Pentingnya Website Resmi dan Media Center PON 2028
Bidang Humas dan Media Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menegaskan bahwa kehadiran website resmi KONI NTT sekaligus Media Center PON 2028 sangat penting sebagai bagian dari konsolidasi besar menuju tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028. Dalam rapat KONI NTT pada 23 Februari 2026, Ketua Bidang Media dan Humas, Dion DB Putra, menekankan bahwa kerja-kerja publikasi dan branding tidak bisa lagi ditunda. Dengan waktu efektif tersisa sekitar 24 bulan, seluruh elemen harus bergerak cepat dan terukur.
“Branding PON harusnya sudah jalan. Maskot, tagline, logo, tema yang mencerminkan budaya NTT, semua itu harus segera disiapkan. Identitas visual kita harus kuat sejak sekarang,” tegasnya.
Website Resmi dan Media Center PON 2028 menjadi kebutuhan mendesak. Website tersebut akan menjadi pusat informasi seluruh persiapan NTT sebagai tuan rumah bersama NTB. Website itu dirancang sebagai media resmi dan mitra informasi PB PON 2028 secara nasional. Di dalamnya akan ditampilkan data atlet
by name by cabor
, perkembangan persiapan venue, agenda pertandingan, hingga publikasi prestasi.
Tak hanya itu, website juga diharapkan terintegrasi dengan promosi pariwisata daerah. Dinas-dinas di lingkup Pemprov NTT, khususnya sektor pariwisata, dapat menampilkan informasi destinasi unggulan di lokasi pertandingan. “Harus ada informasi wisata di lokasi pertandingan. Misalnya di TTS ada Bu’at dan Fatuknasi. Informasi seperti ini penting agar PON juga berdampak pada ekonomi dan pariwisata,” ujarnya.
Karena itu, dukungan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT sangat diharapkan untuk segera membangun media resmi KONI NTT menuju PON 2028.
Fokus 22 Cabor yang Digelar di NTT
Dalam rapat koordinasi di KONI Pusat pada 27 Februari 2026, dipastikan sebanyak 22 cabang olahraga (cabor) akan digelar di NTT. Fokus liputan dan pemetaan venue akan diprioritaskan pada 22 cabor tersebut, tanpa mengabaikan cabor lain yang dipertandingkan di NTB dan DKI Jakarta.
Sebanyak 22 cabor yang akan mengambil venue di NTT terdiri dari lima kelompok besar cabang yakni Cabang Olympic Sport sebanyak 11 cabor, Cabang DBON sebenyak 2 cabor, Cabang SEA Games sebanyak 3 cabor, Cabang Privilege sebanyak 4 cabor dan Cabang World Games sebanyak 2 cabor.
Untuk Cabang Olympic Sport terdiri dari Bola Tangan, Bola Voli Indoor, Layar, Modern Pentathlon, Selancar Ombak, Tenis Meja, Cricket, Bulutangkis, Sepakbola, Taekwondo dan Tinju. Selanjutnya Cabang DBON terdiri dari Pencak Silat dan Wushu. Berikut Cabang SEA Games terdiri dari Kick Boxing, Sepak Takraw, dan Catur. Cabang Privilege terdiri dari Shorinji Kempo, Gate Ball, Berkuda – Pacuan (Non Pelana) dan Barongsai. Sementara Cabang World Games terdiri dari Aerosport (Paramotor dan Gantole) dan Angkat Berat.
Tidak Ada Pembangunan Venue Baru
Ketua Umum KONI NTT yang juga Gubernur NTT dalam rapat 23 Februari 2026 menegaskan dua poin penting: segera siapkan venue dan siapkan atlet. NTT tidak akan membangun venue baru. Seluruh cabang olahraga harus menggunakan fasilitas yang sudah tersedia dengan penyesuaian dan renovasi ringan.
“Waktu efektif tinggal 24 bulan. Tidak ada pembangunan baru. Yang ada harus kita siapkan dengan standar nasional,” menjadi penekanan utama dalam rapat tersebut.
Target: Sukses Tuan Rumah dan Sukses Prestasi
Sementara itu, dalam penyelenggaraannya, KONI NTT menargetkan lima sukses yang menjadi semangat besar PON XXII 2028, yakni Sukses Tuan Rumah, Sukses Prestasi dengan target 37 emas dan masuk 10 besar, Sukses Administrasi, Sukses Ekonomi, dan Sukses Pariwisata.
Dengan kerja terkoordinasi, branding yang kuat, dukungan teknologi informasi melalui website resmi, serta kesiapan venue dan atlet, NTT menatap PON 2028 bukan hanya sebagai ajang olahraga, tetapi sebagai momentum kebangkitan prestasi dan promosi besar daerah di tingkat nasional.
