonomi dan Kesehatan
  • Penggunaan PKMK yang Aman dan Terarah

Penelitian PKMK: Solusi Nutrisi yang Berdampak Ekonomi dan Kesehatan

Penelitian yang dipimpin oleh Associate Professor dari Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin, Akbar Bahar, menunjukkan bahwa pemberian intervensi nutrisi medis berupa Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) selama tiga bulan terhadap anak-anak undernutrisi seperti stunting, underweight, dan wasting dapat memberikan dampak signifikan. Hasil penelitian ini telah terbukti klinis dan terpublikasi di Jurnal Internasional.

Studi terbaru dari Indonesia dipresentasikan di International Society for Pharmacoeconomics and Outcomes Research (ISPOR) 2025 di Glasgow, Skotlandia. Dengan analisis ekonomi, nutrisi medis dapat secara signifikan berpotensi menurunkan hingga hampir setengah beban biaya pengobatan penyakit infeksi seperti pneumonia, tuberkulosis (TB), dan diare pada anak-anak dengan gizi kurang.

“Masalah gizi seharusnya tidak lagi dipandang sebagai isu kesehatan semata, melainkan sebagai persoalan ekonomi nasional yang memengaruhi produktivitas dan kualitas sumber daya manusia kita,” kata Akbar dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada awal Desember 2025.

Sebelumnya, masalah gizi dan penyakit infeksi masih menjadi beban ganda di Indonesia, sebab hal ini saling memperburuk satu sama lain. Data UNICEF dan Kementerian Kesehatan (2024) menunjukkan satu dari lima anak Indonesia mengalami stunting, sementara lebih dari 30 persen anak usia di bawah lima tahun pernah mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) atau diare dalam satu tahun terakhir. Selain itu, laporan Global Nutrition Report 2024 memperkirakan Indonesia kehilangan hingga 2–3 persen Produk Domestik Bruto (PDB) per tahun akibat rendahnya produktivitas dan tingginya biaya medis yang disebabkan oleh malnutrisi.

Kombinasi kekurangan gizi dan infeksi berulang menciptakan lingkaran masalah yang menekan tumbuh kembang anak serta meningkatkan biaya pengobatan keluarga dan negara. Akbar mengatakan bahwa anak-anak yang kekurangan gizi cenderung lebih sering sakit, membutuhkan waktu pemulihan lebih lama, dan membebani biaya pengobatan yang tidak kecil bagi keluarga maupun negara. “Dengan intervensi nutrisi PKMK yang tepat, kita tidak hanya memperbaiki status gizi anak, tetapi juga memutus siklus penyakit infeksi berulang yang selama ini menjadi akar dari rendahnya kualitas hidup generasi muda Indonesia,” kata Muh. Akbar Bahar.

Analisis tersebut didukung oleh penelitian klinis yang dilakukan oleh salah satu Dokter Anak Konsulen Nutrisi dan Penyakit Metabolik pada 80 anak berusia 12–60 bulan dengan kondisi undernutrisi di RS Husada Utama, Surabaya selama Oktober 2021–Juli 2022. Produk PKMK mampu mendorong pertumbuhan pemulihan yang signifikan. Anak-anak yang menerima intervensi nutrisi medis ini mengalami peningkatan berat badan hingga 1,5 kilogram, tinggi badan 4,35 sentimeter, serta penurunan kadar Total Lymphocyte Count (TLC) yang menandakan perbaikan sistem imun.

Selain itu, terjadi penurunan prevalensi stunting sebesar 34,5 persen, wasting 72,7 persen, dan underweight 51,7 persen, yang seluruhnya berkontribusi pada penurunan risiko infeksi. Hasil ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis nutrisi dapat menjadi langkah preventif yang efektif untuk memutus rantai masalah gizi dan infeksi yang selama ini membebani sistem kesehatan Indonesia.

Manfaat Ekonomi dan Kesehatan

Dari sisi ekonomi kesehatan, hasil analisis menggunakan QALY (Quality Adjusted Life Year) dan ICER (Incremental Cost-Effectiveness Ratio) memperlihatkan bahwa intervensi senilai Rp1,86 juta (US$116,79) per anak memberikan manfaat ganda. Tidak hanya meningkatkan kualitas hidup anak, tetapi juga secara substansial menghemat biaya rumah sakit akibat penyakit infeksi terkait gizi buruk. Dengan demikian, setiap rupiah yang diinvestasikan untuk nutrisi anak menghasilkan nilai ekonomi dan sosial yang jauh lebih besar, menjadikan produk PKMK sebagai bentuk investasi kesehatan yang efektif, berkelanjutan, dan berdampak luas bagi masa depan anak-anak Indonesia.

