Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Bisnis

IHSG turun 1% ke 6.956, DSSA, DATA, BRPT merosot bersamaan

Rizal Hartanto
Last updated: April 9, 2026 1:34 am
Rizal Hartanto
Share
6 Min Read
SHARE



JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah sebesar 1% ke level 6.956,64 pada perdagangan hari ini, Senin (6/4/2026). Beberapa saham besar seperti DSSA, DATA hingga BRPT terlihat turun di zona merah. Data RTI Business pukul 09.01 WIB menunjukkan bahwa IHSG turun 1% atau 70,14 poin ke level 6.956,64 pada awal sesi perdagangan. Rentang pergerakan IHSG berada antara 6.956 hingga 7.008.

Total perdagangan saham mencapai 588,47 juta lembar dengan nilai transaksi mencapai Rp313,33 miliar dan frekuensi sebanyak 71.280 kali. Tercatat 163 saham menguat, 316 saham melemah, dan 204 saham stagnan. Kapitalisasi pasar atau market cap Bursa tercatat mencapai Rp12.144 triliun.

Dari jajaran emiten big caps, saham DSSA terpantau anjlok 11,19% atau 7.875 poin ke level harga Rp62.500 per lembar. Saham DATA juga ambles 14,91% atau 325 poin ke posisi Rp1.855 per lembar. Saham BRPT juga terpantau melemah 5,47% atau 70 poin ke level Rp1.210 per lembar.

Sementara itu, saham BBCA terpantau naik 0,76% ke posisi Rp6.625 per lembar, saham BMRI juga menguat 0,86% menuju level Rp4.690 per lembar.

Adapun, penghuni top gainers pagi ini dihuni oleh saham GUNA yang melejit 12,15% atau 26 poin ke level harga Rp240 per lembar. Saham CHEM juga melonjak 11,68% atau 16 poin ke posisi Rp153 per lembar. Tak ketinggalan saham OILS juga naik 9,49% atau 26 poin ke level harga Rp300 per lembar.

Sebelumnya, IHSG diproyeksikan berpotensi menguji area 7.150–7.200 pada pekan 6–10 April 2026, tetapi tekanan jual masih membayangi seiring dominasi sentimen global dan arus keluar dana asing.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda, Chory Agung, dan Abida Massi Armand, mencatat IHSG pada pekan 30 Maret–2 April 2026 ditutup melemah 1,59% ke level 7.026 dengan net foreign sell mencapai Rp4,77 triliun.

Tekanan tersebut dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Iran yang mendorong pelaku pasar bersikap risk off, ditambah isu domestik terkait saham dengan kepemilikan terkonsentrasi yang turut menjadi perhatian investor belakangan.

Dalam proyeksi teknikal, BRI Danareksa Sekuritas melihat peluang rebound IHSG masih terbuka selama indeks mampu bertahan di atas level support 6.950.

“IHSG berpotensi mengalami rebound selama masih mampu bertahan di area support 6.950, dengan kondisi saat ini yang menunjukkan konsolidasi dan pelemahan momentum bearish, sehingga membuka peluang kenaikan menuju 7.150–7.200,” tulis tim riset.

Meskipun demikian, risiko penurunan lanjutan tetap perlu diwaspadai. IHSG dinilai masih berada dalam pola descending triangle yang mencerminkan tekanan jual dominan.

“IHSG saat ini menunjukkan potensi bearish continuation dengan pola descending triangle, di mana tekanan jual masih dominan terlihat dari lower high dan MACD yang kembali melemah,” kata analis.

Skenario negatif dapat terkonfirmasi apabila IHSG kembali turun di bawah level 6.950, yang berpotensi membuka ruang pelemahan lebih dalam.

Selain faktor teknikal, tekanan eksternal juga dinilai memberikan andil. Salah satunya, penguatan dolar AS di tengah eskalasi konflik global yang menekan rupiah dan berpotensi mendorong IHSG bergerak di bawah level 7.000 apabila diiringi aksi jual asing yang masif.

”Menurut analis, pelemahan rupiah berpotensi berlanjut hingga menyentuh Rp17.500 pada 2026 jika konflik tidak mereda. Kondisi ini turut berdampak pada pasar saham, di IHSG dapat bergerak di bawah level 7000 dengan tekanan net foreign sell yang masif,” katanya.

Sementara dari dalam negeri, pasar akan berfokus pada realisasi 8 kebijakan penghematan nasional oleh pemerintah sebagai respons terhadap tekanan global. Kebijakan ini diprediksi menghasilkan penghematan yang signifikan, dengan Rp6,2 triliun dari WFH ASN dan Rp130 triliun dari efisiensi anggaran.

Di satu sisi, aksi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang telah menuntaskan empat agenda penguatan transparansi pasar modal, turut dinilai memberikan sentimen positif secara jangka panjang terhadap pasar. Namun, secara jangka pendek sentimen cenderung mixed lantaran pasar masih akan fokus pada perang Iran.

Adapun empat agenda transparansi pasar modal yang telah dilakukan OJK dan SRO antara lain penyediaan data kepemilikan saham di atas 1%, implementasi pengumuman High Shareholding Concentration (HSC), penguatan granularity klasifikasi investor dalam data kepemilikan saham KSEI menjadi total 39 klasifikasi dan tipe investor, dan kenaikan batas minimum free float menjadi 15%.

”Dalam jangka panjang, langkah ini merupakan transformasi positif karena meningkatkan standar, transparansi, dan investability pasar Indonesia, sehingga membuka peluang peningkatan aliran dana asing dan deadline yang sudah diberikan oleh indeks global Mei 2026 ini,” katanya.

Di satu sisi, pasar diramal memiliki kekhawatiran pada saham dengan konsentrasi kepemilikan yang tinggi atau free float yang terbatas, yang turut berisiko terdampak jika tidak memenuhi kriteria MSCI.

Dalam pengumumannya Kamis (2/4/2026), BEI merilis sedikitnya 9 saham yang dinilai sebagai saham dengan konsentrasi kepemilikan yang mendominasi sesuai metodologi BEI. Beberapa saham ternama yang masuk dalam daftar ini antara lain BREN, DSSA, AGII, hingga RLCO yang baru saja melantai di Bursa pada akhir tahun lalu.

”Dengan demikian, IHSG berpotensi bergerak konsolidatif dengan bias terbatas, sambil menunggu perkembangan lebih lanjut,” katanya.

BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) dengan target harga Rp2.500—Rp2.600, saham PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) dengan target harga Rp1.910—Rp1.985, dan saham PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) pada target harga Rp755—Rp805 per saham.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByRizal Hartanto
Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Bisnis

Jejak Samator 2025: Inovasi Hidrogen Hijau Beri Dividen Rp26,24 Miliar

January 4, 2026
Bisnis

Kartu Debit dan Kredit Logam Perkuat Layanan Private Banking Bank Mandiri

March 10, 2026
Bisnis

Galeri 24, Antam, UBS Serentak Rilis: Harga dan Buyback Emas Pegadaian 30 Desember 2025

December 31, 2025
Bisnis

Harga emas hari ini tembus rekor baru, Galeri24 Rp 2,6 juta, UBS Rp 2,7 juta per gram

January 19, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?