Perkuat Kehadiran Militer, Inggris Kirim Jet Tempur Tambahan ke Qatar
Pada hari Kamis (5/6/2026), Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan bahwa pemerintahnya akan mengirim empat jet tempur Typhoon tambahan ke Qatar. Pesawat-pesawat tersebut akan bergabung dengan skuadron yang telah ditempatkan di negara Teluk tersebut, bertujuan memperkuat kehadiran militer Inggris di kawasan. Dalam konferensi pers, Starmer menjelaskan bahwa tindakan ini dimaksudkan untuk memperkuat operasi defensif Inggris di Qatar dan wilayah sekitarnya.
Langkah ini dilakukan setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah akibat serangan AS bersama Israel terhadap Iran. Situasi ini mendorong sejumlah negara untuk memperkuat kesiapan militer mereka di kawasan.
Inggris Mengirim Jet, Helikopter, dan Kapal Perang
Jet tempur Typhoon dan F-35B milik Inggris telah menjalani operasi di kawasan sejak konflik pecah. Selama bulan Januari dan Februari, pemerintah Inggris juga mengirim tambahan jet tempur, sistem rudal pertahanan udara, serta perangkat radar berbasis teknologi tinggi.
Starmer juga mengumumkan bahwa dua helikopter Wildcat yang dilengkapi rudal Martlet akan segera ditempatkan di Siprus pada Jumat (6/6/2026). Rudal tersebut dirancang sebagai senjata khusus untuk menghadapi ancaman drone. Penempatan helikopter ini merupakan bagian dari rencana operasi defensif Inggris di kawasan.
Di sisi lain, Angkatan Laut Kerajaan Inggris menyiapkan kapal perusak Tipe 45 HMS Dragon. Kapal ini mampu meluncurkan delapan rudal dalam waktu kurang dari 10 detik dan mengendalikan hingga 16 rudal secara bersamaan. HMS Dragon dijadwalkan berlayar menuju kawasan tersebut pada pekan depan.
Serangan Drone Iran Mengenai Pangkalan RAF di Siprus

Sebuah drone buatan Iran menyerang pangkalan Royal Air Force (RAF) di Akrotiri, Siprus. Satu drone menghantam hanggar sehingga menimbulkan kerusakan ringan, namun tidak ada korban jiwa. Dua drone lain yang terdeteksi pada hari yang sama langsung ditembak jatuh oleh jet tempur Inggris. Demi alasan keamanan, keluarga para personel militer kemudian dipindahkan dari pangkalan tersebut.
Menteri Pertahanan Inggris John Healey melakukan kunjungan ke Siprus dan bertemu Menteri Pertahanan Siprus Vasilis Palmas. Pertemuan tersebut membahas upaya peningkatan sistem pertahanan udara. Healey menuliskan di X bahwa diskusi itu berkaitan dengan penguatan pertahanan udara Inggris untuk mendukung keamanan bersama kedua negara.
Inggris Menegaskan Kerja Sama Pertahanan dengan AS

Starmer menyatakan bahwa hubungan khusus antara Inggris dan AS tetap berjalan seperti biasa. Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengkritiknya secara terbuka. Trump sebelumnya menilai Starmer bertanggung jawab karena sempat menolak penggunaan pangkalan Inggris untuk serangan terhadap Iran. Ia bahkan menyebut Starmer bukan Winston Churchill (eks PM Inggris saat Perang Dunia II).
Starmer menjelaskan bahwa Inggris memang pada awalnya tidak memberikan izin penggunaan pangkalan. Pemerintah Inggris kemudian memberikan izin terbatas di dua lokasi, yaitu Gloucestershire dan pangkalan gabungan Inggris-AS di Diego Garcia di Samudra Hindia, khusus untuk tujuan defensif setelah Iran menyerang negara tetangganya. Ia juga menegaskan bahwa pangkalan Akrotiri tidak digunakan oleh pesawat tempur AS.
“Kami bekerja sama di wilayah tersebut, AS dan Inggris bekerja sama untuk melindungi baik AS maupun Inggris di pangkalan bersama, di mana kami berada bersama dan kami berbagi intelijen secara 24/7 seperti biasa,” kata Starmer, dikutip dari CNA.
Starmer juga menyampaikan bahwa pemerintah Inggris sedang membantu warganya yang terdampak konflik di kawasan. Lebih dari 4 ribu warga Inggris telah kembali dari Uni Emirat Arab menggunakan penerbangan komersial. Sekitar 140 ribu warga Inggris lainnya telah melaporkan keberadaan mereka di Timur Tengah karena banyak bandara di kawasan tersebut ditutup akibat perang.
