Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Kriminal

Hendrikus Rahayaan, Mahasiswa Hukum Berprestasi yang Menikam Nus Kei, Terungkap Dendam Lama

Rommy Argiansyah
Last updated: April 22, 2026 12:03 am
Rommy Argiansyah
Share
4 Min Read
SHARE

Penikaman yang Menewaskan Ketua Partai Golkar Maluku Tenggara

Kasus penikaman yang menewaskan Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, telah mengungkap keterlibatan seorang atlet Mixed Martial Arts (MMA), Hendrikus Rahayaan. Insiden ini terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun pada Minggu (19/4/2026) dan menimbulkan perhatian luas dari masyarakat.

Contents
  • Penikaman yang Menewaskan Ketua Partai Golkar Maluku Tenggara
  • Latar Belakang Motif Penikaman
  • Kronologi Kejadian
  • Profil Pelaku

Hendrikus Rahayaan, yang juga merupakan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, diamankan bersama satu pelaku lainnya, Finansius Ulukyanan alias Finis. Keduanya ditangkap setelah melakukan aksi penikaman terhadap korban. Kasus ini menjadi sorotan karena latar belakang pelaku yang tidak biasa.

Hendrikus dikenal sebagai atlet MMA dan memiliki hubungan keluarga dengan John Kei, tokoh yang cukup dikenal di Jakarta. Sementara itu, Finis disebut hanya sebagai warga biasa. Meski demikian, kedua pelaku tersebut diketahui memiliki motif yang jelas dalam tindakan mereka.

Latar Belakang Motif Penikaman

Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, mengungkap bahwa aksi penikaman dilatarbelakangi oleh dendam yang telah berlangsung lama. “Motifnya adalah dendam. Kedua pelaku meyakini bahwa korban merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang tewas di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi, beberapa tahun lalu,” jelas AKBP Rian Suhendi.

Ini menunjukkan bahwa kejadian ini bukanlah tindakan spontan, melainkan hasil dari konflik yang telah berlangsung lama antara keluarga pelaku dan korban. Korban, Agrapinus Rumatora, diketahui datang ke Maluku Tenggara untuk menghadiri agenda partai, yaitu Musda Partai Golkar Maluku Tenggara yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 22 April 2026.

Kronologi Kejadian

Insiden penikaman terjadi sesaat setelah korban tiba dari Ambon sekitar pukul 11.10 WIT di Bandara Karel Sadsuitubun. Ketika hendak keluar bandara untuk bertemu keluarga, korban tiba-tiba diserang oleh orang tak dikenal.

Upaya menghentikan pelaku sempat dilakukan oleh kakak korban, Antonius Rumatora. “Selang beberapa menit, datang seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan menggunakan masker langsung menikam Saudara Almarhum Agrapinus Rumatora.” Melihat kejadian tersebut, Antonius Rumatora sempat memeluk dan membanting yang diduga pelaku namun pelaku melawan dan berhasil melarikan diri.

Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan masuk kembali ke area bandara, namun akhirnya terjatuh. Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun, tetapi nyawanya tidak tertolong. “Pukul 11.44 WIT, Saudara Agrapinus Rumatora dinyatakan meninggal akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital.”

Laporan menyebutkan korban mengalami empat luka tusuk di bagian vital, yakni dada kanan dan kiri, leher kiri, serta tulang belakang.

Profil Pelaku

Hendrikus Rahayaan merupakan atlet MMA asal Watran, Kota Tual, Maluku. Ia juga dikenal sebagai keponakan John Kei. Dalam pengakuannya sebelumnya, Hendrikus menyebut dirinya telah terbiasa berkelahi sejak usia muda. “Awalnya itu memang suka sekali cari gara-gara, beta (Saya) itu memang berawal dijalanan dari situ terus tidak disukai oleh keluarga.”

Seiring bertambah usia, ia memilih menyalurkan kebiasaan tersebut ke jalur olahraga bela diri. “Jadi bikin saja, lebih baik kita bikin baku pukul jalanan itu jadi prestasi saja biar jadi kebanggaan keluarga, selain bisa bertahan hidup juga, kita bisa mengharumkan nama daerah.”

Kariernya sebagai atlet ditempa melalui latihan intensif di bawah bimbingan kakeknya yang menguasai sejumlah disiplin bela diri seperti Muay Thai, Wushu, dan Boxing.


Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByRommy Argiansyah
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Kriminal

Kondisi Ferdy Sambo Setelah 3 Tahun Jadi Tersangka Kasus Brigadir J, Jalani Hukuman di Lapas

December 19, 2025
Kriminal

Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Labuan Bajo Hari Ke-9

January 14, 2026
Kriminal

Komandan Kompi Divonis 8 Tahun Penjara Atas Penganiayaan Prada Lucky

January 4, 2026
Kriminal

Pembuang Bayi di Pejaten Diduga Bukan Anak Kecil, Ini Pengakuan Warga

March 10, 2026
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?