Temuan analisis ekonomi ini juga membuka peluang kebijakan baru, khususnya terkait potensi penanggungan PKMK oleh BPJS Kesehatan untuk penanganan anak stunting. Hasil studi memberikan dasar kuat bahwa integrasi PKMK dalam paket manfaat BPJS Kesehatan dapat meningkatkan efisiensi anggaran nasional. Jika PKMK masuk ke dalam layanan promotif–preventif maupun kuratif bagi anak berisiko tinggi, akan berpotensi mengurangi beban klaim jangka panjang dari kasus pneumonia, diare, dan infeksi berulang yang umum pada anak dengan malnutrisi.

Penggunaan PKMK yang Aman dan Terarah

Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM, Rita Endang pernah menyebutkan bahwa PKMK merupakan pangan olahan yang diproses atau diformulasi secara khusus untuk manajemen diet bagi orang/pasien dengan penyakit atau gangguan kesehatan tertentu. Pasien tersebut memerlukan makanan dengan komposisi zat gizi tertentu, baik sebagai makanan pengganti maupun makanan tambahan. Penggunaan PKMK bersifat khusus hanya diperlukan oleh pasien sesuai indikasi dokter dan/atau di bawah pengawasan dokter.

“Oleh karena itu, PKMK hanya dapat diedarkan di apotek, rumah sakit, dan/atau Puskesmas. Penggunaan PKMK di luar pengawasan dokter dikhawatirkan tidak tepat sasaran dan tidak sesuai aturan penggunaan. Sebagai contoh, penggunaan PKMK secara berlebihan dan/atau dalam jangka panjang, berisiko memperburuk kondisi kesehatan pasien,” kata Rita dalam membuat diskusi pemahaman dan persepsi terkait regulasi PKMK seperti dilansir laman resmi BPOM pada Oktober 2021.

Pada kesempatan itu perwakilan Ikatan Dokter Anak Indonesia, Damayanti Rusli Sjarif menyampaikan terkait pentingnya PKMK, terutama dalam menangani stunting pada anak. Salah satu contohnya, terdapat kasus anak yang tidak mengonsumsi Air Susu Ibu (ASI) akibat alergi tertentu, maka PKMK diperlukan sebagai pengganti nutrisi. Namun, orang tua diiimbau untuk tidak melakukan diagnosis sendiri serta perlu berkonsultasi dan memperoleh pengawasan dari dokter dalam pemberian PKMK tersebut.

Senada dengan penjelasan tersebut, Dewan Pertimbangan Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, Ari Fahrial Syam menjelaskan lebih lanjut bahwa pengawasan dokter dalam pemberian PKMK kepada pasien bertujuan agar PKMK yang dikonsumsi oleh pasien aman, bermutu, dan sesuai tujuan konsumsi. Misalnya, pada kasus pasien diabetes, maka PKMK yang diberikan harus memiliki standar gizi yang tepat, terutama dari segi kandungan karbohidrat dan glukosa.

Nutricia Sarihusada menegaskan komitmennya untuk mendukung perbaikan gizi anak Indonesia melalui inovasi berbasis ilmu pengetahuan serta kolaborasi dengan tenaga kesehatan, institusi penelitian, dan pemerintah.

Penerimaan hasil penelitian di ISPOR 2025, forum internasional terkemuka dalam bidang Health Economics and Outcomes Research (HEOR), menjadi pencapaian penting bagi Indonesia. “Untuk pertama kalinya, Indonesia berhasil menunjukkan bahwa produk PKMK memiliki bukti klinis dan nilai ekonomi yang kuat dalam konteks lokal. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi nutrisi PKMK tidak hanya berperan dalam penanganan stunting dan infeksi, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi nasional di masa depan,” Muh. Akbar Bahar.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByHarini Umar
Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Kesehatan

#DiaryLorongRS 1: Dianggap Diare Biasa, Ternyata Ini Penyakit…

January 29, 2026
Kesehatan

Psikologi: Nostalgia Bisa Tingkatkan Kebahagiaan Jika Ingat 7 Hal Ini

December 29, 2025
Kesehatan

Gejala Kanker Ginjal: Penyebab Kematian Vidi Aldiano di Usia 35 Tahun

March 14, 2026
Kesehatan

8 Ketidaknyamanan Masa Kecil di Tahun 60-an Membuat Anda Lebih Kuat Secara Mental

February 4, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?